Showing posts with label Facebook. Show all posts
Showing posts with label Facebook. Show all posts

Friday, January 14, 2011

Pengguna Facebook Indonesia 34 juta


Pengguna Facebook asal Indonesia rupanya terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Dalam catatan firma strategi marketingCandytech baru-baru ini, pengguna Facebook asal Indonesia hampir mencapai 34 juta, tepatnya 33.920.020 anggota.

Melalui statistik portal Socialbakers (sebelumnya Facebakers), Candytech mencatat pengguna aktif bulanan Facebook telah mencapai 596 juta anggota.

Co-founder Candytech, Jan Rezab, mengatakan bahwa informasi agregat ini diperoleh dari alat (tool) iklan di Facebook. "Jika Anda mencoba membuat iklan melalui Facebook Advertising, Anda dapat memilih target pengguna menurut lokasi," kata dia seperti dikutip TechCrunch, Jumat 15 Januari 2011.
Melalui alat itu, Facebook akan menunjukkan berapa banyak anggotanya di lokasi tersebut.  Menurut Rezab, melalui metode itu pengguna Facebook di AS telah mencapai 146 juta anggota.

Sebelumnya, menurut comScore, Facebook telah menjadi website terbesar ketiga di dunia. Jejaring sosial ini diperkirakan bisa menggaet 648 juta pengunjung (unique visitors) dari seluruh dunia pada November 2010.

Socialbakers juga mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah menyokong pertumbuhan Facebook yang lumayan besar dalam enam bulan terakhir. Sepanjang enam bulan itu, Amerika Serikat mencatat pertumbuhan lebih dari 20,7 juta pengguna baru, India 8,3 juta pengguna baru, Indonesia lebih dari 8 juta pengguna baru, Filipina 6,2 juta pengguna baru, dan Meksiko 5,8 juta pengguna baru.

Thursday, January 13, 2011

Tampilan Profil Baru Facebook



SETELAH
 didera isu akan ditutup, mulai hari ini Facebook justru meluncurkan profil baru. Sebuah tampilan yang lebih mengakrabkan teman-teman. 

Profil terbaru ini sebetulnya sudah diujicoba sebulan lalu, agar para pengguna siap menghadapi wajah baru di jejaring sosial terbesar di dunia ini.  

Profil tersebut akan memudahkan para pengguna Facebook untuk berbagi cerita atau pengalaman dengan teman-teman. ''Dari situlah Anda dan teman-teman bisa berbagi pengalaman,'' tulis situs Facebook. 

Hal baru lagi, profil Anda menjadi salah satu hal favorit. Kini tidak hanya data diri saja yang ada. Facebook menambahkan ruang untuk pengguna menjelaskan dimana Anda dibesarkan. 
Facebook juga akan memberikan ruang arti persahabatan Anda dengan teman-teman lainnya. Ruangan itu menjadi arena berbagi. Termasuk daftar kegiatan favorit, minat, dan kemampuan. 

Anda pun diberi kebebasan untuk memberikan tag kepada teman-teman yang memiliki kesamaan dalam minat. Jika Anda tidak ingin foto ditampilkan di halaman Anda, cukup klik tombol X di sudut foto. Nantinya foto tidak akan muncul. 

Sunday, January 9, 2011

Facebook Ditutup Maret 2011





Kabar mengejutkan datang dari Mark Zuckerberg. Pendiri situs jejaring sosial terbesar di dunia ini mengumumkan akan menutup Facebook bulan Maret 2011 ini.

Mengelola Facebook membuat stress, begitu salah satu alasan Zuckerberg, salah satu anak muda terkaya di dunia, untuk menutup Facebook.


"Facebook berjalan di luar kendali," kata Zuckerberg dalam jumpa pers di kantornya, Palo Alto, Amerika Serikat.



"Stres mengelola perusahaan ini telah membuat hidupku menderita," kata anak muda yang tidak peduli dengan uang ini. "Saya harus mengakhiri semua kesulitan ini," katanya seperti dikutip Weeklywrdnews.com

Zuckerberg menjelaskan, mulai 15 Maret 2011 pengguna Facebook tidak bisa lagi mengakses akun Facebook-nya.

“Setelah 15 Maret, seluruh website (Facebook) akan ditutup," tambah Avrat Humarthi, Vice President of Technical Affairs Facebook.

Saturday, December 25, 2010

Situs Facebook, Situs Terbesar Ketiga di Dunia



Situs
Facebook kini merupakan situs ketiga terbesar di dunia. Mereka mengambil posisi ketiga tersebut dari Yahoo, menurut comScore.

Facebook menarik 648 juta pengunjung dari seluruh dunia pada bulan November 2010, jika dibandingkan dengan Yahoo yang hanya mampu menarik 630 juta pengunjung. Di posisi kedua ditempati oleh Microsoft dengan 869 juta pengunjung, lalu posisi pertama diduduki oleh Google dengan 970 juta pengunjung.
Seperti yang dikutip dari TechCrunch, Sabtu (25/12/2010), Facebook menjadi website ke empat terbesar di dunia sejak 18 bulan yang lalu, dan dengan cepat melewati Yahoo dalam kategori page view.

Facebook baru-baru ini juga kalahkan Yahoo, dan menjadi situs video kedua terbesar di AS, dan juga kedua terbesar untuk trafik (sesudah Google). Tidak mengherankan kalau Carol Bartz, CEO dari Yahoo, melihat Facebook sebagai kompetitor terbesar mereka, bukan Google.

Meskipun begitu, di AS Yahoo masih menduduki urutan pertama untuk kategori jumlah total pengunjung bulanan (181 juta pengunjung), sementara Facebook berada di posisi ke empat (152 juta pengunjung).

Tuesday, December 21, 2010

Facebook Kembangkan Fitur E-Commerce


Majalah  Businessweek memberitakan, perusahaan jejaring sosial ini berencana membuat gebrakan besar di 2011 dengan melayangkan fitur jual beli elektronik atau e-commerce.
Meskipun beberapa situs seperti J.C Penney dan 1-800 Flowers telah menghubungkan produk mereka dengan Facebook, namun jejaring sosial itu ingin meningkatkan ekspansi mereka.
Manajer Facebook telah bertemu dengan 20 perusahaan, berdasarkan keterangan David Fisch yang memimpin bidang kemitraan di Facebook. Jejaring sosial yang memiliki anggota lebih dari 500 juta orang ini bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk membuat toko elektronik mereka sendiri yang terhubung dengan situs. Perusahaan akan memanfaatkan fitur interaktif di jejaring sosial itu.

Sebenarnya, Facebook telah memiliki sistem spesifik untuk pertukaran moneter yang disebut Facebook Credits di mana anda membeli mata uang virtual dengan uang nyata untuk digunakan dalam permainan dan aplikasi.
Namun, Fisch menyebutkan bahwa fitur itu tidak mampu untuk membeli produk nyata. Meskipun Facebook berjanji tidak akan menarik keuntungan dari fitur ini, mereka berdalih layanan tersebut sebagai cara meningkatkan loyalitas pengguna dan menambah jumlah pengiklan.
Studi terbaru menunjukkan bahwa 60% penggemar sebuah merek di Facebook lebih sering merekomendasikan merek tersebut setelah mereka tergabung di kelompok Facebook. Bahkan, lebih dari 51% diantaranya menjadi lebih sering menggunakan merek tersebut.
Salah satu analis memperkirakan dalam lima tahun, 15% konsumen yang berada di negara berkembang akan memanfaatkan layanan komersial elektronik, salah satunya dengan Facebook. 
Kemajuan dunia Internet sebagai sarana bisnis akan terus meningkat di masa depan, Produsen dan Konsumen akan semakin dimudahkan dalam mendapatkan informasi produk dan melakukan transaksi jual beli.

Facebook CEO Visits China's Top Search Engine



"It was just two nerds comparing notes," the spokesman said. "Keep the speculation in check."
But when those nerds happened to be the Facebook founder, Mark Zuckerberg - recently named person of the year by Time Magazine - and Robin Li - the head of Baidu, the biggest search engine in China - there was no way a quiet business lunch was going to remain quiet.
Moments after Zuckerberg and Li were seen strolling through the canteen in Baidu's Beijing headquarters overnight, an employee posted a blurred mobile-phone photograph of them on her microblog.
Mark Zuckerberg's meeting with the CEO of China's largest search engine prompts speculation about Facebook's prospects in the country. 

The image spread quickly, first via Chinese social networking sites, then on to the English side of the internet, prompting speculation that the two IT players may be planning to cross the divide.
Zuckerberg has made no secret of his desire to expand in China, where Facebook has been blocked by the government censors' Great Firewall since 2008. On a recent global map of Facebook users, China appeared as a black spot, though it has a bigger internet population than any country on Earth.
Zuckerberg's current holiday is his first known trip behind the Great Firewall. But he has started taking Mandarin lessons, and recently asked Facebook members for tips on places to visit with his girlfriend, Priscilla Chan.
In a recent speech at Stanford University, he said the company may turn its attention to China in a year if it can first crack Japan, South Korea and Russia.
"How can you connect the whole world if you leave out a billion people?" he asked then. "Our theory is that if we can show that we as a western company can succeed in a place where no other country has, then we can start to figure out the right partnerships we would need to succeed in China on our terms."
Zuckerberg appears to have found common ground with Li, an internet entrepreneur who has completed a postgraduate course in the US.
Since then, he has shrugged off Google and Yahoo, as well as criticism about a supposedly weak stance on censorship and copyright piracy, to make Baidu the dominant force in the Chinese search engine market. In an earlier interview with the Guardian, Li said Baidu would one day become an international rival to Microsoft and Google.
Since the two men were introduced, at Palo Alto in autumn 2009, they have met twice before today, and are said to have hit it off.
Kaiser Kuo, Baidu's director of international communications, said he was not privy to the details of their latest discussion. "As far as I know, this was two nerds comparing notes," he said.
Any talks are likely to be exploratory. Given the furore over censorship that followed Google's decision to curtail its Chinese search engine earlier this year, it is unlikely Facebook and Baidu would like to draw further attention to the issue.
China already has two social networks that are Facebook imitators: Kaixin, with 80 million users, and Renren, with 150 million. These lack the economic clout and global reach of Zuckerberg's company but they do have the advantages of language and cultural awareness, as well as the protection of the Great Firewall.
To tackle them and other big Chinese platforms, such as QQ, Facebook would probably have to move inside the firewall and accept greater censorship.
"If Facebook wanted to enter China, it would not have to change its function, because netizens here are used to copycats already, but it must, like other international internet companies, obey Chinese laws and regulations," said Hu Yong, a professor at Beijing University's School of Journalism and Communication.
The Guardian

Wednesday, December 1, 2010

Eks Pendiri Facebook Bikin Situs Jejaring Sosial Jumo


Pendiri Facebook Chris Hughes yang meninggalkan jejaring sosial itu untuk mendukung kampanye online Presiden Barack Obama, kini membuka situs baru.
Saat ini, Jumo.com sudah dalam masa pengujian. Situs ini memiliki misi menghubungkan ‘jutaan orang yang ingin meningkatkan kehidupan sesama’ dengan ‘jutaan orang yang ingin membantu, namun tak tahu bagaimana’.
Situs Jumo memiliki fitur yang memungkinkan pengguna Facebook mencari isu yang mereka ingin, menerima berita dan update, serta mengkonstribusi waktu, uang dan kemampuan. Ratusan lembaga amal sudah terdaftar di situs ini.

Dalam blog, Hughes mengatakan misi Jumo adalah “menggunakan teknologi jejaring sosial untuk menghubungkan individu dan organisasi demi perubahan global”. Hughes mengatakan tak ada jalan pintas memecahkan masalah di dunia.
“Di Amerika Serikat (AS), orang berusaha mencari pekerjaan yang layak untuk membiayai keluarganya. Resesi dalam mengembangkan dunia sangatlah sulit. Miliaran orang di seluruh dunia tak memiliki akses edukasi atau kesehatan.”
“Pemerintahan yang korup, dan bencana alam terus menyerang.” Hughes mengatakan, ledakan teknologi komunikasi baru seperti ponsel dan internet ‘membuat orang lebih mudah berbagi pekerjaan dan semangat, belajar dari orang lain, dan meningkatkan kualitas aktivisme mereka’.
Hughes meninggalkan Facebook demi kampanye Obama pada 2007. Hughes bertanggung jawab atas situs kampanye Obama, My.BarackObama.com, dan menggabungkan media sosial ke dalam kampanye Gedung Putih.

Sunday, November 28, 2010

Diaspora Media Online Baru Katanya Pesaing Facebook


Diaspora kini sudah online. Hasil karya mahasiswa New York University pernah menjadi berita besar. Lalu apakah benar berkualitas dan mampu untuk menjadi pesaing Facebook ?
Tim Diaspora memutuskan mencoba melakukan sesuatu yang berbeda setelah kecewa dengan pengaturan privasi jejaring sosial raksasa Facebook. Tim ini berharap mendapat sumbangan senilai US$10 ribu (90 juta) untuk mengerjakan proyek itu di musim panas.
Pada akhirnya, mereka mendapatkan sumbangan lebih dari US$200 ribu (Rp1,8 miliar). Upaya mahasiwa untuk membuat jejaring sosial open source ini pernah menjadi berita besar di sejumlah media. Namun apakah kehadiran situs ini akan menarik orang untuk mencobanya dan meninggalkan Facebook.

Seperti dikutip dari Mashable, Diaspora tidak terlalu dicerca karena masih dalam tahap awal. Namun, ada beberapa hal yang dianggap sebagai kekurangan dalam layanan fiturnya seperti tidak mampu digunakan dengan browser Safari dan seringkali mengalami gangguan.
Sementara halaman antarmukanya juga terlalu bersih dan sederhana. Tidak ada iklan maupun hal lain. Aktivitas di situs juga tidak ramai. Diaspora sama seperti situs jejaring sosial lainnya. Tetapi aroma kekosongan di Diaspora sedikit mengecewakan. Banyak yang gemar interface minimalis, namun Diaspora tampak terlalu sepi.
Fokus besar dari Diaspora adalah data penggunanya terenkripsi dan selektif. Pengguna dapat mengunduh (download) semua data secara langsung dari profil atau mengunduh semua foto. Pengguna juga dapat menutup akun tanpa harus menghapus semua data yang sebelumnya pernah ada. Facebook sendiri juga terus menyimpan data pengguna meskipun akun telah dihapus.
Fitur besar dari Diaspora dikenal sebagai ‘aspek’. Fitus aspek ini seperti Facebook Group yang ditonjolkan adalah pengetatan interaksi. Dengan kata lain, jika pengguna menciptakan pengelompokan orang, hanya orang di dalam kelompok tersebut yang bisa melihat atau berkomentar di pesan atau foto.
Kontak juga terdiri dari beberapa aspek sehingga pengguna bisa mendapatkan informasi secara rinci soal apa yang ingin dibicarakan di media itu. Aspek sangatlah pribadi sehingga orang tak bisa mengakses jika bukan ‘teman’ atau ‘seseorang yang tidak dikenal’.
Sayangnya, masalah terbesar Diaspora adalah sepi. Selain itu, yang membuat Diaspora bertambah buruk, tidak ada cara mudah untuk menemukan orang lain. Memang pengguna dapat mencari nama pengguna lain dengan akun Diaspora mereka. Tapi, informasi itu tidak biaa disejajarkan dengan kontak di Twitter atau Facebook.
Memang cukup sulit untuk tertarik dengan Diaspora. Situs ini tampak seperti jejaring sosial biasa dengan terlalu banyak kebijakan pada penyimpanan data dan privasi.
Kecuali jika tim Diaspora memperbaiki sistem pencarian pengguna dan memperkenalkan beberapa elemen untuk membuat interaksi lebih mudah dan gampang dijangkau. Beberapa pihak menilai layanan ini hanya sekadar sensasi sejenak dan tak membahayakan posisi Facebook di internet. 

Tuesday, November 16, 2010

Pengguna Facebook 250 Juta Orang Setiap Hari


Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg sebelumnya telah mengumumkan bahwa perusahaannya kini memiliki lebih dari 500 juta orang anggota, dan lebih dari setengahnya menggunakan Facebook setiap harinya, dibantu oleh angka pertumbuhan pengguna mobile yang meningkat setiap harinya.


Zuckerberg mengumumkan data ini bersama dengan Tim O Reilly dan John Battelle dalam sebuah diskusi panel di 'Web 2.0 Summit'. CEO dari Facebook ini percaya bahwa kebanyakan industri akan dirancang ulang sekitar aktivitas sosial dari pengguna. Zuckerberg menggunakan data-data ini untuk pernyataan tersebut. Demikian seperti yang dikutip dari Mashable, Rabu (17/11/2010).
Mark Zuckerberg juga menyatakan bahwa ia percaya kalau Facebook akan memainkan peran penting dalam pembentukkan kembali game, musik, TV dan layanan berita untuk ke depannya.

Untuk perusahaan-perusahaan internet yang belum terjun ke dunia jejaring sosial, Mark Zuckerberg secara empatik mengatakan kepada mereka "Segeralah bergabung,"

Pekan ini, Facebook baru saja mengeluarkan sistem perpesanannya yang baru. Facebook Messages yang baru mewakili visi Facebook untuk menciptakan kembali komunikasi dengan fokus aspek sosial.

Facebook Mail Akan Menjadi Terbesar


Facebook Memiliki anggota berjumlah 500 juta user di seluruh dunia. Survei membuktikan bahwa warga Amerika, termasuk juga Indonesia, lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia maya dengan berselancar di Facebook daripada mengakses mesin pencari, seperti Google dan Yahoo.


Yang menarik, pekan lalu Facebook mengumumkan bahwa mereka akan membuat surat elektronik (e-mail) sendiri yang akan terintegrasi dengan Facebook.com. Spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut layanan e-mail itu ke depannya akan menjadi 'Gmail killer'. Maklum, Facebook dan Google belakangan tidak akur. Kompetisi kedua raksasa internet itu semakin sengit setelah pekan lalu Google memblokir data kontak yang biasa diperoleh Facebook dari layanan Gmail.
Selain itu, Google juga menaikkan gaji karyawannya 10 persen untuk mencegah mereka yang ingin pindah ke Facebook. Kembali ke layanan e-mail Facebook. Mengapa e-mail Facebook ini dapat mengancam layanan surat elektronik yang sudah ada? Pertama, e-mail Facebook akan membuat lebih dari 500 juta pengguna untuk berkomunikasi di dalam ataupun di luar dinding jejaring sosial.

E-mail tersebut berpeluang besar untuk menjadi yang terbesar di dunia, mengalahkan pengguna global Windows Live Hotmail yang mencapai 361 juta, Yahoo Mail 273 juta,dan Gmail 193 juta. Keuntungan kedua adalah cara Facebook melebur e-mail dengan jejaring sosial. 

"Ada kemungkinan besar Facebook akan mengubah secara fundamental bagaimana seseorang menggunakan e-mail," ujar analis dari firma riset Gartner Matt Cain.

"Misalnya, sistem yang akan membuat prioritas e-mail eksternal berdasarkan kedekatan hubungan dari pengirim.Atau pengguna bisa menyisipkan email dalam percakapan di sebuah grup," ujar dia menambahkan.

Lalu, e-mail Facebook juga diuntungkan dengan layanan 'photo slideshows'. Bayangkan jika pengguna bisa langsung membuka gambar yang dikirim di e-mailnya dalam bentuk slide show seperti saat kita melihat album foto di Facebook. Keuntungan lainnya adalah integrasi biodata dan grup.

Jika suatu saat kita mendapatkan email, tapi tidak atau siapa pengirimnya, bukan tidak mungkin nanti pengguna tinggal mengklik untuk mendapatkan profil data dari si pengirim. Atau jika kebetulan si pengirim itu klien yang baru kita kenal, tinggal meng-add saja di friend list. Wow, bayangkan kepraktisannya. Bukan tidak mungkin pula, nantinya ada tombol 'like' di email.

Ketika ada seseorang mengirim link (tautan) tentang suatu berita di e-mail, tombol 'like' membuat kita tahu ada berapa banyak teman yang sudah mengeceknya, sekaligus apa komentar mereka. Banyaknya kemungkinan dan keuntungan ini membuat layanan e-mail Facebook menjadi ancaman bagi kompetitor. 

"Semua vendor email, Google,Yahoo, MSN, harus waspada," ujar analis Jeremiah Owyang dari Altimeter Group.

Google dan Yahoo sebenarnya sudah berusaha untuk menambahkan sentuhan 'jejaring sosial' di email mereka. Sayangnya, layanan Buzz yang dibuat Google gagal dan jadi blunder. Yahoo sendiri memilih pendekatan yang lebih akrab, meluncurkan versi surat elektronik yang memungkinkan user untuk mem-broadcast status di Twitter dan Facebook.

Layanan e-mail Facebook adalah salah satu cara agar pengguna tetap terhubung dengan situs jejaring sosial terbesar di dunia itu. Semakin sulit pengguna beralih dari Facebook, semakin besar pula pundi-pundi uang yang bisa didapat oleh perusahaan asal Palo Alto, California tersebut.

Saturday, October 30, 2010

Virus McDonald Beredar di Facebook !


Pengguna Facebook di Indonesia hari ini dihebohkan undangan berisi link atau tautan beralamat di bit.ly untuk menonton video heboh mengenai McDonald. Judulnya banyak. Ada "The Truth Behind McDonald" dan "Shocking McDonald Video". Namun, bukan dapat video yang dimaksud, Facebook Anda malah menyebarkan undangan yang sama ke teman-teman dan mengotori inbox jika Anda mengkliknya.

Hati-hati. Semua itu hanyalah trik orang yang iseng untuk memanfaatkan akun Facebook Anda. Inilah bentuk virus baru di Facebook untuk mencuri data pribadi penggunanya. Jika pelakunya jahat, maka bukan tidak mungkin akun Anda dipakai untuk bermacam penipuan lewat Facebook.
Kalau ditelusuri, Graham Cluley dari perusahaan keamanan internet dan komputer Sophos telah mengingatkan bahwa penyebaran virus ini sudah berlangsung sejak Agustus 2010. Menurutnya, penyebar virus memang selalu mengubah judul, tetapi semuanya terkait McD. Walau begitu, judul tersebut bisa saja diganti dengan judul menarik apa pun. Facebook pun sudah dihubungi untuk mencegah penyebaran. Namun, virus itu rupanya masih bisa bocor hingga ke pengguna Indonesia.
Bagaimana sang pelaku mencuri data Facebook Anda? Begini cara kerjanya. Undangan tersebut menyertakan tautan ke alamat situs dengan iming-iming video berisi informasi aneh tentang McDonald. Begitu tautan tersebut diklik, akan muncul aplikasi Facebook dengan nama "Worst McD's Customer". Untuk dapat membuka video, halaman tersebut meminta izin Anda untuk mengakses identitas, posting di wall, akses data kapan saja, akses ke informasi kontak, bahkan mengatur halaman di Facebook.
Jika pilihan allow yang diklik, boro-boro dapat video yang diharapkan. Aplikasi tersebut malah secara otomatis mengirimkan undangan yang sama ke semua teman Anda. Bayangkan kalau semua yang diizinkan pengguna dimanfaatkan pelaku. Halaman Facebook Anda bakal diacak-acak.
Jadi, kalau dapat undangan dengan judul terkait McD dan sejenisnya, abaikan saja. Kalau ragu-ragu, cek informasi apa saja yang mereka ingin akses. Jika berlebihan, maka tinggalkan tautan tersebut. Jangan gadaikan keinginan Anda melihat video aneh-aneh dengan mengorbankan semua akses ke akun Facebook Anda ke orang lain.
Nah, lalu bagaimana kalau Anda telanjur terkena jebakan tersebut? Tenang saja, masih ada cara untuk mengobatinya. Menurut Cluley, hapus semua referensi yang mengarah ke tautan tersebut, baik di status maupun setting aplikasi. Pastikan tidak ada bagian Facebook Anda yang mengarahkan ke tautan tersebut.
Sumber : Kompas.com

Monday, October 4, 2010

Kisah Pendiri Facebook Dibuat Komik


KISAH pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, akan diceritakan dalam sebuah komik biografi.
Komik dengan judul Mark Zuckerberg: Pencipta Facebook itu akan tersedia di pasar sebelum Desember 2010, demikian pernyataan penerbitBluewater Productions.
Penulis Jerome Maida menyebut kisah Zuckerberg “mengagumkan” dan “luar biasa”.

Maida mengatakan dia sangat ”menikmati riset tentang Marck Zuckerberg sebagai miliader termuda dan menciptakan sesuatu yang berdampak besar ke dunia. Belum lagi, tidak banyak orang yang tahu tentang dia”.
”Benar atau salah, Mark menanganinya dengan keras terhadap sejumlah orang dalam perjalanannya hingga dia sukses seperti sekarang”.
”Seperti yang kita ketahui, dia meninggalkan banyak orang yang merasa dikhianati. Saya mencoba adil di komik ini. Tidak ada yang sepenuhnya tidak berdosa dalam kisah ini”.
Sebuah film mengenai Facebook dengan judul The Social Network, juga akan dirilis pada tanggal 15 Oktober nanti.
Film yang ditulis oleh pencipta serial West Wing Aaron Sorkin dan disutradarai oleh David Fincher yang pernah menggarap film Fight’s Club ini sebenarnya belum memperoleh izin Mark Zuckerberg.
Pemuda berusia 26 tahun ini mengatakan ”Saya mengharapkan tidak ada orang yang membuat film tentang saya ketika saya masih hidup,” katanya dalam sebuah konferensi teknologi Juni silam.
Fenomena Facebook memang semakin mengemuka diberbagai kalangan di dunia. Hingga Juli 2010 lebih dari 500 juta yang terdaftar dalam situs jejaring sosial tersebut.
Hanya butuh enam tahun bagi Zuckeberg untuk bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini, setelah sebelumnya dia meluncurkan situs ini saat masih duduk sebagai mahasiswa di Universitas Harvard.
September silam, majalah Forbes memasukan dia dalam daftar 35 orang terkaya di Amerika Serikat dengan total kekayaan diperkirakan mencapai US$6,4 miliar.
Tetapi langkah dia menuju kesuksesan tidak lah mulus. Dua orang rekan Zuckerberg di Harvard mengklaim ide pembuatan Facebook datang dari mereka.
Mereka terlibat dalam sengketa hukum yang berlarut-larut pada tahun 2008 dan diakhiri dengan pembayaran yang dirahasiakan jumlahnya kepada Cameron dan Tyler Winklevoss, yang kini juga membuat situs jejaring sosial bernama ConnectU.

Wednesday, August 11, 2010

Facebook 'mendekati titik jenuh di Inggris'

Pertumbuhan Facebook di Inggris telah menyusut selama enam bulan terakhir, menunjukkan bahwa jaringan sosial adalah mendekati titik jenuh, menurut statistik yang baru.

"Pangsa pasar Facebook page yang di dilihat di Inggris mengalami pertumbuhan telah tiga kali lipat selama lima tahun terakhir , namun pertumbuhan telah melambat secara signifikan selama enam bulan terakhir . Lalu ada sedikit penurunan di saham, tapi ini mungkin akan turun untuk musim periode  bulan - Agustus-September back-to-school/college/university yang merupakan  periode signifikan bagi Facebook,.


Sekitar 25.000.000 warga negara Inggris , atau lebih dari sepertiga dari seluruh penduduk, sekarang memiliki account Facebook. Setelah Amerika Serikat, Britania memiliki keanggotaan terbesar kedua di dunia Facebook, menurut InsideFacebook, yang kemudian diikuti oleh Indonesia dan Turki.
Bagaimana dengan perkembangan di negara-negara lain ?, apakah mengalami kondisi yang sama ?. Sepertinya di Indonesia belum terjadi. Facebook masih menjadi trend dan jumlah anggotanya masih terus bertumbuh.

 

FREE HOT VIDEO 1 | HOT GIRL GALERRY 1

FREE HOT VIDEO 2 | HOT GIRL GALERRY 2

FREE HOT VIDEO 3 | HOT GIRL GALERRY 3

FREE HOT VIDEO 4 | HOT GIRL GALERRY 4

FREE HOT VIDEO 5 | HOT GIRL GALERRY 5

FREE HOT VIDEO 6 | HOT GIRL GALERRY 6

FREE HOT VIDEO 7 | HOT GIRL GALERRY 7

FREE HOT VIDEO 8 | HOT GIRL GALERRY 8

FREE HOT VIDEO 9 | HOT GIRL GALERRY 9

FREE HOT VIDEO 10|HOT GIRL GALERRY 10

FREE HOT VIDEO 11|HOT GIRL GALERRY 11