Showing posts with label Inspiring Stories. Show all posts
Showing posts with label Inspiring Stories. Show all posts

Saturday, December 11, 2010

Bisnis Pisang Goreng Beromzet Miliaran


Berani mencoba dan tekun bisa menjadi kunci sukses bisnis.Bermodal ketekunan dan kegigihan itulah Wildan yang hanya tamatan SMA menjadi wirausahawan sukses. Wildan–demikian panggilan akrabnya– tak pernah bermimpi menjadi sukses seperti saat ini. Dia cukup tahu diri. Bekal pendidikan yang dia dapatkan hanya pas-pasan. 


Namun, kerja keras yang telah dirintisnya beberapa tahun mampu membalikkan nasib bapak lima anak ini. Ihwal sukses Wildan berawal dari sebuah gerai berukuran 9x10 M berlokasi di bawah flyover Jalan ExitTol RC Veteran,Bintaro,Jakarta Selatan, yang ia sewa empat tahun yang lalu. Bermodal awal Rp75 juta, pria asal Lampung ini mencoba peruntungan membuka bisnis pisang goreng.Keberanian Wildan membuka gerai jajanan pasar pisang goreng boleh diacungkan jempol. 
Pasalnya, hampir di setiap sudut jalan di Jakarta pasti ditemui jajanan pasar ini.Namun, berkat inovasi produk yang dia beri nama ”Pisang Goreng Pasir” ini diminati banyak orang. Menggelitik memang ketika mendengar kata ”pisang goreng pasir”,dan pasti timbul pertanyaan apakah pisang itu dimasak dengan pasir. Menurut si empunya, nama pasir berasal dari butiran-butiran kecil kecokelatan yang mirip dengan pasir yang ada pada tepung yang menyelimuti pisang goreng. 

Wildan berpikir,nama pasir ini akan menjadi magnet tersendiri. Wildan bercerita, mendapat ide berbisnis pisang goreng berawal dari menjamurnya gerai-gerai pisang goreng yang berada di daerah Bintaro.”Pada 2005 lalu di jalan sekitar sini banyak gerai pisang goreng,dan yang paling laku yakni pisang goreng pontianak”, ujar pria kelahiran Lampung. Setelah mengantre dan ikut mencoba mencicipi pisang goreng pontianak yang memang sedang booming saat itu.Wildan melihat bentuk tepungnya begitu unik namun dari segi rasa menurutnya kurang nikmat.

Wildan memutuskan mengkreasikan pisang goreng miliknya dengan rasa yang berbeda. Minyak penggorengan yang digunakannya juga terus diganti setelah enam jam pemakaian.”Tujuannya agar lebih bersih dan tidak menggunakan minyak yang memiliki kolesterol tinggi,”katanya. Mengenai jenis pisang yang digunakan,Wildan memilih pisang lampung karena potensi pisang di Lampung cukup banyak dan tidak kalah kualitasnya dengan pisang dari Pontianak. 

Hasil dari cobacoba dan terus inovasi, ide ayah lima anak ini berbuah manis. Di hari pertama penjualannya,pisang goreng pasir laku hingga 500 potong. Didukung embel-embel nama pasir, ternyata membuat orang makin penasaran dengan pisang goreng hasil olahannya. Tantangan Wildan dalam membesarkan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Stok bahan baku yang ia dapatkan terkadang kosong. 

Pernah ia siasati dengan mengganti bahan baku yang jenis pisangnya berbeda namun kualitasnya di atas pisang kepok kuning dari Lampung tapi sebagian besar pelanggannya kecewa. Hingga kini Wildan selalu menjaga mutu.Ketika stok bahan baku tidak ada,gerainya akan tutup padaesokataulusanya.Namun,saat ini dirinya dapat mengantisipasi kekosongan bahan baku.setiap hari ia menerima 300 tandan pisang yang langsung didatangkan dari Lampung. 

Untuk menyimpan seluruh pasokan pisangnya, ia memusatkan pada satu gudang yang terletak di daerah Cipete. Selain itu,Wildan selalu menjaga citra dagangannya dengan cara menjadikan produknya bisa masuk ke semua kalangan.Dia mengatakan, walaupun berupa jajanan pasar, produknya bisa menjadi makanan yang bersih dan semua orang bisa menyukainya. Usaha yang ia geluti hampir lima tahun ini akhirnya membuahkan hasil. Saat ini ia memiliki 100 pegawai yang tersebar di 15 gerai di seluruh Jabodetabek. 

Dia mampu menjual 1.000 potong pisang pada hari biasa dengan harga per potong Rp2.500. Sementara, di akhir pekan bisa mencapai 4.000 potong pisang. Itu pun hanya untuk setiap gerainya. Jika dihitung,Wildan bisa mengantongi omzet penjualan Rp2,5 juta per hari tiap gerainya. Bila saat ini ia memiliki 15 gerai, berarti Wildan memiliki omzet penjualan Rp37,5 juta per hari dan dalam sebulan omzetnya mencapai Rp1,125 miliar. Selain bisnis pisang goreng,Wildan melakukan inovasi baru yakni membuat kompor pintar untuk mendongkrak penjualan pisang gorengnya. 

Wildan mengaku, dengan adanya kompor pintar ini dapat memberikan berbagai keuntungan. Salah satu keuntungan yangiadapatyaknibisamenghemat 20% bahanbakardalampemakaian gas 12 kg. ”Bila dengan kompor gas biasa setiap menggoreng hanya bisa 20 pisang.Tetapi sekarang dengan kompor pintar bisa menggoreng hampir 100 pisang sekali goreng,” ucapnya sumringah. Penghematan waktu menggoreng juga diamini pria yang dulunya pernah bekerja sebagai salesman panci ini. 

”Rata-rata setiap menggoreng tanpa kompor pintar berkisar 15–20 menit namun sekarang 10 menit saja sudah bisa dicapai,” demikian Wildan bertutur. Dengan kesuksesan yang sudah diraihnya saat ini tidak membuat Wildan berpuas diri.Wildan selalu mencari celah untuk bisa memasarkan produknya ke segala lapisan konsumen. Ini terlihat dari rencananya ke depan yang akan menjual pisang goreng pasir ke tempattempat yang tidak mungkin dijangkau olehnya. 

Seperti terminal ataupun kampus-kampus dengan cara menggunakan sepeda motor yang sedang dia modifikasi saat ini. Rencananya untuk memasarkan produk melalui delevery order atau sepeda motor adalah salah satu solusi un-tuk para konsumen yang selalu meminta dirinya menjadi partner bisnis.

Wildan juga sempat mendapat tawaran di dalam negeri maupun di beberapa negara tetangga untuk menjadi rekanan. Lagi-lagi Wildan belum siap menerima tawaran itu. ”Dikhawatirkan akan merusak bahan baku pisang karena terlalu lama dalam pengirimannya,”paparnya

Saturday, September 4, 2010

Mike Lazaridis Pendiri Research in Motion


VISIONER, inovator. Yang pertama mampu melihat jauh ke masa depan. Yang kedua, bisa menciptakan sesuatu yang diperlukan oleh orang untuk hidup nyaman dalam kondisi di masa depan itu.Dua kata itu menyatu dalam diri lelaki berambut perak bernama Mike Lazaridis. 
Ia yang sejak kecil maniak mengutak-atik barang elektronik dan tak selesai kuliah di jurusan Teknik Elektro. Dia di-drop out, hanya dua bulan menjelang wisuda di University of Waterloo, Kanada. Ia lebih memilih sibuk mengurusi perusahaan yang ia dirikan sambil kuliah.
Jejak karyanya sangat mungkin sekarang ada di genggaman Anda. Dialah pencipta telepon pintar bernama BlackBerry, yang merevolusi dan mengubah peta dan masa depan teknologi telepon cerdas.Hingga Juni tahun ini RIM, Researh in Motion – perusahaan yang dibela-belain Mike hingga tak sempat wisuda, yang memproduksi BlackBerry itu - mencatat penjualan lebih dari 100 juta unit.

Sebelum mengembangkan BlackBerry, pada tahun 1999 RIM bekerja sama dengan RAM Mobile Data dan perusahaan ponsel Ericsson yang lebih dahulu terkenal, mengembangkan Mobitex. Ini adalah perangkat data bergerak yang dirintis oleh Ericsson.Hasilnya ? Diluncurkanlah Inter@ctive Pager 950. Agustus tahun 2000 produk ini mulai dipasarkan. Ukurannya kira-kira sebesar sabun mandi. Di pasar ia bersaing dengan SkyTel, produk sejenis – sama-sama pager dua arah - milik Motorola. Produk ini tak berhasil di pasar. Lagi pula era pager lekas sekali jadi kuno.

Coba, perhatikan nama-nama merek itu: Mobitex, Inter@ctive Pager. Nama-nama yang kini terasa amat norak, bukan? Itu sebabnya, pada tahun 2002, ketika RIM hendak mengembangkan produk baru Mike tak mau sembarangan kasih nama.Produk itu, yang kelak kita gilai sebagai BlackBerry, punya fasilitas push e-mail, bisa menyelancari internet, komunikasi teks dan tentu saja bisa menelepon. Apa nama yang cocok untuk merangkum semua manfaat itu?

RIM memaki jasa Lexico Branding di California. Sebuah perusahaan konsultan merek. David Placek, si bos Lexicon mula-mula mencari nama yang bisa menonjolkan kemampuan e-mail peranti cerdas baru itu. Mentok. Akhirnya, ditetapkan syarat lain: nama baru itu harus terkesan lebih natural, menghibur dan menyenangkan.”Pokoknya bisa menurunkan tekanan darah,” kata Placek.Salah seorang tim perumus nama itu suatu saat memperhatikan kibor kecil-kecil hitam pada prototipe Blackberry. Di matanya tampak seperti susunan biji semangka. Lalu mulailah ditelusuri nama-nama yang berdasar pada kesan itu, dari strawberry ke melon, sampai nama-nama buah lain.

Tak ada yang memuaskan sebelum akhirnya sampai pada kata BlackBerry, kata ini enak didengar dan pas pula dengan warna bendanya yang hitam legam.”BlackBerry mudah melekat di ingatan, lebih baik daripada nama-nama seperti ProMail atau MegaMail,” kata Placel. Saya kira, seandainya dua nama ‘lebay’ itu yang dipakai, BlackBerry tak sesukses sekarang.

BlackBerry kini terjual di 91 negara, bekerja sama dengan 500 operator, dan menguasai 20.8 persen pasar telepon pintar. Hanya kalah dengan Nokia Syimbian OS.Placel pun kini punya rumus manjur tentang merek, belajar dari keberhasilan BlackBerry, ”Kalau produk Anda ingin dapat perhatian, jangan pakai nama yang menjelaskan sesuatu, Anda harus menciptakan konsep baru!” katanya.

BlackBerry adalah produk yang merebut perhatian. Dengannya pelanggan merasa diistimewakan dan kecanduan. Sampai-sampai Websers New Word Dictionary memilih kata Crackberry menjadi ”Kata Baru Paling Keren tahun 2006”, mengalahkah “netroot” dan “neuroeconomic”. Crackberry merujuk pada pecandu BlackBerry. Crack adalah sinonim dari kokain, yang memang mudah bikin ketergantungan, bukan?

Tiap unit BlackBerry adalah unik, karena ditandai dengan satu PIN yang dengan kode kombinasi delapan angka dan huruf itu pengguna bisa berkomunikasi lewat teks berkat BlackBerry Mesenger.

Mike Lazaridis, lahir 14 Maret 1961, di Istambul Turki. Orangtuanya berdarah Yunani. Pada usia lima tahun, ia ikut keluarganya pindah ke Kanada. Mereka menetap di Windsor, Ontario.

Mike sudah menunjukkan bakat, kepintaran dan ketekunannya sejak kecil. Pada usia 12 tahun, di tahun 1979, dia memenangkan hadiah dari Perpustakaan Umum Windsor karena ia telah membaca semua buku sains koleksi perpustakaan tersebut. Sejak kecil ia candu membaca. Saya tak bisa bayangkan, apa bakatnya seandainya di kota itu tak ada perpustakaan umum yang bagus. Mungkin bakat itu akan tersia-sia.

Mike beruntung karena orangtua dan lingkungan sekolahnya sangat memungkinkan ia mengembangkan bakat dan minatnya pada elektronika.

Tahun 1979, ia mulai kuliah di University of Waterloo, Ontario, Kanada. Di sinilah ia mulai merintis RIM. Tahun 1984, semasa masih mahasiswa, Mike ikut lomba tender di perusahaan raksasa otomotif General Motors. Proyeknya adalah merancang sistem display pengontrol jaringan komputer. Dia menang dan dapat hadiah berupa kontrak kerja senilai 500 ribu dolar AS.

Dengan modal hasil kontrak kerja itu, ditambah pinjaman kecil dari pemerintah Kanada dan berutang pada orangtuanya, Mike bersama temannya Mike Barnstijn, dan Douglas Fregin mulai merintis RIM. Salah satu prestasi perusahaan itu, sebelum BlackBerry adalah berhasil mengembangkan barcode.

Lihatlah, selalu ada jalan untuk mewujudkan sebuah visi. Yang kita perlukan adalah merumuskan sebuah visi yang kuat, menajamkan visi tersebut, dan terus-menerus berusaha. Itu yang bisa kita pelajari dari Mike Lazaridis dan BlackBerry.

Sejarah industri di dunia mencatat banyak perusahaan besar, penemu hebat akhirnya bertumbangan. Bagaimana RIM dan BlackBerry bertahan? Fokus dan meningkatkan keunggulan produk. ”Kami punya karyawan 14 ribu orang yang hanya memikirkan satu produk: BlackBerry dan pelayanannya,” kata Mike.

Ketika krisis ekonomi memaksa orang melacikan ponsel, orang banyak masih menyisakan satu BlackBerry di genggaman. Kenapa? “BlackBerry lima kali lebih efisien, misalnya untuk mengirim dan membalas e-mail, dan kami punya baterei lebih tahan lama,” kata Mike.

Puaskah Mike dengan pencapaian RIM sejauh ini? Tidak. ”Ini hanya permulaan dari sebuah pasar yang besar. Saat ini ada satu smartphone dari enam telepon di dunia. Ini adalah persentase kecil. 10 tahun lagi, seluruh telepon adalah smartphone,” kata Mike, dan dia ingin BlackBerry menguasai sebanyak-banyaknya, sebanyak yang bisa mereka produksi.

Saya menulis ini dengan BlackBerry Bold di meja. Ini adalah BlackBerry kedua saya, setelah dulu saya pakai Curve. Beberapa data saya cari lewat Google di BlackBerry browser. Bukan karena tidak krisis, kalau saya masih pakai dua ponsel. Ini semata-mata karena saya memilih operator BlackBerry yang menurut saya murah, dan sementara itu, dengan ponsel yang lain beroperator lain, saya harus menjaga keterhubungan dengan banyak nomor-nomor penting.

Thursday, September 2, 2010

Renungan Kehidupan " Tuhan Selalu Memberikan Yang Terbaik"



Seorang suami sedang membetulkan genteng yang bocor karena kayunya sudah lapuk, tetapi tiba-tiba palunya jatuh kebawah, dibawahnya ada istrinya yang sedang asik bekerja menyapu halaman.


Dia berteriak sekeras-kerasnya dengan kasih kepada istrinya untuk diambilkan palu, tetapi sang istri tidak mendengar karena suasana dibawah sangat ramai apalagi dekat dengan jalan raya. 



Suami berinisiatif melempar dia dengan uang sepuluh ribu supaya tidak menyakitinya, dan berharap istrinya bisa menoleh keatas. tapi ternyata. ketika uang dilempar.. sang istri heran dan gembira kok ada uang jatuh dari langit, dia sangat senang dan memungut uang itu lalu kembali bekerja.....tanpa menoleh keatas. 




Suami mencoba lagi berteriak sambil melempar untuk yang kedua kali, kali ini uang yang nominalnya lebih besar (100 ribu). tapi masalahnya sama, sang istri jadi heran ada uang jatuh dari langit, tetapi tetap saja dia tidak mengerti apa yang diinginkan suaminya untuk menoleh keatas. 





Lalu dengan geregetan suami mengambil pecahan genteng, lalu dilempar tepat mengenai punggung istrinya. tentu saja istri berteriak kesakitan dan baru menoleh keatas...  sekalipun sakit namun kemudian mengerti apa yang di maksud suaminya....





Sahabat, Siapa sih yang tidak suka dilempar dengan berkat atau segala sesuatu yang enak dan menyenangkan ? Misalnya naik pangkat, rejeki yang melimpah, kemudahan dll. Tapi kadang justru kita sering lupa siapa SANG PELEMPAR berkat itu..bahkan kita sering tidak mengerti maksudNYA.





Justru seringkali lebih mujarab bila Tuhan melempar kita dengan masalah, sakit, problem dan sebagainya, memang sangat sakit dan menderita, tetapi justru itu seringkali cara jitu yang membuat kita memandang kepada NYA.. 





Kita membutuhkan pertolongan pada saat terjepit dan itulah yang seringkali dipakai oleh Tuhan agar manusia mengerti maksudNYA.. 





Jadi bersyukurlah karena masalah yang terjadi seringkali itulah yang  membuat kita sadar untuk menoleh kepada NYA dan semakin dekat dengan SANG PENCIPTA

Sunday, March 28, 2010

Orang Terpandai Di Dunia Grigory Perelman

Grigory Perelman, 43 tahun, matematikawan Rusia, Ia disebut sebagai "orang terpandai di dunia" dan telah mencengangkan para akademisi dan para ahli matematikan dunia, ketika ia mengumumkan bahwa ia telah memecahkan masalah matematika yang sangat rumit dan belum dapat terpecahkan.

Uniknya dia menolak segala pujian, penghargaan, hadiah uang yang besar, dan lebih memilih bertahan hidup seperti seorang pertapa. Dia hnaya tinggal di sebuah apartemen tua dengan dua kamar tidur bersama ibunya yang telah tua di St Petersburg. Terakhir dia mendapatkan penawaran hadiah akademik yang bernila 1 Juta $ US. Dengan tegas dan sopan dia hanya menjawab bahwa dia akan mempertimbangkan tawaran tersebut.

Pria Rusia ini telah menolak kehormatan yang tinggi sebelumnya. Pada tahun 2006, ia ditawari dan menolak untuk menerima Medali Fields, dalam dunia matematis penghargaan ini setara dengan Hadiah Nobel. Dia hanya mengatakan dia "tidak tertarik pada uang atau ketenaran" dan tidak ingin "semua orang memberi perhatian kepadanya, dia mengibaratkan dirinya seperti makhluk yang ada di kebun binatang".

"Grisha" sebagaimana ia dikenal teman-temannya, dilahirkan pada 1966.

Ibunya, Ludmila, adalah seorang matematikawan berbakat, dan ayahnya Yakov, yang sekarang tinggal di Israel, adalah seorang insinyur terkemuka. Grisha muda sangat berbakat, Dia terdaftar di sekolah matematika elit. "Pada tahun 1981, ia menjadi yang terbaik usianya di Uni Soviet," kenang Sergey Rukshin, direktur sekolah.

Mr Rukshin ingat bagaimana, pada usia 14, Mr Perelman mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk matematika bahkan menyisihkan biola kesayangannya. "Itu sangat penting baginya untuk menjadi nomor satu," katanya. Meninggalkan kesenangan dan fokus pada tujuan. Dia dikenal sebagai anak ajaib.

Di Negara Rusia waktu itu, faham tidak mempercayai orang-orang Yahudi sangat kuat dan anak ajaib ini harus berenang melawan arus yang kuat anti-Semitisme. "Ini adalah waktu yang mengerikan bagi orang-orang Yahudi," kata Rukshin. "Grigory adalah murni Yahudi dan aku tidak pernah berpikiran tetang faham tersebut namaun tidak demiukian dengan penguasa. Saat penguasa mengetahui, tahu aku telah mengundangnya untuk belajar di pusat matematika Rusia, pimpinan ditegur untuk faktor faham' politik etnis'."

Mr Perelman tetap berhasil memperoleh Leningrad PhD di universitas sebelum mengamankan posisi di lembaga tertinggi. Pada akhir 1980-an ia pindah ke Amerika untuk melakukan penelitian di universitas.

Dia sangat tertarik dalam mempelajari secara rutin makalah akademis dan bertekad untuk fokus pada pemecahan teka-teki matematika yang kompleks yang dikenal sebagai konjektur Poincare yang telah bingung matematikawan selama lebih dari satu abad. Tapi tampaknya rekan-rekan barunya kehilangan kesabaran dengan dia. Dia memilih untuk mundur dan bekerja sendiri.

Pada tahun 2002 dan 2003 ia diam-diam telah menerbitkan jawaban atas konjektur Poincare, yang melibatkan membuktikan hipotesis tentang tiga dimensi ruang dan akademisi yang percaya dapat lebih jauh pemahaman kita tentang bagaimana alam semesta terstruktur.

Butuh waktu empat tahun untuk tim akademisi dan ahli matematika di seluruh dunia untuk memeriksa Solusi dari Mr Perelman , tetapi akhirnya mereka membenarkan bahwa ia telah berhasil dan banyak ahli yang berpikir itu telah terpecahkan.

Tetangga melaporkan bahwa dia mengisi waktunya dengan bermain tenis meja ke dinding. Setiap hari mereka melihat dia berjalan ke sebuah toko kelontong di 1:30 di mana dia membeli hal yang sama: telur, keju, spaghetti, krim asam, roti dan satu kilo jeruk.

Beberapa wartawan yang mencoba menemuinya, hanya mendapatkan jawaban dari balik pintu yang tertutup. Para jurnalis menanyakan, "apakah dia akan menerima penawan hadiah US 1 Juta" tersebut ?, "Saya belum memutuskan," jawabnya, juga berucap dan menegaskan, "tidak ada yang perlu diketahui tentang dirinya".

Sumber : Telegraph London

Sunday, August 9, 2009

Rafael Nadal, Tidak Mengenal Kata Menyerah



Pria kelahiran 3 Juni 1986 di Manacor, Mallorca, Spanyol ini memang gambaran seorang pejuang sejati. Ia berusaha melawan semua anggapan bahwa ia hanyalah juara tenis di lapangan tanah liat. Nadal pun mati-matian meningkatkan kemampuannya di lapangan rumput. Perjuangannya mencapai puncak dengan keberhasilannya mengalahkan Federer di Wimbledon.

Dua musim berturut-turut, Nadal selalu kalah di final Wimbledon oleh Federer, pasalnya Nadal dikenal memang jago di lapangan tenis tanah liat sehingga ia hanya bisa menang dari Federer di final Perancis Terbuka, yang memang menggunakan lapangan tanah liat. Namun, jika berjumpa di lapangan rumput, hampir selalu dipastikan Federerlah pemenangnya.

Inilah kisah heroik yang terjadi dilapangan dalam mewujudkan "Big Dream Come True", Rafael Nadal mengalahkan petenis nomor satu dunia, Roger Federer di ajang tennis Wimbledon. Mungkin itulah hasil dari perjuangan habis-habisan dan pantang menyerah yang dilakukan Nadal. Mereka mencetak rekor permainan tenis terlama dalam sejarah, yakni 4 jam 48 menit. Itupun dengan skor yang sangat ketat, 6-4, 6-4, 6-7, 6-7, dan 9-7. Woow perjuangan yang sangat melelahkan dan berhasil membuahkan keberhasilan.


Kemenangan Nadal atas Federer di Wimbledon, menjadi sejarah tak terlupakan bagi Rafael Nadal. Sebab, selain bisa mengalahkan musuh bebuyutannya beberapa tahun belakangan, Nadal juga kembali mengharumkan nama negaranya-Spanyol-yang terakhir jadi juara di Wimbledon tahun 1966 atas nama Manuel Santana.

Pertandingan dengan kemenangan Nadal atas Federer tersebut layak disebut sebagai pertarungan tenis abad ini. Betapa tidak, susul menyusul angka, hingga jatuh bangun mewarnai partai yang diselingi hujan. Beberapa kali kejar mengejar angka terjadi, bahkan hingga ke angka kritis. Pemenang ditentukan oleh kesiapan dan mental juara serta semangat juang habis-habisan. Inilah gambaran dari seorang Rafael Nadal yang pantang menyerah mengejar mimpi. Itulah Rafael Nadal, si jago di lapangan tanah liat yang kini telah berhasil menaklukkan jagoan lapangan rumput.

"Saya masih tak percaya bisa memenangkan gelar di Wimbledon. Sejak kecil, saya memang memimpikan bermain di sini, tapi untuk jadi juara, itu sangat mengesankan. Apalagi, saya harus bertarung dengan pemain terhebat sepanjang sejarah di turnamen ini dimana saya merasakan kalah di final dua kali berturut-turut sebelumnya oleh pemain yang sama," ujar Nadal usai menang melawan musuh bebuyutannya itu.

Tapi, tak hanya itu, ia juga berhasil mengukir rekor 32 kali tak terkalahkan dalam berbagai kejuaraan. Meski, akhirnya ia harus mengaku kalah pada petenis Serbia, Novak Djokovic, justru pada puncak di mana ia mampu menggeser tahta Federer sebagai petenis nomor satu dunia 4,5 tahun berturut-turut. Kini, petenis yang mendapat gemblengan sangat keras dari pamannya sejak usia belasan itu, telah memetik hasilnya. Hasil latihan hingga larut malam yang diterapkan pamannya Toni, kini telah berbuah. Nadal bersiap untuk menggantikan posisi raja tenis pria saat ini.

Sungguh semangat pantang menyerah yang patut diteladani dari sosok Rafael Nadal. Berjuang empat tahun lebih untuk menggapai puncak-raja tenis pria-kini ia berhasil mewujudkan impiannya. Ia pun berjanji tak kan berhenti berjuang demi meraih supremasi di lapangan tenis. Demikian juga kita dalam perjuangan hidup ini, tak boleh berhenti meski telah merasa mendapatkah semua mimpi. Sebab, tantangan demi tantangan lain akan terus menanti untuk menjadikan kita sebagai juara sejati !

Tuesday, May 26, 2009

Proses Informal dalam Mendapatkan Solusi



Suatu ketika, di mata para petinggi Xerox, sudah terjadi pemborosan waktu yang dilakukan oleh para teknisi mereka yang bertugas untuk memperbaiki mesin-mesin foto copy buatan Xerox yang digunakan para pelanggan. Sebuah kinerja yang buruk menurut para manager itu. Mereka mendapati bahwa para teknisi itu sering terlihat menghabiskan waktu senggang di sela jam kerja dengan cara ngobrol di sebuah gudang suku cadang sambil menikmati kopi hangat. Mereka berbincang tentang pengalaman-pengalaman saat bertugas memperbaiki mesin foto copy yang rusak milik pelanggan mereka.

Jika dinilai dari sudut efisiensi secara umum, kebiasaan seperti yang dilakukan para teknisi itu bisa dianggap sebagai hanya buang-buang waktu saja. Apa lagi bagi orang-orang di belahan dunia barat sana, waktu adalah uang.

John S. Brown tidak sependapat dengan anggapan itu. Pria ini bertugas sebagai imuwan kepala di Xerox, perusahaan yang memproduksi mesin-mesin foto copy kelas dunia itu. Brown lalu menindakinya dengan menugaskan seorang antropolog yang menguasasi bidangnya untuk mengamati kebiasaan para teknisi dengan lebih dekat. Dan antropolog itu mendapatkan bukti bahwa acara "ngobrol-ngobrol" itu bukan "hanya buang-buang waktu saja", tapi justru mempunyai peran penting dalam menentukan keberhasilan para teknisi itu untuk dapat menyelesaikan tugas dengan baik di lapangan.

"Pekerjaan lapangan" bisa digambarkan sebagai pekerjaan social. Banyak didapati pada pekerjaan dalam bidang yang sejenis akan membentuk komunitas profesi secara alamiah diantara para pelakunya. Para teknisi itu tidak hanya sekedar memperbaiki kerusakan pada mesin, tapi mereka juga menambah wawasan tentang cara memperbaiki mesin dengan cara yang lebih baik. Pekerja lapangan adalah orang-orang yang mengandalkan pengetahuan pada bidangnya. Secara naluriah, acara "ngobrol" di gudang itu akan menjelma sebagai ajang saling tukar pengetahuan diantara mereka. Dan itu akan makin melengkapi wawasan para teknisi tersebut terhadap bidang pekerjaannya. Selanjutnya Brown mengatakan, "Perusahaan yang benar-benar genius akan memanfaatkan cara-cara yang tidak formal, spontan, yang seringkali bersumber dari inspirasi, untuk mendapatkan solusi guna menyelesaikan masalah-masalah yang pelik, yang tidak terselesaikan dengan proses formal".

Bekerja atau pun belajar adalah proses interaksi social. Dan perusahaan bisa digambarkan sebagai jaringan partisipasi. Menanamkan antusiasme dan komitmen adalah kunci untuk mendapatkan kinerja yang prima. Dua hal tadi dapat diusahakan namun tidak bisa dipaksakan.

Antusiasme dan komitmen menjelma dari ketertarikan. Dan itu bisa terjadi jika semua pekerja di sebuah perusahaan bersedia untuk bergabung dengan sukarela dalam membuat komitmen kepada sesama teman kerja, perusahaan tersebut dapat meraih keberhasilan.

Satu hal yang harus dihindari, jangan menimbulkan situasi dimana diantara mereka akan menjadi saling curiga karena beberapa hal. Misalnya tentang isue anak emas, teman dekat, atau kelompok. Perusahaan yang cerdas akan membuang kemungkinan itu jauh-jauh.

Sebagian besar materi tulisan diambil dari buku Daniel Goleman

Monday, May 25, 2009

Pemimpin Seperti Burung Elang



Dulu, ketika ada orang yang bercerita bahwa hampir semua pemimpin duduk kesepian di puncak piramida, saya agak kurang percaya. Pasalnya, secara kasat mata kelihatan, setiap pemimpin dikelilingi oleh banyak sekali pengikut. Di mana-mana muncul diikuti oleh banyak orang.

Sekian tahun setelah menjadi konsultan banyak pemimpin perusahaan, dan juga merasakan sendiri bagaimana kesepiannya saya di puncak piramida sebuah perusahaan swasta, terasa sekali kebenaran pernyataan di atas.

Ada banyak sekali hal yang hilang begitu duduk di atas. Tawa ria yang bebas, hubungan tanpa jarak, manusia-manusia tulus yang datang tanpa kepentingan, kebebasan dari politik perkantoran yang busuk, hidup dengan stress ringan, hanyalah sebagian kecil saja dari kemewahan hidup yang hilang.

Ketika hanya menjadi penasehat sejumlah pemimpin, ringan, enteng, dan jernih saja saya bisa menasehati mereka. Banyak klien yang bahkan mendekatkan anaknya ke saya, guna diberikan pencerahan berpikir ketika kesepian di atas. Namun, begitu duduk dan merasakan sendiri rasanya kesepian, baru terasa amat dalam substansi dari ide pemimpin yang kesepian di atas.

Ada kerinduan akan tawa yang bebas, tetapi saya tidak bisa melakukannya terlalu sering, sebab menyangkut the power of execution. Ada niat untuk lari dari politik perkantoran, tetapi tidak bisa ditinggalkan begitu saja, karena setiap pemimpin harus melakukan power games. Maunya memiliki stres yang ringan-ringan saja, namun di atas, hampir semua informasi hadir seperti teka-teki yang tidak saja mengasikkan, tetapi juga membawa tekanan.

Ketika dunia pemimpin belum saya tahu langsung wajah aslinya, mimpi untuk sampai di sana sering hadir. Sekarang, ketika semua itu sudah menjadi keseharian, kadang saya rindu akan dunia orang biasa yang sederhana dan bersahaja. Ada kebahagiaan tersendiri ketika bercengkerama dengan tukang taman yang mengurus taman rumah, dengan satpam yang menjadi penjaga rumah, atau dengan pedagang skoteng yang kerap lewat di malam hari. Namun, bukankah daya radiasi hidup dan kehidupan pemimpin jauh lebih luas dari sekadar manusia biasa yang sederhana dan bersahaja?

Pertanyaan terakhir inilah yang memompa semangat saya, untuk tegar kesepian di atas.

Lebih dari sekadar takut kesepian, pemimpin seyogyanya terbang seperti burung elang. Tinggi, sendirian, kesepian, namun memiliki helicopter"s view yang amat mengagumkan. Atau ibarat orang yang bangun di pagi hari sendirian, kemudian siap disebut aneh oleh semua orang ketika bertutur tentang apa yang terjadi di pagi hari.

Sebagaimana burung elang yang sebenarnya, ia memang tidak pernah terbang bersama-sama, dan juga penuh kebebasan. Ia senantiasa sendirian.

Setiap kali saya mengambil keputusan penting, selalu saya usahakan untuk membayangkan diri terbang tinggi, dan bebas dari segala ketakutan termasuk dipecat besok pagi. Untuk kemudian, berusaha sekuat tenaga mengangkat dan menarik bawahan ke atas. Persis seperti magnet, untuk menarik logam yang berat, diperlukan tenaga yang amat kuat.

Stres, marah, tegang, kehilangan kawan, bahkan kadang frustrasi adalah bagian dari tanda-tanda mulai terkuras habisnya tenaga untuk menarik orang-orang bawah. Apapun harganya, ia mesti dibayar oleh setiap orang
yang berani memutuskan diri hidup menjadi pemimpin.

Hanya dengan cara terakhir, daya radiasi pemimpin menjadi luas, dalam dan panjang. Magnetnya akan menarik ke atas banyak orang. Standar kualitasnya diikuti.

Meminjam contoh cantik John Maxwell, pemimpin orkestra ketika bekerja harus membalik punggung di hadapan pengunjung. Ia membuat keputusan seorang diri - sekali lagi seorang diri. Ia tidak bisa hanyut dengan pengunjung, dan memperhatikan respons pengunjung terhadap cara dia memimpin. Bakti hidup dan perhatiannya tidak ditujukan untuk pengunjung, tetapi untuk bawahan-bawahan yang ia pimpin. Tepuk tangan penonton itu penting, tetapi bukan itu tujuannya. Tujuan utamanya, memimpin pemain orkestra secara amat cemerlang.

Untuk mencapai tujuan tadi, pemimpin memerlukan lem yang bisa mengikat tanpa paksaan. Logika adalah salah satu perlengkapan dari lem tadi. Namun, sehebat-hebatnya logika, dia tidak bisa mengalahkan hubungan dari hati ke hati.

Hubungan terakhir, mirip sekali dengan semen. Sekali merekat, susah sekali merobohkannya. Bedanya dengan logika yang boros sekali dengan kata-kata, hubungan dari hati ke hati tidak memerlukan terlalu banyak kata-kata. Setiap tambahan kata-kata, hanya akan memperenggang hubungan. Namun ia merindukan banyak tindakan. Lebih-lebih yang dibangun di atas ketulusan dan kemurnian.

Setiap tambahan tindakan tadi, di satu sisi memperkuat kekuatan daya tarik magnet pimpinan, dan pada saat yang sama memperingan gerakan orang bawah untuk ditarik ke atas.

Ada saatnya, "burung elang" pemimpin akan terbang ringan, bebas dan sedikit hambatan. Dan ini sangat ditentukan pada daya rekat lem di atas.

Saya memang masih terbang berat dan memiliki cukup banyak hambatan. Namun, ada saatnya, ketika tabungan hubungan dari hati ke hati sudah memadai, "burung elang" saya akan terbang bebas dan ringan.

Sama dengan burung elang yang sebenarnya, di titik ini, setiap hambatan tidak membuat daya jangkau terbangnya menyempit. Justru hambatan tadi - seperti angin - akan membuat burung elang terbang semakin jauh dan semakin jauh.
Oleh :(Gede Prama)

Sunday, May 24, 2009

Pembuat Facebook menjadi Anak muda terkaya di dunia

Mark Elliot Zuckerberg (lahir 14 Mei 1984) adalah seorang programer komputer dan pengusaha asal Amerika Serikat. Ia menjadi kaya di umurnya yang relatif muda karena berhasil mendirikan dan mengembangkan situs jaringan sosial Facebook dengan bantuan teman Harvardnya Andrew McCollum dan teman sekamarnya Dustin Moskovitz dan Crish Hughes. Saat ini ia menjabat sebagai CEO Facebook.

Usia Mark Zuckerberg baru 24 tahun, tetapi ia bisa menghasilkan 1,5 miliar dollar AS. Keberhasilan pria pendiri Facebook, salah satu situs jejaring sosial ternama di dunia, ini membuatnya nangkring dalam jajaran 400 orang terkaya di Amerika versi Forbes. Tidak hanya itu, dalam jajaran tersebut ia juga dinobatkan sebagai orang kaya yang paling muda. Forbes mencatatnya sebagai milyarder termuda, atas usaha sendiri dan bukan karena warisan, yang pernah tercatat dalam sejarah.
Semula, Zuckerberg mengembangkan Facebook di dalam kamar asramanya semasa kuliah di Harvard. Anggota pertama yang bergabung dalam Facebook adalah teman-temannya sendiri. Dalam jangka waktu dua minggu, sepertiga dari siswa Harvard telah menjadi anggota tetap Facebook.

Walaupun ia sempat mengenyam pendidikan di Harvard, bahkan merintis Facebook di perguruan tinggi ternama itu, ia tercatat belum menyelesaikan studinya sehingga titel sarjana pun belum disandangnya. Pengguna Facebook terus meningkat dan kini mencapai 100 juta member di seluruh dunia dengan keuntungannya ditaksir mencapai 300 juta dollar per tahun. Malah ada sejumlah orang yang tak lagi jadi mahasiswa atau yang masih di sekolah ingin bergabung.

Jejaring yang dihim­punnya meliputi 55.000 jaringan berdasarkan demografi, pekerjaan, sekolah, kolegial, dan sebagainya. Setiap harinya ada foto yang di-upload (dimasukkan ke Facebook) dan pesan yang dikirim. Prestasi yang diraih Zackerberg tak benar-benar mulus. Sejumlah perkara ia dapatkan sehubungan dengan Facebook, termasuk tudingan yang menyebutkan rancangan Facebook sebenarnya tiruan. Di tengah sejumlah kontroversi itu, nama Facebook dan Mark Zackerberg tetap digemari banyak orang. Bahkan, Microsoft tertarik untuk membeli 1,6 persen saham Facebook dengan nilai 240 juta dollar, akhir Oktober lalu. Transaksi ini menunjukkan nilai kapitalisasi Facebook ternyata lebih tinggi, yaitu sekitar 15 miliar dollar. Setelah itu sejumlah tawaran mengepung Facebook.

Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan.

Pada sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei 1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung. Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.

Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama tiga rekannya-Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian membuka keanggotaan Facebook untuk umum.

Mark ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah yang membuat Facebook makin digemari. Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya. Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.
Sejak kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi 60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini, angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.

Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan' yang sangat laku. Tak heran, raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15 miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.

Niat Mark Zuckerberg untuk sekadar ‘menyatukan' komunitas kampusnya dalam sebuah jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan kesempatan yang dapat mengubah hidup makin bermakna.

Thursday, September 4, 2008

Bersyukurlah....

Hari ini saya mendapatkan email .. dari seorang sahabat, Thanks Tio Alex

Untuk renungan kita bersama……

> Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena
> kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri,
> tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
> Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan
> menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya
> jika dia bisa melihat dunia

>
> Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata
> kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk
> kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa
> melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?"
> Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata
> buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.
>
> Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian
> menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu,
> "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."
>
> * * * * *
>
> Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia
> berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit
> orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan
> lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus
> berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan
> di saat yang paling menyakitkan.
>
> Hidup adalah anugerah
>
> Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan
> kata-kata kasar -
> Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
>
> Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu -
> Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk
> dimakan.
>
> Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu -
> Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta
> pasangan hidup.
>
> Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu -
> Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.
>
> Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anamu -
> Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran
> seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
>
> Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan
> tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai -
> Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
>
> Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh -
> Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk
> menempuh jarak yang sama.
>
> Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu -
> Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang
> menginginkan pekerjaanmu.
>
> Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain -
> Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan
> kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
>
> Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu -
> Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada
> Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
>
> Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan
> isilah itu.
>
> NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU
> TIDAK AKAN TERULANG LAGI!

Wednesday, September 3, 2008

Steve Jobs "Stay Hungry and Stay Foolish" Part II



Cerita kedua saya adalah mengenai cinta dan kehilangan

Saya beruntung – saya menemukan apa yang saya senangi di awal-awal kehidupan saya. Woz dan aku memulai Apple di garasi rumah orang tuaku ketika aku berumur 20. Kami bekerja keras, dan dalam 10 tahun Apple telah berkembang dari kami berdua di garasi menjadi sebuah perusahaan senilai 2 miliar US dollar dengan lebih dari 4000 pekerja.


Saat kami baru saja melepas kreasi terbaik kami ke pasaran –Macintosh- setahun lebih awal, dan saya beranjak ke umur 30. Dan saya dipecat. Bagaimana kamu bisa dipecat dari perusahaan yang kamu buat sendiri ? Seiring dengan perkembangan Apple, kami menggunakan seseorang yang saya pikir sangat baik untuk mengelola perusahaan ini bersama saya, dan untuk beberapa tahun hal ini berjalan dengan baik. Tetapi kemudian visi dan misi kami mulai berbeda, dan terjadi kemelut sehingga kami jatuh. Dewan Direksi berpihak kepadanya. Jadi pada umur 30 tahun saya keluar. Benar-benar keluar dari Apple. Apa yang telah menjadi focus tujuan hidup saya hilang, dan hal itu sangat menyakitkan. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan beberapa bulan ke depan. Saya merasa bahwa saya telah membuat generasi entrepreneur saya jatuh, seolah-olah tongkat estafet itu jatuh ketika dioper kepada saya. Saya bertemu David Packard dan Bob Noyce dan mencoba meminta maaf karena telah mengacaukan segalanya. Saya benar-benar hancur dan pernah berpikiran untuk pergi dari Sillicon Valley. Tetapi sesuatu mulai menunjukkan titik terang kepada saya- saya masih menyukai apa yang saya perbuat. Titik balik hidup saya di Apple tidak berubah sedikitpun. Saya telah dipecat, tapi saya tetap mencintai bidang itu. Jadi saya memutuskan untuk memulai lagi.

Saya tidak mengerti pada awalnya, namun akhirnya saya mengerti, bahwa dipecat dari Apple adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada hidup saya. Hal berat mengenai sosok orang yang sukses diganti lagi dengan keringanan menjadi seorang pemula lagi. Hal ini membebaskan saya untuk memasuki salah satu masa paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam 5 tahu kedepannya, saya memulai sebuah usaha baru yang diberi nama NeXT, sebuah perusahaan yang nantinya akan bernama Pixar, dan aku jatuh cinta pada seorang wanita yang luar biasa yang sekarang menjadi istri saya. Pixar menjadi perusahaan pertama yang memroduksi film animasi komputer, berjudul Toy Story, dan Pixar menjadi salah satu perusahaan animasi tersukses di dunia. Lalu singkat kata, Apple membeli NeXT, aku kembali ke Apple, dan teknologi yang dikembangkan di NeXT menjadi inti dari kebangkitan Apple pada masa itu. Dan Laurene (duh, namanya itu loh…,redaksi) dan saya memiliki keluarga yang bahagia.

Saya percaya bahwa hal ini tidak mungkin terjadi jika saya tidak pernah dipecat dari Apple. Masa itu merupakan pil pahit, tapi pasien yang sakit membutuhkannya untuk sembuh. Terkadang kehidupan memukul kepalamu dengan batu bata yang keras. Jangan Kehilangan kepercayaan! Saya yakin bahwa satu-satunya hal yang membuat saya terus maju adalah saya mencintai apa yang saya kerjakan. Kamu harus menemukan apa yang kamu sukai, jika kamu belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hatimu akan menunjukkan hal apa yang membuatmu tertarik ketika kamu menemukannya. Dan seperti halnya sebuah relasi yang kuat, kesukaan itu akan bertambah baik setelah lama kamu menekuninya. Jadi, teruslah mencari apa yang kamu sukai. Jangan menyerah.

Cerita Ketigaku adalah mengenai Kematian

Ketika aku berumur 17 tahun, aku membaca sebuah pepatah yang kira-kira berbunyi seperti demikian: “Jika kamu menganggap setiap hari adalah hari terakhir kamu hidup, maka perilakumu tentu akan berbeda.” Hal ini memberikan pengaruh terhadap hidupku, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun, aku selalu melihat cermin dan bertanya kepada diriku sendiri, “Jika ini adalah hari terakhir aku hidup, apakah aku akan melakukan apa yang kukerjakan hari ini?” Jika jawabannya adalah “Tidak” untuk beberapa hari berurutan, aku tahu bahwa aku perlu merubah sesuatu.

Mengingat bahwa aku akan segera mati adalah sebuah alat yang efektif yang dapat aku temukan untuk membuat pilihan yang tepat atas hidupku. Karena hampir semuanya – ekspektasi orang lain, ketenaran, ketakutan akan kegagalan, atau dipermalukan – Hal-hal ini akan runtuh saat kita menghadapi maut, dan meninggalkan sesuatu yang sangat penting. Mengingat bahwa kita akan mati adalah cara paling baik untuk menghindari perangkap bahwa kita akan kehilangan sesuatu. Kamu sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti tujuan hati.

Sekitar setahun yang lalu aku didiagnosis menderita kanker. Aku di-scan jam 7.30 pagi, dan menunjukkan aku memiliki tumor di pancreas. Aku bahkan tak tahu apa itu pancreas. Dokter memberitahuku bahwa kanker jenis ini dipastikan adalah jenis kanker yang tidak dapat disembuhkan, dan masa hidupku tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokterku menyarankan aku pulang ke rumah dan segera mempersiapkan segalanya, yang berarti adalah kode etik dokter untuk mempersiapkan kematian. Hal itu berarti berusaha menjelaskan kepada anak-anakmu apa yang dalam 10 tahun harus kamu beritahukan kepada mereka, namun harus kamu jelaskan dalam waktu beberapa bulan. Hal itu berarti untuk memastikan segalanya telah dipersiapkan dengan baik sehingga kepergianmu dapat diterima keluargamu dengan baik. Hal itu berarti untuk mengucapkan selamat tinggal.

Aku hidup dengan hasil diagnosis setiap hari. Sampai pada suatu sore aku di-biopsi, ketika mereka memasukkan endoskop melalui tenggorokanku, masuk ke lambung lalu sistem pencernaanku, dan mereka mengambil contoh sel pankreasku. Aku pasrah, namun istriku yang juga berada di sana, memberitahuku bahwa ketika para dokter memeriksa sel tersebut di mikroskop, Para dokter menjadi terharu kanrena megetahui bahwa ternyata kanker tersebut sangatlah langka dan ternyata dapat disembuhkan dengan operasi. Aku mengalami operasi dan sekrang baik-baik saja.

Itu adalah peristiwa di mana aku hampir dekat dengan kematian, dan aku berharap itu adalah yang paling menyerempet maut untuk beberapa puluh tahun mendatang. Dengan hasil diagnosis tersebut, sekarang saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa kematian adalah konsep yang berguna dan dapat dipakai dengan pendekatan intelektual.

Tidak ada seorangpun yang ingin mati. Bahkan, mereka yang berharap akan masuk surga berharap mereka tidak harus mati untuk mencapai surga. Kematian adalah hal terakhir bagi semua orang. Tidak ada yang pernah luput dari peristiwa kematian. Sebagaimana seharusnya, Kematian adalah hal yang paling menakjubkan selain kehidupan. Kematian adalah agen perubahan kehidupan. Kematian membuat dunia yang lama tergantikan dengan yang baru. Sekarang anda adalah agen yang baru, tapi tak lama lagi, anda akan menjadi tua dan digantikan dengan yang baru lagi. Aku tak berusaha mendramatisir, namun inilah kenyataannya.

Waktumu terbatas, JADI JANGAN MENGHABISKAN WAKTUMU UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN ORANG LAIN. Jangan terjebak akan dogma-dogma yang ada – yaitu HIDUP DENGAN HASIL PEMIKIRAN ORANG LAIN. Jangan membuat pikiran dan anggapan orang lain malah mengaburkan suara hatimu. Dan yang paling penting, Milikilah selalu keinginan untuk mengikuti hati dan intuisimu. Hati dan intuisimu, dengan cara yang tak terduga sudah mengetahui apa yang sebenarnya kamu inginkan. Hal lainnya adalah hal sekunder.

Ketika aku masih muda, ada sebuah literatur yang sangat menakjubkan bernama The Whole Earth Catalog, yang merupakan salah satu buku terbaik selama generasiku. Dikarang oleh seseorang yang bernama Stewart Brand di suatu tempat tak jauh dari sini, yang bernama Menlo Park, dan ia memberikan sentuhan puitis terhadap dunia ini. Masa-masa ini adalah di akhir 1960-an, tepat sebelum personal computer tercipta, dan segalanya masih dibuat dengan Mesin Ketik, gunting, dan kamera Polaroid. Ini seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum Google tercipta: idealistis, dan tercipta dengan hal yang luar biasa.

Stewart bersama tim-nya menulis beberapa isu penting pada buku The Whole Earth Catalog, dan kemudian ketika saat mereka mulai habis, mereka menulis berita terakhir. Itu terjadi sekitar pertengahan tahun 1970, ketika aku seumur kamu. Di balik literatur terakhir mereka, ada sebuah foto mengenai jalanan di sebuah pedesaan di pagi hari, yang akan membangkitkan semangatmu untuk mendakinya jika kamu berjiwa petualang. Di bawahnya tertulis: “Stay Hungry, Stay Foolish”. Itu adalah uacapan perpisahan mereka sebelum mereka pension. Stay Hungry, Stay Foolish. Dan aku berharap aku dapat selalu menerapkan hal itu dalam hidup saya. Dan sekarang, pesan saya kepada para lulusan baru… aku berharap…

Stay Hungry, Stay Foolish

Terima kasih…[end]



Steve Jobs "Stay Hungry and Stay Foolish" Part I


Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama:
Menghubungkan Titik-Titik*
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.

Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena "kecelakaan" dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: "kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat ? Mereka menjawab: "Tentu saja." Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan
menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford,
sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan- habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun
memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang > pernah saya ambil. Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.

Masa-masa itu tidak selalu menyenangka n. Saya tidak punya kamar kos
sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh: ReedCollegemungkin waktu itu > adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi.Di seluruh penjuru kampus,
setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya.
Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya
memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat.

Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak > huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak > berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadigamblang. Sekali lagi, *Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.


Sunday, August 24, 2008

Event + Response = Outcome

Dalam dunia bisnis dan kehidupan, banyak terjadi berbagai hal baik yang sesuai atau tidak sesuai dengan harapan anda. Maka, hasil yang anda dapatkan adalah kumulasi dari event atau kejadian yang terjadi, ditambah dengan response atau reaksi yang anda berikan, menghasilkan outcome atau hasil yang anda hadapi kemudian.

Rumus sederhananya adalah:

E + R = O

(Event + Response = Outcome)


Jack Canfield dalam bukunya "The Success Principle" Dimana hasil yang kita dapatkan adalah buah dari kemampuan kita bereaksi terhadap segala kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita sehari - hari.

Misalnya saja, terjadi suatu kejadian dalam kehidupan kita. Anda bisa memilih reaksi anda, apakah anda berusaha melihat pelajaran atau kesempatan apa yang bisa anda ambil dari kejadian tersebut daripada anda menyalahkan mengapa hal itu terjadi pada anda.
Misalnya saja, dalam suatu perjalanan, saya berangkat lebih pagi ke airport agar tidak terlambat naik pesawat. Tak disangka, pesawat saya justru delay 3 jam! Bebrapa penumpang mulai marah - marah dan komplain terhadap maskapai penerbangan yang delay tersebut. Setelah meras gelisah selama 15 menit, saya pun menyadari bahwa tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mengubah jadwal delay tersebut. Maka saya mulai membaca sebuah buku yang belum saya selesaikan.

Usai membaca, ternyata pesawat saya delay lagi 2 jam! Maka segera saja saya keluarkan laptop yang saya bawa untuk menyelesaikan sebuah tulisan yang belum sempurna. Ketika saya sedang mengerjakan presentasi tersebut, seorang bapak menegur saya. Beliau menanyakan tulisan apa yang sedang saya kerjakan dan apa pekerjaan saya. Maka sayapun bercerita tentang perusahaan tempat saya bekerja dan kegiatan saya menulis di blog pribadi. Tak disangka, ternyata bapak tersebut menawarkan kesempatan bagi saya untuk dapat diajarkan membuat blog pribadinya dan tidak lupa meninggalkan kartu namanya, ternyata beliau adalah seorang pengusaha sukses di Kalimantan.

Suatu pengalaman yang menyenangkan, suatu delay pesawat yang menyebalkan bagi saya berubah menjadi kesempatan bisnis yang menguntungkan.

Dari sini anda bisa melihat, anda bisa memilih reaksi apa yang akan anda munculkan. Bisa saja anda terus mengomel, marah, dan melakukan blaming terhadap kejadian itu, maka tida ada juga yang anda peroleh. Tapi bila anda bisa mengubah reaksi anda, memanfaatkan celah dan kesempatan yang ada dari suatu kejadian betapapun buruknya, anda pasti juga akan memperoleh hasil yang baik dari kejadian tersebut.

Pandai - pandailah memilih reaksi apa yang akan anda munculkan dalam menghadapi suatu kejadian. Anda bisa saja hanya bertindak pasif dan menerima kejadian tersebut. Tapi anda bisa juga melakukan change dan mendapatkan hasil yang luar biasa dari kejadian yang tampaknya buruk sekalipun.

Tuesday, February 5, 2008

Good Day…all of you…

Hari ini aku mendapatkan kiriman email dari temanku ... thanks Linda ...

Setiap Hari Dalam Hidupmu adalah Istimewa.... .
Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan underwear.
Dia membuka bungkusan berbahan sutra " Ini, ......", dia berkata,
" Bukan bungkusan yang asing lagi....."

Dia membuka kotak itu Dan memandang underwear berbahan sutra serta kotaknya. "Istriku membeli ini ketika pertama kali kami pergi ke New York,
Kira-kira 8 atau 9 tahun yang lalu.
Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini apalagi mengenakannya.
Karena menurut dia, hanya akan dia gunakan untuk kesempatan yang istimewa."

Dia melangkah ke dekat tempat tidur Dan meletakkan bungkusan tersebut
Di dekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman.
Istrinya baru saja meninggal.
Dia menoleh padaku Dan berkata:
"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, KARENA SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH ISTIMEWA!"

Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku.
Sekarang aku lebih banyak membaca Dan mengurangi bersih-bersih.
Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun.
Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku
Dan mengurangi waktu bekerjaku.
Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman
Supaya bisa hidup, tidak semata-Mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja. Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu.
Aku menggunakan gelas-gelas kristal kesayanganku setiap Hari.
Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak akan menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemana pun aku menginginkannya.
Kata-kata "Suatu Hari ....." Dan "Suatu saat nanti....." sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar Dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang.
Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku itu apabila dia tahu
Dia tidak akan Ada di sana pagi berikutnya,
Ini yang tak seorangpun mampu mengatakannya.

Aku berpikir, jika mungkin dia tahu, malam sebelumnya dia pasti sedang mengenakan underwear kesayangannya itu. Atau sehari sebulumnya dia akan menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia akan menelpon teman lama untuk berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Mungkin dia akan pergi makan Martabak Spesial, makanan favoritnya bersama suaminya. Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan Kita sesali jika tak sempat Kita lakukan. Kita akan menyesalinya, karena Kita tidak akan lebih lama lagi melihat orang-orang yang Kita sayangi.

Aku teringat orang-orang yang aku kasihi
Aku akan menyesal Dan merasa sedih,
Jika aku tidak sempat mengatakan betapa aku sangat mencintai mereka.
Sekarang, aku akan mencoba untuk tidak menunda
Atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa
Dan bisa membuatku menikmati hidup.
Dan setiap pagi, aku akan berkata kepada diriku sendiri
Bahwa Hari ini adalah Hari yang istimewa bagiku.
Setiap Hari, setiap jam, setiap menit, adalah istimewa.


Apabila kamu mendapatkan pesan ini,
Itu karena seseorang peduli padamu
Dan mungkin karena Ada seseorang yang seharusnya kamu pedulikan.
Jika kamu terlalu sibuk untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain
Dan kamu berkata kepada dirimu sendiri
Bahwa kamu akan mengirimkannya "suatu saat nanti....."
Ingatlah bahwa "suatu saat nanti" itu sangat jauh.
Dan mungkin tidak akan pernah datang padamu.....

Salam ....

Sunday, February 3, 2008

BE PATIENT




Inspiring Stories

Pause and Ponder ,Think before you act ......... Be Patient .



A man came out of his home to admire his new truck. To his puzzlement, his three-year-old son was happily hammering dents into the shiny paint.



The man ran to his son, knocked him away, hammered the little boy's hands into pulp as punishment. When the father calmed down, he rushed his son to the hospital.



Although the doctor tried desperately to save the crushed bones, he finally had to amputate the fingers from both the boy's hands.



When the boy woke up from the surgery & saw his bandaged stubs, he innocently said, " Daddy, I'm SORRY ABOUT YOUR TRUCK then he asked, "but WHEN ARE MY FINGERS GOING TO GROW BACK ?"



The Father went home & committed suicide.Think first before u lose your patience with someone you love.
Trucks can be repaired. Broken bones & hurt feeling often can't.



Too often we fail to recognise the difference between the person and the performance.




Blind love without understanding will lead us to a damage....


I hope we can learn much from those story ...


We aware, its used happend in real life, even not any time but should its happened


once again ? back to our self..!!
 

FREE HOT VIDEO 1 | HOT GIRL GALERRY 1

FREE HOT VIDEO 2 | HOT GIRL GALERRY 2

FREE HOT VIDEO 3 | HOT GIRL GALERRY 3

FREE HOT VIDEO 4 | HOT GIRL GALERRY 4

FREE HOT VIDEO 5 | HOT GIRL GALERRY 5

FREE HOT VIDEO 6 | HOT GIRL GALERRY 6

FREE HOT VIDEO 7 | HOT GIRL GALERRY 7

FREE HOT VIDEO 8 | HOT GIRL GALERRY 8

FREE HOT VIDEO 9 | HOT GIRL GALERRY 9

FREE HOT VIDEO 10|HOT GIRL GALERRY 10

FREE HOT VIDEO 11|HOT GIRL GALERRY 11