Showing posts with label Marketing/Sales Skill. Show all posts
Showing posts with label Marketing/Sales Skill. Show all posts
Thursday, December 16, 2010
Bicara Lewat Bahasa Tubuh ?
Ekspresi fisik menggambarkan pikiran dan perasaan yang kadang lebih tepat sasaran daripada kata terucap. Berikut beberapa gerakan tubuh yang dapat membantu Anda semakin mahir menggunakan bahasa tubuh,
Membersihkan debu atau benang dari pakaian dapat menandakan Anda kurang tertarik atau tidak setuju dengan pembicaraan yang sedang berlangsung.
Berulang kali menyentuh kerah baju atau lehermengindikasikan Anda malu, gugup, atau berbohong.
Pipi atau wajah merona artinya Anda tersipu malu atau terhina.
Tangan di belakang kepala dan bersandar ke kursi, Anda ingin menunjukkan arogansi, bahwa Anda yang berkuasa.
Bertolak pinggang dan berdiri dengan jarak kedua kaki selebar pundak mengartikan Anda tidak bisa diganggu.
Mata Anda tertancap pada satu sasaran artinya Anda malu atau berbohong.
Memainkan aksesoris seperti cincin yang dikenakan mengartikan Anda malu atau merasa tidak nyaman.
Lengan terbuka menyiratkan Anda bersikap terbuka.
Meniru gerakan lawan bicara menandakan Anda tertarik atau cara menarik perhatian secara fisik.
Bahasa tubuh mana yang tepat menggambarkan kondisi hati Anda saat ini?
Labels:
Marketing/Sales Skill
Wednesday, September 8, 2010
5 Langkah Sukses dalam Menjual
Sebagai seorang sales/marketing, tentunya kita harus punya cara-cara jitu untuk dapat menarik simpati dan perhatian pelanggan sehingga mereka tertarik dengan produk atau barang yang kita jual. Berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan, suatu 5 langkah sederhana tetapi cukup membantu dan masih up to date hingga saat ini
5 Langkah tersebut adalah :
1. Persiapan/perencanaan
2. Perkenalan/pembukaan
3. Pertanyaan & Identifikasi
4. Penjelasan & negosiasi
5. Penutup & follow up
1. Persiapan/perencanaan
Hal-hal yg perlu di siapkan sebelum melakukan penjualan seperti :
• tingkatkan kemampuan produk dan service dengan baik, khususnya keuntungan-keuntungan yang bisa di dapat apabila calon nasabah membeli produk yang kita tawarkan
• pelajari juga kompetitor lain dan hal-hal apa yang dapat kita tawarkan supaya bisa bersaing dan pelanggan memilih produk kita
• siapkan kata-kata pembukaan dan pelajari materi presentasi yang akan dibawakan
• persiapkan bahan-bahan yang akan di presentasikan dengan format yang simple, mudah dipahami tetapi juga menarik perhatian
• siapkan checklist yang berisi pertanyaan-pertanyaan supaya apabila ada pertanyaan dari pelanggan maka kita sudah mendapatkan jawaban yang pasti atau tepat
• pikirkan baik-baik apa yang akan kita capai/dapatkan dari pertemuan dengan calon nasabah tersebut
2. Perkenalan/pembukaan
• Tersenyum, bersikap profesioanl, dan harus bisa tampil percaya diri supaya dapat meyakinkan pelanggan
• Perkenalkan diri dengan menyebut nama lengkap, jabatan saat ini dan pekerjaan yang anda lakukan
• Jelaskan tujuan dari kedatangan kita dan pastikan kita datang untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan pelanggan
• Tanyakan berapa waktu yang di berikan untuk anda menerangkan dan kapan harus selesai
• Tanyakan apakah ada hal-hal yang bisa di tuliskan sebagai masukan
• Apabila semua penjelasan sudah disampaikan, maka bersiap untuk masuk dalam langkah bertanya
3. Pertanyaan & Identifikasi
• Langkah ini menjadi sesuatu yang penting dan vital, prinsip2 dan tehnik2 menjawab pertanyaan haruslah dikuasai supaya pertanyaan di lontarkan, maka jawaban yang di berikan dapat
• Tunjukan sikap empati dan mau mendengar, hal ini akan sangat terlihat dari bahasa tubuh (body language) kita juga
• Tujuan utama dari pertanyaan ini adalah untuk mengidentifikasi seberapa besarnya kebutuhan dan keuntungan yang bisa didapatkan apabila produk yang kita tawarkan akhirnya di setujui untuk di beli
• Bentuk pertanyaan terbuka akan mengundang orang lain untuk memberikan jawaban yang panjang, sementara bentuk pertanyaan tertutup akan mengundang untuk menjawab pendek seperti “ya” atau “tidak”
• Untuk pertanyaan terbuka gunakanlah model 5W, 1H (Who? What? Why? Where? When? and How?)
• Dengarkan baik-baik dan berikan rasa empati dengan kontak mata yang baik, tunjukan bahwa anda memahami, apa yang menjadi kebutuhan dari pelanggan
• Konfirmasi ulang juga merupakan hal yang penting supaya tidak terjadi miskomunikasi
• Pastikan pada waktu pelanggan berbicara kita tidak melakukan interuspsi dengan memotong pembicaraan pelanggan, berikan keleluasaan dan waktu
4. Penjelasan & negosiasi
• Langkah ini sudah seharusnya menjadi fokus atau inti dari pembicaraan
• Seorang sales harus benar-benar menguasai apa yang akan di tawarkan/di jual
• Presentasi yang di buat harus bisa mendemonstrasikan kekuatan atau kelebihan dari produk/jasa yang sedang kita tawarkan tersebutthe above point is especially important to consider when the sales person has
• Pastikan bahwa dalam presentasi yang kita buat tersebut berisi pengalaman-pengalaman yang sudah di capai
5. Penutup & follow-up
• Tutuplah dengan pernyataan apakah pelanggan puas dan tertarik dengan apa yang kita sampaikan, apakah memenuhi dan menjawab kebutuhan atau keperluan pelanggan.
• Follow-up adalah indicator penting yang harus di lakukan karena itu seorang marketing seharusnya melakukan hal ini untuk memastikan kepuasan pelanggan dan kelanjutan dari penawaran yang kita sampaikan.
5 Langkah tersebut adalah :
1. Persiapan/perencanaan
2. Perkenalan/pembukaan
3. Pertanyaan & Identifikasi
4. Penjelasan & negosiasi
5. Penutup & follow up
1. Persiapan/perencanaan
Hal-hal yg perlu di siapkan sebelum melakukan penjualan seperti :
• tingkatkan kemampuan produk dan service dengan baik, khususnya keuntungan-keuntungan yang bisa di dapat apabila calon nasabah membeli produk yang kita tawarkan
• pelajari juga kompetitor lain dan hal-hal apa yang dapat kita tawarkan supaya bisa bersaing dan pelanggan memilih produk kita
• siapkan kata-kata pembukaan dan pelajari materi presentasi yang akan dibawakan
• persiapkan bahan-bahan yang akan di presentasikan dengan format yang simple, mudah dipahami tetapi juga menarik perhatian
• siapkan checklist yang berisi pertanyaan-pertanyaan supaya apabila ada pertanyaan dari pelanggan maka kita sudah mendapatkan jawaban yang pasti atau tepat
• pikirkan baik-baik apa yang akan kita capai/dapatkan dari pertemuan dengan calon nasabah tersebut
2. Perkenalan/pembukaan
• Tersenyum, bersikap profesioanl, dan harus bisa tampil percaya diri supaya dapat meyakinkan pelanggan
• Perkenalkan diri dengan menyebut nama lengkap, jabatan saat ini dan pekerjaan yang anda lakukan
• Jelaskan tujuan dari kedatangan kita dan pastikan kita datang untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan pelanggan
• Tanyakan berapa waktu yang di berikan untuk anda menerangkan dan kapan harus selesai
• Tanyakan apakah ada hal-hal yang bisa di tuliskan sebagai masukan
• Apabila semua penjelasan sudah disampaikan, maka bersiap untuk masuk dalam langkah bertanya
3. Pertanyaan & Identifikasi
• Langkah ini menjadi sesuatu yang penting dan vital, prinsip2 dan tehnik2 menjawab pertanyaan haruslah dikuasai supaya pertanyaan di lontarkan, maka jawaban yang di berikan dapat
• Tunjukan sikap empati dan mau mendengar, hal ini akan sangat terlihat dari bahasa tubuh (body language) kita juga
• Tujuan utama dari pertanyaan ini adalah untuk mengidentifikasi seberapa besarnya kebutuhan dan keuntungan yang bisa didapatkan apabila produk yang kita tawarkan akhirnya di setujui untuk di beli
• Bentuk pertanyaan terbuka akan mengundang orang lain untuk memberikan jawaban yang panjang, sementara bentuk pertanyaan tertutup akan mengundang untuk menjawab pendek seperti “ya” atau “tidak”
• Untuk pertanyaan terbuka gunakanlah model 5W, 1H (Who? What? Why? Where? When? and How?)
• Dengarkan baik-baik dan berikan rasa empati dengan kontak mata yang baik, tunjukan bahwa anda memahami, apa yang menjadi kebutuhan dari pelanggan
• Konfirmasi ulang juga merupakan hal yang penting supaya tidak terjadi miskomunikasi
• Pastikan pada waktu pelanggan berbicara kita tidak melakukan interuspsi dengan memotong pembicaraan pelanggan, berikan keleluasaan dan waktu
4. Penjelasan & negosiasi
• Langkah ini sudah seharusnya menjadi fokus atau inti dari pembicaraan
• Seorang sales harus benar-benar menguasai apa yang akan di tawarkan/di jual
• Presentasi yang di buat harus bisa mendemonstrasikan kekuatan atau kelebihan dari produk/jasa yang sedang kita tawarkan tersebutthe above point is especially important to consider when the sales person has
• Pastikan bahwa dalam presentasi yang kita buat tersebut berisi pengalaman-pengalaman yang sudah di capai
5. Penutup & follow-up
• Tutuplah dengan pernyataan apakah pelanggan puas dan tertarik dengan apa yang kita sampaikan, apakah memenuhi dan menjawab kebutuhan atau keperluan pelanggan.
• Follow-up adalah indicator penting yang harus di lakukan karena itu seorang marketing seharusnya melakukan hal ini untuk memastikan kepuasan pelanggan dan kelanjutan dari penawaran yang kita sampaikan.
Pastikan 5 langkah ini anda lakukan dalam setiap proses penjualan yang dilakukan. Perbaiki terus menerus kualitas 5 tahapan proses menjual ini, menjadikan anda menjadi profesional sales yang berhasil.
Labels:
Marketing/Sales Skill
Sunday, August 9, 2009
6 Tahapan dalam Proses Pembelian

Bila anda sebagai seorang salesman, anda sering heran dengan kelakuan calon customer anda. Suatu ketika dia bersemangat menanyakan ini-itu produk anda. Seakan dia ingin membeli produk anda. Namun sampai lama juga tidak membeli. Dan ketika jadi membeli, yang dibeli adalah produk kompetitor. Di lain pihak, tanpa banyak tanya seorang calon customer membeli produk anda.
Kenapa hal ini bisa terjadi ? Hal demikian terjadi karena seseorang sebelum memutuskan untuk membeli melewati beberapa tahapan. Jadi sebaiknya anda mengetahui tahapan ini untuk bisa lebih berhasil menjualkan produk anda.
Tahap yang pertama adalah kesadaran akan kebutuhan sesuatu dan ketersediaannya. Dia sadar bahwa ada kebutuhan atau ada kesempatan yang dapat dilakukan bila dia membeli barang tertentu dan barang tertentu tersebut tersedia di pasar.
Yang kedua, dia akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang produk anda, tentang alternatif produk yang ada dan tentang kompetitor produk anda. Dia mencari informasi dulu produk anda itu: fiturnya apa, harganya berapa, adanya di mana, servicenya bagaimana dan seterusnya.
Setelah itu yang ketiga, maka dia merasa suka dan butuh akan produk itu secara umum. "Ya sudah, saya memang butuh laptop," kata calon customer kita.
Jadi kalau diamati ada tahapan seperti ini. Awalnya dia merasa butuh laptop, "Waktu saya mulai bekerja di pekerjaan ini ternyata membutuhkan laptop. Semua orang sudah pakai laptop," katanya. Lalu, dia mencari informasi sebanyak-banyaknya: laptopnya merk apa, spesifikasi apa, harganya berapa dan seterusnya. Lalu yang ketiga, dia merasa oke dan siap untuk membeli laptop.
Tahapan yang keempat adalah preferensi. "Kenapa saya harus membeli produk merk A, bukan merk B. Kenapa saya harus membeli tipe yang seharga ini bukan seharga itu." Ini adalah preferensi. Dia akan mencocokkan produknya disesuaikan dengan kesukaannya, seleranya, budgetnya dan lainnya. Di tahapan ini dia sudah mulai mengerucutkan pada apa yang lebih disukai dibandingkan yang lain.
Yang kelima adalah membuat keyakinan atau konfirmasi. Setelah dia mengerucutkan pada beberapa pilihan, dia akan tambah mantap setelah mendengar penjelasan yang baik dari salesmannya, melihat pelayanannya yang bagus, mendengar teman-teman memakai merk yang sama dan puas serta lainnya.
Tahapan yang terakhir, keenam, akhirnya orang itu memutuskan membeli produk itu.
Jadi sebenarnya dalam tahapan ketika seseorang ingin membeli sesuatu apakah itu laptop, mobil, makanan, baju dan lainnya akan melewati 6 tahapan ini. Kesadaran akan kebutuhan produk, lalu mendorongnya mencari informasi lebih banyak. Setelah itu dia yakin akan kebutuhannya membeli produk itu. Setelah proses ini dia akan mencari preferensi mana yang dia sukai. Lalu akhirnya dia meyakinkan diri, "OK, kalau begini saya beli." Setelah yakin dia akhirnya membeli.
Kita harus dapat membantu pembeli itu untuk menguatkan apa yang kita tawarkan, bahwa hal itu memang tepat untuk dia dan pilihannya adalah benar. Menyadarkan bahwa fitur-fitur yang kita tawarkan pas untuk dia. Membuat perbedaan dan kelebihan kita dibanding pesaing kita menjadi lebih berarti untuk dirinya.
Nah, memang tugas kita sebagai seorang salesman membantu pelanggan menemukan keyakinan kembali terhadap produk yang memang kita tawarkan. Targetnya adalah menyelaraskan antara kebutuhan dia dengan yang kita tawarkan. Sehingga akhirnya mereka yakin dan mau membeli produk kita. Selamat berjualan.
Labels:
Marketing/Sales Skill
Saturday, August 8, 2009
Lewati Rintangan dan Sukses Menjual

Anda yang saat ini berkecimpung dalam bidang penjualan atau biasa disebut dengan Sales Force, sebuah profesi yang sangat menjanjikan dan memiliki banyak kelebihan dibanding dengan profesi lainnya. Profesi ini memberikan kesempatan yang sangat terbuka untuk mencapai kemapanan dan peluang karir yang puncak.
Penjualan akan membawa kesuksesan financial dan kesuksesan sosial, namun begitu banyak orang yang tidak berani memulai menjual, bahkan tenaga penjual sendiri merasa dirinya adalah manusia kelas dua, sehingga sering tidak mengakui kalau pekerjaannya sebagai penjual.
Penyebab utamanya adalah Rasa Takut dan keraguan diri dari banyak orang yang menjadi tembok besar penghalang kesuksesan. Ada dua jenis ketakutan yang menjadi penyebab kegagalan seorang penjual, yaitu takut akan kegagalan dan takut akan penolakan.
Takut akan kegagalan adalah salah satu adalah kegagalan terbesar dalam kehidupan orang dewasa. Bukanlah kegagalannya, tapi takut akan kegagalan, prospek kegagalan, antisipasi kegagalan. Ketakutan akan kegagalan juga yang membuat prospek Anda tidak membeli dari Anda, jadi ketakutan itu sendiri tidak hanya ada pada penjual. Kalau kedua pihak berada pada ketakutan akan kegagalan, maka siapa yang bisa men gatasinya akan menjadi pemenang.
Rintangan terbesar kedua untuk menutup penjualan adalah takut akan Penolakan. Ini adalah rasa takut jika calon pembeli kemungkinan berkata tidak. Takut akan penolakan ini dipicu oleh kemungkinan ketidak sopanan, ketidaksetujuan, pandangan tidak menghargai, atau kritik dari prospek terhadap penjual.
Mengapa ada penjual yang bekerja sangat sedikit dan sangat menghindari bertatap muka dengan prospek ? Sederhana: takut akan penolakan. Rasa takut akan penolakan bertindak sebagai rem di alam bawah sadar yang membatasi orang dan menyebabkan mereka untuk tampil kurang baik. Anda bisa saja menciptakan banyak alasan untuk menghindari bertatap muka dengan prospek, tetapi alasan sesungguhnya adalah takut akan penolakan.
Peraturannya adalah 80% dari penjualan akan berakhir dengan penolakan dengan berbagai alasan yang berbeda. Orang berkata ”tidak” kemungkinan besar karena :
Pengalaman buruk terhadap penjual, produk dan perusahaan;
Emosi yang tidak terpenuhi
Nilai tambah dan manfaat produk / jasa dianggap kurang;
Otoritas dan legalitas tidak ada;
Lingkungan dan daya saing tidak mendukung
Anggaran tidak tersedia;
Kepentingan (urgensi) membeli produk belum ada;
Aman untuk tidak memutuskan;
Nanti Saja (waktu tidak tepat)
Kalau Anda perhatikan setiap awal kalimat dai alasan untuk menolak membeli, kalau dirangkai Anda akan menemukan kata “PENOLAKAN”, suatu kebetulan yang menarik.
Dengan mengetahui berbagai alasan yang mungkin muncul pada saat Anda berinteraksi dengan prospek, setidaknya Anda akan memprediksi kemungkinan penolakan dan bagaimana mengatasinya. Kalau pun terjadi penolakan, Anda tidak akan menganggapnya sebagai masalah.
Penolakan Merupakan Hal Biasa
Inilah kunci untuk menghadapi penolakan.
Anda harus menyadari bahwa penolakan tidaklah personal.
Penolakan tidak ditujukan pada anda.
Penolakan tidak ada hubungannya dengan Anda.
Penolakan bisa muncul kapan saja seperti jerawat diwajah anak remaja.
Penolakan merupakan konsekuensi dari pekerjaan / bisnis
Anda akan menganggapnya sebagai hal yang biasa, Anda harus menegakkan kepala, dan pindah ke prospek yang berikutnya.
Mungkin dua kualitas utama dalam kesuksesan penjualan adalah keberanian dan kegigihan. Memang dibutuhkan keberanian untuk bangun setiap hari dan terus-menerus menghadapi ketakutan akan kegagalan dan penolakan.
Tapi kabar baiknya, keberanian itu merupakan kebiasaan. Seperti otot, semakin Anda melatih keberanian, Anda akan menjadi semakin kuat. Akhirnya, Anda akan mencapai titik yang membuat Anda tidak takut.
Jika Anda sudah tidak mempunyai rasa takut akan penolakan dan Anda dijamin akan mendapatkan tingkat kesuksesan yang tinggi, Anda akan menghubungi prospek setiap saat, Anda kan bangun lebih pagi untuk melakukan prospek dan beristirahat lebih malam. Setelah itu, karier Anda akan melesat seperti roket.
Selamat Menjual dan Sukses di tangan anda.
Labels:
Marketing/Sales Skill
Monday, April 6, 2009
Menjawab pertanyaan tentang Harga dan Biaya dari Prospek
Setalah melakukan presentasi dan konsultasi kepada prospek, salah satu masalah yang paling krusial bagi orang-orang dalam bidang penjualan adalah bagaimana menangani calon pelanggan yang ingin tahu atau bertanya langsung "Berapa besar biaya yang kita kenakan atau bebankan? Berapa besar uang yang harus saya keluarkan ? "
Diskusi bergulir sekitar uang sangat sulit untuk kebanyakan orang tanpa memandang latar belakang, pekerjaan, jabatan atau usianya, Situasi seperti ini kelihatan mudah namun tidak seperti itu adanya.
Berapa banyak proses penjualan kita terhenti oleh karenanya. Untuk itu kita sebagai orang-orang yang bergerak dibidang penjualan …itu adalah pekerjaan kita, sebagai profesional penjualan kita harus mampu menanganinya agar semuanya tetap baik dan berhasil.
Bila saat ini calon pelanggan kita langsung menanyakan tentang biaya atau harga pada pertemuan awal, kita tidak harus merasa takut dan khawatir secara berlebihan, atau langsung berkata dan tanpa berpikir, “murah kok Pak, Harga bisa ditawar, Lagi ada program discount dan hadiah Pak, Bisa dibayar bebera kali “, atau banyak contoh lainnya. Kita harus paham dan yakin akan , ada hal lain yang menjadikan harga bukanlah semata yang menetukan akan keberhasilan penjualan kita. Sering orang-orang penjualan terjebak dalam situasi seperti ini, sehingga kita bertindak seperti diatas.
Ketika seorang klien atau calon pelanggan (prospek) menanyakan semua tentang harga , Prospek kita mengatakan bahwa mereka tertarik membeli apa yang kita jual. Sekali lagi awas jangan terjebak atau anda terlalu takut akan situasi seperti ini, sering kita takut kehilangan potensi penjualan ini dan biasanya langsung dengan memberikan mereka akan harga. Proses negoisasi sangat membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik. Skill dalam tahapan negoisasi akan sangat menentukan keberhasilan.
So … apa yang harus saya lakukan ?
Hanya ada sembilan kata yang Anda butuhkan saat menjawab pertanyaan tentang harga atau biaya . Tenang dan percaya diri menyampaikannya kepada prospek, "Mengenai biaya atau harga itu sangat dipengaruhi banyak factor Pak”. Sebelumnya, Biarlah saya mengajukan beberapa pertanyaan ...." Kemudian lanjutkan untuk menanyakan atau menhajukan pertanyaan yang mendalam pada prospek tersebut, ini yang akan membantu kita untuk dapat mengetahui kebutuhan dia, gali dan temukan masalah yang dihadapinya, pastikan prospek kita memahami gagasan tentang sukses atau keberhasilan, dan mendapatkan informasi tentang mengapa dia ingin membeli atau menggunakan jasa kita. Menggali kebutuhan pelanggan sangat penting, untuk itu dibutuhkan kemampuan dalam hal ini. Kita akan sampai pada kesimpulan “apa yang kita tawarkan merupakan solusi bagi prospek kita atau sebaliknya.
Tanpa mengetahui informasi dasar di atas, jangan pernah kita berbicara akan harga dan biaya. Jangan buru-buru menemui atau mendiskusikan harga kepada Prospek, sampai kita memiliki semua informasi penting dan memikirkannya, barulah kita masuk dalam proses membicarakan harga atau biaya.
Semoga bermanfaat, sukses dalam menjual ....,
Labels:
Marketing/Sales Skill
The Twelve Golden Principles Of Selling
By Jonathan Farrington on May 05, 2008.
I received a call from an ex-student this week who is designing an induction program for new recruits about to embark upon a career in sales. He asked that if I had to create the "12 golden principles of selling," what would I come up with?
Clearly, this is not only a very subjective view, but also I found it terribly difficult to reduce my initial list of the essential rules of selling to just 12. However, mindful of the fact that this exercise is designed to provide guidance to salespeople just starting on the first rung of the ladder, here is my take on the 12 golden principles of selling.
Principle 1: Always Sell to People
This may seem obvious, but it cannot be emphasized enough: You are not selling to an organization or to a conglomerate, but to actual, real people. It is important to remember that all people are different, so you cannot sell the same way to everyone.
Second, no two sales are the same, even if they are made to the same company under similar circumstances.
To become a good salesperson, it isn't enough to know how to sell. You must aim to become a people expert. It may sound shocking, but the best professional salespeople actually like people!
Remember, people buy from people -- they always will.
Principle 2: You Have To Sell Yourself
Just as you are selling to people, you must also remember that you are not only selling and representing a product or service, but you are in effect selling yourself. When beginning a sales relationship, it is important to remember a few key aspects to representing yourself well.
First, be interesting. If potential customers are bored by you, they have less of a chance of being enthralled by any product or service you are representing.
Develop intellect. Of course, you are an intelligent person, but can you converse in an intelligent manner? Can you discuss related subjects with thoughtfulness and hold your clients' interest?
Never be arrogant -- never talk up or down to your potential clients. It's rude and will serve only to alienate them. Respect the buyer, and they will respect you.
Along the same lines, develop your empathy levels. If you can relate to your customers' situations authentically, it helps to build rapport. Finally, control your ego levels. A good salesperson is patient and respectful, not an egomaniac.
Principle 3: You Must Ask Questions
A good salesperson knows what questions to ask, and when. Develop your questioning techniques, always remembering the traditional rules of questioning: What? Where? When? Which? Why? Who? And how?
Continually test your understanding of the situation by asking questions and verifying that everybody's on the right track.
Principle 4: Listen To Understand
Remember, God has given us two ears and one mouth; we should use them in that order! Successful sales professionals talk for 20 percent of the time and listen for 80 percent of the time. It's crucial for new salespeople to develop their active-listening skills.
Principle 5: Features Must Be Linked to Benefits
It's a standard sales component, but the features-and-benefits connection bears repeating and reminding: Features are common, but benefits are personal and specific. When describing the product or service you are selling, use "link phrases" when outlining the benefits of the features you are showing. Say, "Such and such is a feature of this service, which means that . . .' Remember to be specific.
Principle 6: Sell the Results -- Paint a Picture
You want the outcome for your prospect to be rosy, but you need to convey that. Discover your prospect's "prime desires," and personalize the benefits to him or her. Describe the end results of the transaction and how it will improve the life of your prospect.
Principle 7: You Cannot Rely On Logic
Emotion drives 84 percent of all buying decisions, not logic. What are the chief buying emotions? They include ego, security, pride of ownership, greed, health, prestige, status, ambition, and fear of loss. Be well aware of these emotions as you approach, engage and deal with your customers.
Principle 8: Selective Product Knowledge Is the Key
A good salesperson realizes that buyers buy solutions and results; they do not buy products or services. Know the specific aspects of your product or service that will create your client's desired result.
Principle 9: Aim To Be Unique
You want to convey to your customers an attitude of "me first," rather than "me too."
Every business, every company, every product has something that is unique, and this is what you need to stress. Look outside the square, and identify the uniqueness of your product, your service, your company -- and yourself.
Principle 10: Don't Sell on Price
Selling on price is simply a cop out. You must value your expertise, your products and your services, and price accordingly. Always keep the bottom line firmly in your mind.
Remember, anyone can give business away. Selling merely on price means we do not need sales people!
Principle 11: Present Your Solutions
When we present our proposals, rather than mailing, faxing or e-mailing, we increase the likelihood of a sale by a factor of 10 if we do so in person.
Principle 12: Be Professional at All Times
The greatest compliment a customer can pay you is to describe you as "professional." Don't worry about being liked -- be respected.
I received a call from an ex-student this week who is designing an induction program for new recruits about to embark upon a career in sales. He asked that if I had to create the "12 golden principles of selling," what would I come up with?
Clearly, this is not only a very subjective view, but also I found it terribly difficult to reduce my initial list of the essential rules of selling to just 12. However, mindful of the fact that this exercise is designed to provide guidance to salespeople just starting on the first rung of the ladder, here is my take on the 12 golden principles of selling.
Principle 1: Always Sell to People
This may seem obvious, but it cannot be emphasized enough: You are not selling to an organization or to a conglomerate, but to actual, real people. It is important to remember that all people are different, so you cannot sell the same way to everyone.
Second, no two sales are the same, even if they are made to the same company under similar circumstances.
To become a good salesperson, it isn't enough to know how to sell. You must aim to become a people expert. It may sound shocking, but the best professional salespeople actually like people!
Remember, people buy from people -- they always will.
Principle 2: You Have To Sell Yourself
Just as you are selling to people, you must also remember that you are not only selling and representing a product or service, but you are in effect selling yourself. When beginning a sales relationship, it is important to remember a few key aspects to representing yourself well.
First, be interesting. If potential customers are bored by you, they have less of a chance of being enthralled by any product or service you are representing.
Develop intellect. Of course, you are an intelligent person, but can you converse in an intelligent manner? Can you discuss related subjects with thoughtfulness and hold your clients' interest?
Never be arrogant -- never talk up or down to your potential clients. It's rude and will serve only to alienate them. Respect the buyer, and they will respect you.
Along the same lines, develop your empathy levels. If you can relate to your customers' situations authentically, it helps to build rapport. Finally, control your ego levels. A good salesperson is patient and respectful, not an egomaniac.
Principle 3: You Must Ask Questions
A good salesperson knows what questions to ask, and when. Develop your questioning techniques, always remembering the traditional rules of questioning: What? Where? When? Which? Why? Who? And how?
Continually test your understanding of the situation by asking questions and verifying that everybody's on the right track.
Principle 4: Listen To Understand
Remember, God has given us two ears and one mouth; we should use them in that order! Successful sales professionals talk for 20 percent of the time and listen for 80 percent of the time. It's crucial for new salespeople to develop their active-listening skills.
Principle 5: Features Must Be Linked to Benefits
It's a standard sales component, but the features-and-benefits connection bears repeating and reminding: Features are common, but benefits are personal and specific. When describing the product or service you are selling, use "link phrases" when outlining the benefits of the features you are showing. Say, "Such and such is a feature of this service, which means that . . .' Remember to be specific.
Principle 6: Sell the Results -- Paint a Picture
You want the outcome for your prospect to be rosy, but you need to convey that. Discover your prospect's "prime desires," and personalize the benefits to him or her. Describe the end results of the transaction and how it will improve the life of your prospect.
Principle 7: You Cannot Rely On Logic
Emotion drives 84 percent of all buying decisions, not logic. What are the chief buying emotions? They include ego, security, pride of ownership, greed, health, prestige, status, ambition, and fear of loss. Be well aware of these emotions as you approach, engage and deal with your customers.
Principle 8: Selective Product Knowledge Is the Key
A good salesperson realizes that buyers buy solutions and results; they do not buy products or services. Know the specific aspects of your product or service that will create your client's desired result.
Principle 9: Aim To Be Unique
You want to convey to your customers an attitude of "me first," rather than "me too."
Every business, every company, every product has something that is unique, and this is what you need to stress. Look outside the square, and identify the uniqueness of your product, your service, your company -- and yourself.
Principle 10: Don't Sell on Price
Selling on price is simply a cop out. You must value your expertise, your products and your services, and price accordingly. Always keep the bottom line firmly in your mind.
Remember, anyone can give business away. Selling merely on price means we do not need sales people!
Principle 11: Present Your Solutions
When we present our proposals, rather than mailing, faxing or e-mailing, we increase the likelihood of a sale by a factor of 10 if we do so in person.
Principle 12: Be Professional at All Times
The greatest compliment a customer can pay you is to describe you as "professional." Don't worry about being liked -- be respected.
Being professional is not one thing, it is three: It is what you do, what you say, and how you present yourself.
Labels:
Marketing/Sales Skill
Saturday, April 4, 2009
Sales Tips - Defining Your Attitude

Most of you would have probably heard the old saying "Your attitude in life will determine your altitude", have you ever stopped to think what this really means?
Lets rearrange some words and see what we come up with,
"A lazy attitude and philosophy will no doubt destroy any talent and skill you possess, leaving you eventually with the company and reputation of mediocre results."
Interesting to comprehend when you look at it from this angle. I guess the point I am really trying to get across is simply this, often we work very hard in upskilling our selves in certain areas, motivating our selves for success, we do all the physical work to get our selves equipped to get more sales, however the most important part is sometimes neglected, ATTITUDE!
Your attitude is what drives all your physical learning and behaviors, if your attitude is off in the slightest you can be sure that this will be reflected in your results. Often times when results do not appear to be going your way the answer can be found in your attitude somewhere.
OK, lots of talk about how important attitude is with in the sales process, now lets get into some specifics, let us take a closer look at what makes a positive, focused successful attitude and lets equally examine what makes a lazy, no good, amateur one.
Firstly lets start with what makes up an lazy amateur attitude, Now when i say negative attitude it is important to note that you only need slight negativity to completely deter your focus, so be sure to understand that negativity is like wild fire, it only takes a small spark and once it catches has the potential to ruin a whole crop.
Perhaps the easiest way to illustrate what makes up a negative attitude would be with a list of typical behaviors.
Negative Behaviors such as;
- Thinking as if you are a victim of a conspiracy
- Losing your temper
- Not taking full responsibility for your results (both good and bad)
- Lack of discipline (thinking, i can just do it tomorrow)
- Lack of preparation
- Giving up easily after a setback
- Joining in on office gossip
- Complaining to management
There are probably so many more to add to the list but i think based on this list it is clearly visible as to what behaviors are associated with a negative attitude. Now looking at the above list you may have very well noticed a couple of behaviors that you have been or are still guilty of portraying to this day.
The honest truth is we have all been guilty of these behaviors at some point in our selling careers, it is what makes us human, but here is the important part. It is only when you choose to eliminate these behaviors from your attitude that you will begin to define your true attitude and essentially begin to multiply your income by 5, by 10, by 20.
Remember, anyone of the above behaviors set off can have a devastating effect on the rest of your income, you must be disciplined at all times never allowing yourself to slip, not even for a second, especially on days when you feel weakest.
It is this very act of discipline that forms the basis for your positive behaviors ahead.
Now that we have covered the various behaviors and consequences of a negative attitude let us take a look at exactly what goes into making up a sales King's attitude behaviors;
- Always taking full responsibility for all results (good or bad)
- Developing an attitude of NO Excuses (no matter what)
- Every failure is lined with a positive lesson
- Today is a new day with new opportunities
- Always be prepared
- Dress and smell for success
- Act like a sales king at all times (language and persona)
- Never participate in negative conversations
- Associate with other sales kings
- Always be disciplined (if you say you will do something, then do it)
- Be creative, constantly educate your self by reading, etc).
- Become an expert in your field
- Always know where you are going
- Do not be afraid to lead
There are most likely many others I could add to the list, but I think we now have enough of a comparison to see the striking difference between a negative attitude which only serves to set you back in your quest for success and a positive attitude which gives you every opportunity to move forward and earn what you deserve.
If you only take on one thing from this article I urge it to be this, Please embed this point in your mind forever,
"A lazy attitude and philosophy will no doubt destroy any talent and skill you possess, leaving you eventually with the company and reputation of mediocre results."
Fabian De Marco
Labels:
Marketing/Sales Skill
Monday, March 2, 2009
Negoisasi Jitu
Setiap hari kita menghadapi berbagai macam negoisasi, mulai dari membeli rumah atau mobil, memecahkan permasalahan diantara kita baik dilingkungan rumah maupun kantor bahkan dengan pasangan kita sendiri. Oleh karena itu ketrampilan negoisasi sangat penting dalam hidup kita. Kemampuan dan keahlian Negoisasi bisa dipelajari dan ditingkatkan oleh semua orang.
Negosiasi sebagai suatu kemampuan (skill) untuk membujuk orang lain supaya orang lain tersebut berkenan untuk menerima cara pandang kita. Oleh karena itu, bilamana seseorang dikatakan sebagai ”negosiator yang baik”, hal tersebut umumnya berarti orang tersebut mendapatkan kesepakatan yang terbaik dari sebuah perundingan.
Hasil (Result) dari sebuah perundingan (negoisasi) adalah sebagai berikut :
(R) : Lose/lose; di mana tidak ada satu pihak pun yang berhasil mencapai tujuannya
(R) : Lose/win atau sebaliknya; di mana satu pihak berhasil mencapai tujuannya sedangkan yang lainnya tidak
(R) : Tanpa hasil; di mana tidak ada satu pihak pun yang menang atau kalah.
(R) : Win/win; di mana tujuan dari kedua pihak berhasil tercapai melalui kesepakatan
Untuk menjadi seorang yang memiliki keahlian Negoisasi yang baik dan bagus, mari kita mulai mempelajari, memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Negoisasi yang benar dalam setiap kehidupan kita.
Perhatikan 15 Hukum Negosiasi :
1. Ingat selalu bahwa segala sesuatu dapat dinegosiasikan.
Jangan menyempitkan topik sebuah negosiasi pada satu topik saja. Kembangkan sebanyak mungkin hal-hal atau ide-ide pokok yang dapat dinegosiasikan dan jangan lupa untuk segera menciptakan ide pokok yang baru bilamana Anda dan anggota kelompok lainnya mengalami jalan buntu pada satu ide pokok tertentu.
2. Kristalisasikan visi Anda mengenai kesepakatan tersebut.
Pihak yang dapat memvisualisasikan hasil akhirnya umumnya merupakan pihak yang memimpin jalannya perundingan.
3. Persiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu.
Informasi adalah kekuatan. Dapatkan sebanyak mungkin informasi yang bisa di dapatkan sebelumnya supaya Anda yakin bahwa Anda memahami betul nilai dari pengadaan perundingan tersebut. Ingatlah, sangat sedikit perundingan yang mulai seketika juga pada saat pihak lawan sudah tiba di meja.
4. Ajukan pertanyaan
Perjelas informasi yang tidak Anda mengerti. Tentukan baik itu kebutuhan implisit maupun eksplisit dari pihak lawan.
5. Mendengar
Ketika Anda mendengar dengan baik, Anda tidak hanya mendapatkan ide-ide baru untuk menciptakan hasil win/win tetapi juga membuat lawan bicara Anda merasa bahwa mereka diperhatikan dan dihargai. Hal ini juga membuat Anda dapat mencari apa sebetulnya yang menjadi keinginan dari lawan bicara Anda. Jika Anda berasumsi bahwa lawan bicara Anda membutuhkan hal yang sama (sama-sama ngotot), Anda segera dapat menempatkan diri Anda sedemikian rupa untuk dapat memenangkan negosiasi tersebut.
6. Tentukan target untuk setiap kesepakatan.
Definisikan tingkat penerimaan minimum untuk setiap kesepatakan. Jika bagi Anda tidak cukup jelas apa tujuan Anda sendiri, Anda akan berakhir dengan hanya dapat bereaksi pada proposal yang diberikan oleh lawan bicara Anda.
7. Targetkan aspirasi Anda setinggi mungkin.
Jadikan aspirasi Anda seakan-akan menjadi satu-satunya faktor terpenting di dalam menentukan hasil akhir dari perundingan tersebut. Anda dapat menargetkannya tinggi-tinggi semudah untuk menargetkannya pada tingkat yang rendah.
8. Kembangkan pilihan-pilihan dan strategi.
Orang-orang yang sukses adalah mereka yang memiliki sejumlah alternatif yang dapat diterima. Serupa dengan hal tersebut, negosiator yang sukses adalah mereka yang memiliki strategi yang baik untuk dapat mengubah pilihan-pilihan mereka menjadi kenyataan.
9. Pikirlah layaknya seekor dolphin.
Dolphin adalah satu-satunya hewan yang dapat berenang di dalam laut yang penuh dengan hiu sebaik di dalam lautan yang tenang. Dolphin mampu untuk mengadaptasikan strategi-strateginya dan kebiasaannya pada lawan mereka. Ingatlah, bahkan ketika berunding dengan hiu, Anda masih memiliki pilihan – Anda dapat berjalan menjauhinya!
10. Jujur dan adil
Di dalam hidup ini, segala sesuatu yang berputar akan selalu berputar. Tujuan yang ingin dicapai di dalam menciptakan hasil win/win adalah supaya kedua pihak dapat merasa bahwa kebutuhan dan tujuan mereka masing-masing telah tercapai, sehingga mereka berkenan untuk datang lagi dan melakukan perundingan lainnya. Sebuah lingkungan kepercayaan akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan hasil win/win.
11. Jangan pernah menerima penawaran pertama.
Sering kali, pihak lawan akan memberikan penawaran yang menurut mereka pasti Anda tolak hanya untuk melihat seberapa kuat pemahaman Anda terhadap hal pokok.
12. Rundingkan dengan kekuatan/kuasa jika memungkinkan.
Jika hal tersebut tidak mungkin, setidaknya ciptakan penampilan yang berkuasa. Jika pihak lawan berpikir bahwa Anda tidak memiliki alasan yang cukup untuk menolerir hal-hal di luar tuntutan Anda, pihak lawan tentunya akan enggan untuk melakukannya.
13. Temukan apa yang diinginkan oleh pihak lawan.
Jangan menyerah terlalu cepat, dan akuilah konsesi sebagai sebuah konsesi. Menyerah terlalu dini akan membuat lawan bicara Anda beranggapan bahwa Anda mungkin dapat menerima hal-hal lainnya di luar tuntutan Anda.
14. Koperatif dan bersahabat
Hindari sikap menjilat ataupun terlalu frontal, yang sering kali menggagalkan negosiasi.
15. Gunakan kekuatan kompetisi
Seseorang yang berpikir bahwa untuk berkompetisi dengan bisnis Anda adalah sesuatu yang penting akan berkenan untuk memberikan lebih dari apa yang mereka maksudkan pada mulanya.
Orang yang memiliki kemampuan negoisasi yang baik pada umumnya memiliki kehidupan yang lebih mudah dan berhasil dari pada sebaliknya.
Sumber : Berbagai buku tentang Negoisasi
Negosiasi sebagai suatu kemampuan (skill) untuk membujuk orang lain supaya orang lain tersebut berkenan untuk menerima cara pandang kita. Oleh karena itu, bilamana seseorang dikatakan sebagai ”negosiator yang baik”, hal tersebut umumnya berarti orang tersebut mendapatkan kesepakatan yang terbaik dari sebuah perundingan.
Hasil (Result) dari sebuah perundingan (negoisasi) adalah sebagai berikut :
(R) : Lose/lose; di mana tidak ada satu pihak pun yang berhasil mencapai tujuannya
(R) : Lose/win atau sebaliknya; di mana satu pihak berhasil mencapai tujuannya sedangkan yang lainnya tidak
(R) : Tanpa hasil; di mana tidak ada satu pihak pun yang menang atau kalah.
(R) : Win/win; di mana tujuan dari kedua pihak berhasil tercapai melalui kesepakatan
Untuk menjadi seorang yang memiliki keahlian Negoisasi yang baik dan bagus, mari kita mulai mempelajari, memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Negoisasi yang benar dalam setiap kehidupan kita.
Perhatikan 15 Hukum Negosiasi :
1. Ingat selalu bahwa segala sesuatu dapat dinegosiasikan.
Jangan menyempitkan topik sebuah negosiasi pada satu topik saja. Kembangkan sebanyak mungkin hal-hal atau ide-ide pokok yang dapat dinegosiasikan dan jangan lupa untuk segera menciptakan ide pokok yang baru bilamana Anda dan anggota kelompok lainnya mengalami jalan buntu pada satu ide pokok tertentu.
2. Kristalisasikan visi Anda mengenai kesepakatan tersebut.
Pihak yang dapat memvisualisasikan hasil akhirnya umumnya merupakan pihak yang memimpin jalannya perundingan.
3. Persiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu.
Informasi adalah kekuatan. Dapatkan sebanyak mungkin informasi yang bisa di dapatkan sebelumnya supaya Anda yakin bahwa Anda memahami betul nilai dari pengadaan perundingan tersebut. Ingatlah, sangat sedikit perundingan yang mulai seketika juga pada saat pihak lawan sudah tiba di meja.
4. Ajukan pertanyaan
Perjelas informasi yang tidak Anda mengerti. Tentukan baik itu kebutuhan implisit maupun eksplisit dari pihak lawan.
5. Mendengar
Ketika Anda mendengar dengan baik, Anda tidak hanya mendapatkan ide-ide baru untuk menciptakan hasil win/win tetapi juga membuat lawan bicara Anda merasa bahwa mereka diperhatikan dan dihargai. Hal ini juga membuat Anda dapat mencari apa sebetulnya yang menjadi keinginan dari lawan bicara Anda. Jika Anda berasumsi bahwa lawan bicara Anda membutuhkan hal yang sama (sama-sama ngotot), Anda segera dapat menempatkan diri Anda sedemikian rupa untuk dapat memenangkan negosiasi tersebut.
6. Tentukan target untuk setiap kesepakatan.
Definisikan tingkat penerimaan minimum untuk setiap kesepatakan. Jika bagi Anda tidak cukup jelas apa tujuan Anda sendiri, Anda akan berakhir dengan hanya dapat bereaksi pada proposal yang diberikan oleh lawan bicara Anda.
7. Targetkan aspirasi Anda setinggi mungkin.
Jadikan aspirasi Anda seakan-akan menjadi satu-satunya faktor terpenting di dalam menentukan hasil akhir dari perundingan tersebut. Anda dapat menargetkannya tinggi-tinggi semudah untuk menargetkannya pada tingkat yang rendah.
8. Kembangkan pilihan-pilihan dan strategi.
Orang-orang yang sukses adalah mereka yang memiliki sejumlah alternatif yang dapat diterima. Serupa dengan hal tersebut, negosiator yang sukses adalah mereka yang memiliki strategi yang baik untuk dapat mengubah pilihan-pilihan mereka menjadi kenyataan.
9. Pikirlah layaknya seekor dolphin.
Dolphin adalah satu-satunya hewan yang dapat berenang di dalam laut yang penuh dengan hiu sebaik di dalam lautan yang tenang. Dolphin mampu untuk mengadaptasikan strategi-strateginya dan kebiasaannya pada lawan mereka. Ingatlah, bahkan ketika berunding dengan hiu, Anda masih memiliki pilihan – Anda dapat berjalan menjauhinya!
10. Jujur dan adil
Di dalam hidup ini, segala sesuatu yang berputar akan selalu berputar. Tujuan yang ingin dicapai di dalam menciptakan hasil win/win adalah supaya kedua pihak dapat merasa bahwa kebutuhan dan tujuan mereka masing-masing telah tercapai, sehingga mereka berkenan untuk datang lagi dan melakukan perundingan lainnya. Sebuah lingkungan kepercayaan akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan hasil win/win.
11. Jangan pernah menerima penawaran pertama.
Sering kali, pihak lawan akan memberikan penawaran yang menurut mereka pasti Anda tolak hanya untuk melihat seberapa kuat pemahaman Anda terhadap hal pokok.
12. Rundingkan dengan kekuatan/kuasa jika memungkinkan.
Jika hal tersebut tidak mungkin, setidaknya ciptakan penampilan yang berkuasa. Jika pihak lawan berpikir bahwa Anda tidak memiliki alasan yang cukup untuk menolerir hal-hal di luar tuntutan Anda, pihak lawan tentunya akan enggan untuk melakukannya.
13. Temukan apa yang diinginkan oleh pihak lawan.
Jangan menyerah terlalu cepat, dan akuilah konsesi sebagai sebuah konsesi. Menyerah terlalu dini akan membuat lawan bicara Anda beranggapan bahwa Anda mungkin dapat menerima hal-hal lainnya di luar tuntutan Anda.
14. Koperatif dan bersahabat
Hindari sikap menjilat ataupun terlalu frontal, yang sering kali menggagalkan negosiasi.
15. Gunakan kekuatan kompetisi
Seseorang yang berpikir bahwa untuk berkompetisi dengan bisnis Anda adalah sesuatu yang penting akan berkenan untuk memberikan lebih dari apa yang mereka maksudkan pada mulanya.
Orang yang memiliki kemampuan negoisasi yang baik pada umumnya memiliki kehidupan yang lebih mudah dan berhasil dari pada sebaliknya.
Sumber : Berbagai buku tentang Negoisasi
Labels:
Marketing/Sales Skill
Monday, October 20, 2008
10 Cara Meningkatkan Penjualan

Anda sebagai orang yang bekerja di bidang penjualan dan pemasaran, so pasti anda menginginkan peningkatan penjualan (pencapaian selalu diatas target).
Sebenarnya begitu banyak cara untuk meningkatkan penjualan anda. Tetapi sepuluh ide berikut adalah landasan untuk menemukan berbagai cara yang dimaksud. Kesepuluh hal ini adalah sesuatu yang sederhana. Saking sederhananya, kadang kita lupa untuk dapat melakukannya.
Pertama, Cintailah pekerjaanmu.
Percayalah bahwa setiap bisnis memiliki ciri dan kharakter yang unik (berbeda satu sama lainnya). Karena setiap bidang bisnis memiliki diferensiasi masing-masing. Ini adalah hal yang sungguh menarik. Dan hukum pasar tentang diferensiasi adalah margin yang tinggi. Untuk itu kita harus memahami dengan benar bidang bisnis tempat kita berada, siapa target pasarnya, bagaimana situasi persaingannya dan keunggulan produk kita dengan bidang yang sama (usaha sejenis.
Kedua, Mintalah umpan balik setiap kali anda gagal dalam menjual.
Kegagalan adalah sumber pembelajaran yang sempurna untuk meningkatkan strategi dan teknik menjual. Saya juga sangat menyarankan kita juga meminta umpan balik dari konsumen atas setiap penjualan yang kita lakukan (untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan skill menjual kita)
Ketiga, Ketika berhasil mencapai penjualan dan memenuhi target, pikirkan apa yang telah anda laksanakan sebelumnya. Kemudian lakukan hal serupa dengan tujuan menyempurnakan teknik dan pola penjualan, menjaga semangat dalam diri bukanlah hal yang mudah (Harapan dan Keyakinan akan sangat membantu).
Keempat, Gigih, tidak mudah menyerah (selalu bersikap positip).
Riset menunjukkan bahwa 70 persen penjualan terjadi setelah kontak kelima kalinya.
Kelima, Bernafsulah seolah-olah andapun sangat menginginkan barang yang anda jual. Jika tidak, tidak ada alasan konsumen untuk membeli. Mungkin juga anda memberikan berbagai informasi bahwa produk yang anda tawarkan adalah pilihan banyak konsumen.
Keenam, Jangan pernah takut untuk menawarkan produk anda.
Konsumen yang berpotensi pasti akan mencari tahu lebih dalam, dan ketika anda melihat kesempatan itu segera untuk melaksanakan transaksi “Always be Closing”, Hilangkan keraguan dalam berkomunikasi dengan prospek.
Ketujuh, Pastikan bahwa setiap penjualan akan membuat konsumen merasa bangga memiliki produk anda. Kita juga harus menunjukkan bahwa “dapat melayani konsumen tersebut menjadi suatu kebanggaan dan akan tetap menjaganya” agar tercipta “customer for life’.
Kedelapan, Pastikan konsumen akan mengerti dengan benar dan menyeluruh akan hak-haknya dan pelayanan-pelayanan yang dapat diterimanya dengan mudah serta yang pasti “bagaimana cara penggunaan produk yang kita jual” agar dapat memberikan hasil yang maksimal > kepuasan dari produk yang dibelinya (Value for Money).
Kesembilan, Mintalah referensi calon pembeli potensial dari konsumen anda yang mungkin akan memperoleh manfaat yang sama dengan yang dia miliki. Miliki daftar calon konsumen yang banyak untuk memastikan kegiatan penjualan anda terus berkesinambungan. Ingat dalam hal ini kita harus menyakinkan Orang yang memberikan referensi “Kita akan menjaga kualitas layanan dan nama baik orang tersebut”, banyak kosumen ragu untuk memberikan referensi (takut mengecewakan pihak lain)
Kesepuluh, Daftar calon konsumen adalah aset. Mungkin tidak akan menjadi konsumen anda saat itu juga, tapi di kemudian hari, siapa yang tahu. Selalu menjaga komunikasi dengan para kosumen kita mutlak diperlukan,.
Selamat menjual dan sukses ada ditangan kita ….
Salam
Sebenarnya begitu banyak cara untuk meningkatkan penjualan anda. Tetapi sepuluh ide berikut adalah landasan untuk menemukan berbagai cara yang dimaksud. Kesepuluh hal ini adalah sesuatu yang sederhana. Saking sederhananya, kadang kita lupa untuk dapat melakukannya.
Pertama, Cintailah pekerjaanmu.
Percayalah bahwa setiap bisnis memiliki ciri dan kharakter yang unik (berbeda satu sama lainnya). Karena setiap bidang bisnis memiliki diferensiasi masing-masing. Ini adalah hal yang sungguh menarik. Dan hukum pasar tentang diferensiasi adalah margin yang tinggi. Untuk itu kita harus memahami dengan benar bidang bisnis tempat kita berada, siapa target pasarnya, bagaimana situasi persaingannya dan keunggulan produk kita dengan bidang yang sama (usaha sejenis.
Kedua, Mintalah umpan balik setiap kali anda gagal dalam menjual.
Kegagalan adalah sumber pembelajaran yang sempurna untuk meningkatkan strategi dan teknik menjual. Saya juga sangat menyarankan kita juga meminta umpan balik dari konsumen atas setiap penjualan yang kita lakukan (untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan skill menjual kita)
Ketiga, Ketika berhasil mencapai penjualan dan memenuhi target, pikirkan apa yang telah anda laksanakan sebelumnya. Kemudian lakukan hal serupa dengan tujuan menyempurnakan teknik dan pola penjualan, menjaga semangat dalam diri bukanlah hal yang mudah (Harapan dan Keyakinan akan sangat membantu).
Keempat, Gigih, tidak mudah menyerah (selalu bersikap positip).
Riset menunjukkan bahwa 70 persen penjualan terjadi setelah kontak kelima kalinya.
Kelima, Bernafsulah seolah-olah andapun sangat menginginkan barang yang anda jual. Jika tidak, tidak ada alasan konsumen untuk membeli. Mungkin juga anda memberikan berbagai informasi bahwa produk yang anda tawarkan adalah pilihan banyak konsumen.
Keenam, Jangan pernah takut untuk menawarkan produk anda.
Konsumen yang berpotensi pasti akan mencari tahu lebih dalam, dan ketika anda melihat kesempatan itu segera untuk melaksanakan transaksi “Always be Closing”, Hilangkan keraguan dalam berkomunikasi dengan prospek.
Ketujuh, Pastikan bahwa setiap penjualan akan membuat konsumen merasa bangga memiliki produk anda. Kita juga harus menunjukkan bahwa “dapat melayani konsumen tersebut menjadi suatu kebanggaan dan akan tetap menjaganya” agar tercipta “customer for life’.
Kedelapan, Pastikan konsumen akan mengerti dengan benar dan menyeluruh akan hak-haknya dan pelayanan-pelayanan yang dapat diterimanya dengan mudah serta yang pasti “bagaimana cara penggunaan produk yang kita jual” agar dapat memberikan hasil yang maksimal > kepuasan dari produk yang dibelinya (Value for Money).
Kesembilan, Mintalah referensi calon pembeli potensial dari konsumen anda yang mungkin akan memperoleh manfaat yang sama dengan yang dia miliki. Miliki daftar calon konsumen yang banyak untuk memastikan kegiatan penjualan anda terus berkesinambungan. Ingat dalam hal ini kita harus menyakinkan Orang yang memberikan referensi “Kita akan menjaga kualitas layanan dan nama baik orang tersebut”, banyak kosumen ragu untuk memberikan referensi (takut mengecewakan pihak lain)
Kesepuluh, Daftar calon konsumen adalah aset. Mungkin tidak akan menjadi konsumen anda saat itu juga, tapi di kemudian hari, siapa yang tahu. Selalu menjaga komunikasi dengan para kosumen kita mutlak diperlukan,.
Selamat menjual dan sukses ada ditangan kita ….
Salam
Labels:
Marketing/Sales Skill
Prospekting - Sukses Menjual

Apa kunci kesuksesan dari memasarkan produk Anda ? Tentu saja hanya satu jawabannya, kita harus mencari pembelinya dan mengupayakan agar mereka mau membeli produk yang kita jual. Ya, benar, itu karena kita berbicara tentang prinsip dasar bisnis perdagangan. Dengan kualitas, harga, promosi dan program penjualan yang bagus, calon konsumen akan tertarik dan mau memutuskan membeli produk kita, mencari prospek adalah sangat penting biasa kita sebut dengan melakukan kegiatan prospecting.
Propspekting adalah kunci kesuksesan. Para pakar pemasaran mengatakan – meski belum terbukti benar – bahwa kesuksesanmu hari ini adalah hasil kerjamu enam bulan lalu. Maka, lakukan prospekting setiap hari dan yakinlah bahwa apa yang Anda lakukan adalah benih di kemudian hari (ingat hukum petani). Keberhasilan prosepkting sangat ditentukan oleh perencanaan kegiatan dan konsistensi kegiatan tersebut. Berbagai hambatan dan penolakan akan terjadi dalam kegiatan ini, tebarkan jaring pada banyak tempat akan memberikan hasil yang lebih baik bagi tenaga pemasaran.
Ada 2 alasan mengapa melakukan prospekting.
Propspekting adalah kunci kesuksesan. Para pakar pemasaran mengatakan – meski belum terbukti benar – bahwa kesuksesanmu hari ini adalah hasil kerjamu enam bulan lalu. Maka, lakukan prospekting setiap hari dan yakinlah bahwa apa yang Anda lakukan adalah benih di kemudian hari (ingat hukum petani). Keberhasilan prosepkting sangat ditentukan oleh perencanaan kegiatan dan konsistensi kegiatan tersebut. Berbagai hambatan dan penolakan akan terjadi dalam kegiatan ini, tebarkan jaring pada banyak tempat akan memberikan hasil yang lebih baik bagi tenaga pemasaran.
Ada 2 alasan mengapa melakukan prospekting.
Pertama, untuk meningkatkan penjualan.
Kedua, untuk menggantikan penjualan yang lepas.
Misalnya dalam jual beli properti – dalam perdagangan biasa juga sering - sering kali konsumen yang telah membayar tanda jadi, atau uang muka bahkan surat persetujuan kredit dari bank telah turun (diterbitkan), kemudian mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Maka kita musti mencari gantinya. Bisa juga kita mobil contoh dalam bidang automotive "dimana customer telah melakukan pemesanan (SPK) dan persetujuan kredit dari leasing telah keluar bahkan sudah kadangkala STNK sudah jadi tiba-tiba membatalkan pesanan kendaraan tersebut atau meminta tolong kita untuk dapat segera menjual kembali kendaraan tersebut.
Bisnis Property :
Prospek calon konsumen ideal adalah orang yang memiliki otoritas, potensi dan menginginkan untuk membeli produk kita . Dalam pengamatan dan pengalaman saya menjajakan produk properti, lebih dari 70% pengambil keputusan untuk membeli properti adalah ibu rumah tangga Hal ini wajar dan logis karena seorang ibu rumah tangga akan menghabiskan lebih dari 50% waktunya untuk berada di dalam rumah. Merekalah yang sehari-harinya mengurus rumah. Berbeda dengan suaminya yang mungkin hanya melihat rumah sebagai tempat untuk berpulang istirahat karena dari pagi sampai petang bahkan larut malam berada di tempat kerja.
Bagaimana dengan bisnis yang lain : Kenali produk anda dan tentukan target pasar yang akan diraih, formulasikan strategi prospekting kita (Waktu, Tempat, Media dan Alat pemasaran yang diperlukan) akan sangat membantu keberhasilan prospekting yang kita lakukan.
Referensi
Cara ini lebih efektif karena cara ini adalah seperti promosi dari mulut ke mulut. Artinya terdapat testimoni dari konsumen lama. Mengapa efektif, ibarat berperang, cukup satu peluru untuk satu sasaran.
Pameran
Ini sering kami lakukan terutama pada saat awal launching produk. Karena untuk memperkenalkan produk dengan lebih luas. Berbeda dengan referensi, cara ini cukup menghabiskan banyak peluru untuk sasaran yang masih belum jelas.
Mitra Strategis
Mitra strategis sampai saat ini kami lakukan dengan beberapa perbankan nasional. Bank memiliki nasabah, developer memiliki rumah, bank memiliki pembiayan kpr, developer memiliki produk untuk dibiayai. Leasing di Automotive, Dokter di bidang Farmasi,
Telepon dan Telemarketing
Telepon dan telemarketing adalah metode lapis kedua. Untuk menjual properti, kita tidak serta merta melakukan prospekting dengan menelepon bermodalkan Yellow Pages. Kenapa ? Karena properti itu unik, sangat personal. Metode ini sangat umum untuk dilakukan oleh semua developer. Mencari database kelompok profesi juga sangat membantu.
Networking
Networking menurut saya adalah metode prospekting yang bukan ditujukan untuk menjual produk, tapi untuk lebih mengenalkan Brand. Harapan dari networking adalah berbuahnya referensi-referensi yang akan menjadi konsumen di kemudian hari.
Dan masih terdapat metode prospekting lainnya seperti observasi atau melakukan penelitian tentang produk yang kira-kira diinginkan, atau direct mail (surat pos).
Namun cara yang paling efektif adalah tidak perlu bersandar pada satu metode saja, artinya semua metode bisa dijalankan untuk mencapai hasil yang maksimal.
Satu pesan penting adalah selalu memprioritaskan peluang dengan memprospek prospektus yang paling utama terlebih dulu.
Labels:
Marketing/Sales Skill
Saturday, October 11, 2008
Keterampilan Mendengar - Increasing Sales

Mendengarkan adalah salah satu yang paling penting keterampilan dalam penjualan. Kemampuan untuk mendengarkan juga salah satu yang traits bagi Profesional Penjualan atas setiap prosespecting yang kita lakukan. Bila Anda belajar untuk meningkatkan kemampuan dalam mendengarkan Anda akan dapat menjual lebih banyak.
Menurut pengalaman dan pengamatan saya ada satu karakteristik dari Top 20% penjual yang sukses atau yang terbaik di kantor saya, mereka memiliki kemampuan mendengar yang lebih baik dibandingkan dengan yang lain, dengan keyakinan saya memastikan mereka sukses, dan saya langsung berkata YA! Dan itu yang Top 20% adalah beberapa pendengar yang terbaik di kantor.
Tidak hanya mereka benar-benar mendengarkan apa yang mereka sampaikan kepada prospek dan klien mereka, tetapi mereka benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan mereka. Jika Anda benar-benar mendengarkan, prospek Anda akan selalu memberitahu Anda, kondisi dimana anda persis tahu apa yang harus Anda lakukan atau katakan untuk membantu mereka dalam setiap proses pembelian.
Jadi apa yang satu hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan keterampilan mendengar Anda ?
Mudah. Selalu berusaha untuk mendapatkan serta membiasakan untuk segera menulis kata kunci atau frasa kata dari setiap prospek yang anda temui, ketika saat berkomunikasi dengan anda atau ketika mereka menjawab pertanyaan Anda atau dimana prospek membicarakan keadaan mereka.
Dengan sebenarnya melakukan ini, Anda akan menyelesaikan beberapa hal.
Pertama, jika anda mampu menulis aktif mendapatkan inti atau mensarikan apa yang mereka yang dikatakan, Anda akan dipaksa untuk benar-benar mendengarkan setiap prospek anda berbicara. Sangat sering tenaga penjual sangat sulit untuk dapat menggali kebutuhan pelanggan atau hal yang paling penting/diinginkan oleh pelanggan. Tidak semua pelanggan langsung terbuka kepada anda dalam setiap pertemuan, disinilah tenaga penjual harus berusaha keras untuk melakukan penggalian lebih dalam kepada prospeknya. Jangan pernah membiarkan moment yang paling berharga dalam proses penjualan "bertemu dan berkomunikasi langsung dengan prospek" berlalu begitu saja.
Kedua, dan ini sangat penting, dengan membiasakan menulis kata kunci atau frasa kata yang prospek gunakan, Anda akan dapat memberi solusi atau ide terhadap permasalahan atau keberatan tersebut ini kembali kepada mereka saat anda menutup presentasi atau komunikasi yang baru saja berlangsung. Kita memberikan penekanan kembali terhadap hal-hal yang menjadi bagian penting dari proses penjulan tersebut. Misalnya : harga, waktu penyerahan, sistem pembayaran dan penyerahan, atau jadwal pertemuan berikutnya.
Teknik ini akan membentuk hubungan, membangun kepercayaan, dan menjamin bahwa presentasi penjualan Anda adalah paling tepat dan sejalan dengan apa yang menjadi bagian penting bagi prospek kita. Sangat sering kita menemui bahwa Pelanggan lebih banyak mendengar dari tenaga penjual.
Saya mendorong Anda untuk mulai mengembangkan kebiasaan ini dan untuk bisa masuk ke dalam praktek menuliskan kata-kata inti dari setiap komunikasi kita dengan setiap prospek. Anda tidak hanya akan menjadi pendengar yang lebih baik, tapi Anda akan menjadi tenaga penjual yang sukses.
Saya ingin Anda semua yang terbaik minggu ini sebagai Anda fokus pada peningkatan kemampuan Anda mendengarkan, dan membiarkan saya tahu bagaimana ini bekerja untuk anda!
Percayalah, ini adalah salah satu yang paling kuat (dan termudah!) Teknik pernah Anda dapat mengembangkan, dan Anda dapat mulai menggunakan hari ini.
Selamat menjual dan sukses ditangan kita
Menurut pengalaman dan pengamatan saya ada satu karakteristik dari Top 20% penjual yang sukses atau yang terbaik di kantor saya, mereka memiliki kemampuan mendengar yang lebih baik dibandingkan dengan yang lain, dengan keyakinan saya memastikan mereka sukses, dan saya langsung berkata YA! Dan itu yang Top 20% adalah beberapa pendengar yang terbaik di kantor.
Tidak hanya mereka benar-benar mendengarkan apa yang mereka sampaikan kepada prospek dan klien mereka, tetapi mereka benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan mereka. Jika Anda benar-benar mendengarkan, prospek Anda akan selalu memberitahu Anda, kondisi dimana anda persis tahu apa yang harus Anda lakukan atau katakan untuk membantu mereka dalam setiap proses pembelian.
Jadi apa yang satu hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan keterampilan mendengar Anda ?
Mudah. Selalu berusaha untuk mendapatkan serta membiasakan untuk segera menulis kata kunci atau frasa kata dari setiap prospek yang anda temui, ketika saat berkomunikasi dengan anda atau ketika mereka menjawab pertanyaan Anda atau dimana prospek membicarakan keadaan mereka.
Dengan sebenarnya melakukan ini, Anda akan menyelesaikan beberapa hal.
Pertama, jika anda mampu menulis aktif mendapatkan inti atau mensarikan apa yang mereka yang dikatakan, Anda akan dipaksa untuk benar-benar mendengarkan setiap prospek anda berbicara. Sangat sering tenaga penjual sangat sulit untuk dapat menggali kebutuhan pelanggan atau hal yang paling penting/diinginkan oleh pelanggan. Tidak semua pelanggan langsung terbuka kepada anda dalam setiap pertemuan, disinilah tenaga penjual harus berusaha keras untuk melakukan penggalian lebih dalam kepada prospeknya. Jangan pernah membiarkan moment yang paling berharga dalam proses penjualan "bertemu dan berkomunikasi langsung dengan prospek" berlalu begitu saja.
Kedua, dan ini sangat penting, dengan membiasakan menulis kata kunci atau frasa kata yang prospek gunakan, Anda akan dapat memberi solusi atau ide terhadap permasalahan atau keberatan tersebut ini kembali kepada mereka saat anda menutup presentasi atau komunikasi yang baru saja berlangsung. Kita memberikan penekanan kembali terhadap hal-hal yang menjadi bagian penting dari proses penjulan tersebut. Misalnya : harga, waktu penyerahan, sistem pembayaran dan penyerahan, atau jadwal pertemuan berikutnya.
Teknik ini akan membentuk hubungan, membangun kepercayaan, dan menjamin bahwa presentasi penjualan Anda adalah paling tepat dan sejalan dengan apa yang menjadi bagian penting bagi prospek kita. Sangat sering kita menemui bahwa Pelanggan lebih banyak mendengar dari tenaga penjual.
Saya mendorong Anda untuk mulai mengembangkan kebiasaan ini dan untuk bisa masuk ke dalam praktek menuliskan kata-kata inti dari setiap komunikasi kita dengan setiap prospek. Anda tidak hanya akan menjadi pendengar yang lebih baik, tapi Anda akan menjadi tenaga penjual yang sukses.
Saya ingin Anda semua yang terbaik minggu ini sebagai Anda fokus pada peningkatan kemampuan Anda mendengarkan, dan membiarkan saya tahu bagaimana ini bekerja untuk anda!
Percayalah, ini adalah salah satu yang paling kuat (dan termudah!) Teknik pernah Anda dapat mengembangkan, dan Anda dapat mulai menggunakan hari ini.
Selamat menjual dan sukses ditangan kita
Labels:
Marketing/Sales Skill
Mengelola Sales People untuk Hasil yang Terbaik

Setelah sebuah bisnis telah berkembang pesat ke titik dimana pemilik tidak memiliki cukup waktu untuk mengelola dan menjual kembali, dimana saatnya untuk mengambil dan menambah jumlah staf penjualan. Tindakan yang diambil adalah cara yang ampuh atas langkah berikutnya terhadap tingkat pertumbuhan bisnis dan keuntungan meningkat. Potensi keuntungan yang besar, Hasil akhir adalah untuk memperbanyak omset perusahaan dan keuntungan secara massal.
Tetapi penanganan penjualan adalah bukanlah teramat susah, terhitung sebagai pemilik bisnis dan manajer penjualan telah ditemukan. Mencari dan menemukan orang-orang yang tepat dan terbaik dalam bidangnya, tahapan berikutnya adalah bagaimana mengelola dan mempertahankan tim penjualan yang efektif merupakan sebuah tantangan, mencapai terbaik dan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan, namun sebaliknya bukan tidak mungkin terjadi.
Salah satu alasannya adalah bahwa banyak pemilik usaha tidak mempunyai pengalaman dalam mengelola sebuah tim sebelum melakukan penjualan. Dan mencari contoh untuk pada model, itu hanya terdapat godaan untuk menyalin pendekatan yang digunakan oleh organisasi lain. Sayangnya, melakukan hal yang sama yang lain lakukan adalah mungkin akan menyebabkan anda masalah-masalah yang mereka hadapi.
Berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam proses berjalannya organisasi penjualan adalah seperti : loyalitas, turn over yang tinggi, motivasi, pelayanan, cepat puas, dll. Dengan kondisi tersebut, tidak ada pemenang. Hal ini makin besar ketika manajer adalah memberikan reaksi yang staf penjualan aturan rinci tentang bagaimana mereka harus bekerja dan memutuskan bagaimana untuk merawat orang dengan angka penjualan mereka. Tetapi salespeople benci ditangani dengan cara ini, dan motivasi dan loyalitas yang semakin menurun. Dalam mengelola dan pemaksaan menghasilkan dendam terbaik di kepatuhan, sedang menuju kinerja penjualan dan gangguan dari merekrut orang baru untuk menggantikan mereka yang meninggalkan.
Alternatif yang lebih baik adalah untuk merawat salespeople baik, inspirasi mereka dan mengembangkan lingkungan dimana mereka menikmati pekerjaan mereka. Perusahaan harus mampu dalam memelihara hubungan antara pengelola dan team penjualan. Anda harus beroperasi sedemikian rupa bahwa team penjualan ingin bekerja sama dengan Anda. Jika Anda berhasil, mereka melarutkan dan kekecewaan mereka menjadi terinspirasi dengan kepercayaan diri, perusahaan, produk. Mereka bangga menjadi anggota team penjulan dan berada di bawah kepimpinan anda
Tidak ada trik untuk kepemimpinan, untuk hasil yang berkelanjutan anda harus menginstal dan mempertahankannya dan menggunakannya dengan baik, ibarat sebuah toko kita membutuhkan "pelanggan yang datang dan membeli" dan bagaimana kita pelanggan tersebut harus diperlakukan > Bangun kepercayaan pelanggan. Inti adalah ide sederhana, walaupun menuntut untuk melaksanakan:
'Memperlakukan semua orang seolah-olah dia pelanggan terbaik Anda'
Fokus pada membangun hubungan baik dengan mereka dan memecahkan masalah-masalah mereka. Pada pertemuan mingguan penjualan, tentu saja, Anda harus berkutat dengan angka-angka, Evaluasi dan analisa tidak semata dilihat dari hasil semata, teramat sering seorang pimpinan penjulan kurang memberikan tekanan terhadap proses sebelumnya. Proses is the first, pemahaman yang mendalam dan proses perbaikan yang berkesinambungan akan sangat memudahkan kita dalam memecahkan masalah-masalah penjualan yang terjadi dan akan terjadi.
Menjadikannya sebagai praktek untuk setiap anggota untuk hadir terakhir dia kisah sukses dan prospek paling yang paling sulit (Sharing Knowledge and Experienced). Anggota tim akan belajar dari masing-masing yang telah sukses dan menjadi mudah dalam mengemukakan gagasan mereka tentang cara untuk menangani masalah. Komitment dapat kita hasilkan dalam setiap pertemuan dan terciptanya komunikasi 2 arah, sangat menyenangkan bagi seluruh anggota team.
Pimpinan penjualan mampu melakukan penjualan sendiri, dan menjadikan sebagai "Role Model" berbagi keberhasilan dan masalah yang dihadapi, mencari dan menerima masukan dari tim Anda. Membantu penanganan akan setiap masalah yang dihadapi, bersama team mengadakan kunjungan kepada pelanggan dengan melakukan kunjungan bersama ke pelanggan meraka yang terberat/tersulit, serta dapat memberikan hasil yang diharapkan memberikan dampak positif dimana team akan belajar menggunakan cara-cara yang anda lakukan atau sesuatu hal yang mereka belum ketahui. Menggunakan prinsip.
Pimpinan, Pemilik, Manager kita harus menumbuhkan "Respect" kepada anggota team, harus terdapat proses keseimbangan dalam "Reward and Punishment" yang dapat kita bangun dari hal yang terkecil. Saya menyarankan untuk dapat menggunakan konsep "RRC" yaitu "Reward, Recognation and Celebration" atas team yang kita pimpin dan tidak menolerir atas kesalahan yang sangat tabu : korupsi dan disiplin.
Menjadikannya sebagai praktek untuk setiap anggota untuk hadir terakhir dia kisah sukses dan prospek paling yang paling sulit (Sharing Knowledge and Experienced). Anggota tim akan belajar dari masing-masing yang telah sukses dan menjadi mudah dalam mengemukakan gagasan mereka tentang cara untuk menangani masalah. Komitment dapat kita hasilkan dalam setiap pertemuan dan terciptanya komunikasi 2 arah, sangat menyenangkan bagi seluruh anggota team.
Pimpinan penjualan mampu melakukan penjualan sendiri, dan menjadikan sebagai "Role Model" berbagi keberhasilan dan masalah yang dihadapi, mencari dan menerima masukan dari tim Anda. Membantu penanganan akan setiap masalah yang dihadapi, bersama team mengadakan kunjungan kepada pelanggan dengan melakukan kunjungan bersama ke pelanggan meraka yang terberat/tersulit, serta dapat memberikan hasil yang diharapkan memberikan dampak positif dimana team akan belajar menggunakan cara-cara yang anda lakukan atau sesuatu hal yang mereka belum ketahui. Menggunakan prinsip.
Pimpinan, Pemilik, Manager kita harus menumbuhkan "Respect" kepada anggota team, harus terdapat proses keseimbangan dalam "Reward and Punishment" yang dapat kita bangun dari hal yang terkecil. Saya menyarankan untuk dapat menggunakan konsep "RRC" yaitu "Reward, Recognation and Celebration" atas team yang kita pimpin dan tidak menolerir atas kesalahan yang sangat tabu : korupsi dan disiplin.
Labels:
Marketing/Sales Skill
Thursday, September 18, 2008
Profesional Sales
Menjadi Profesional dalam bidang apapun menjadi tujuan dari setiap person, seorang Profesional dalam bidangnya bukan ditentukan karena anda memiliki gelar atau karena kita diberikan oleh sesorang suatu gelar khusus. Hal-hal kita lakukan pada hari inilah yang akan membuat kita menjadi seorang profesional pada hari ini.
Kita menjadi seorang profesional manakala kita dapat bertindak sebagai seorang profesional dan kita akan berhenti menjadi seorang profesional manakala kita berhenti bertindak seperti layaknya seorang profesional.
Bidang apapun yang kita geluti saat ini, kita harus bertindak dan bersikap secara sempurna. Para profesional bertindak pada tingkat kesempurnaan yang jarang dicapai oleh orang lain dan sering bertindak atau melakukan berbagai dalam kegiatannya yang dirasakan oleh orang lain tidak mungkin atau tidak dapat dilakukan.
Para profesional selalu memberikan perhatian penuh kepada pada apa yang perlu mereka capai dalam setiap moment, sebagai contoh :
- Mereka tidak melakukan suatu pekerjaan atau suatu kegiatan setengah jalan (Menuntaskan setiap kegiatan, project atau misi yang sedang dijalankan).
- Tidak menunda pekerjaan yang dapat dilakukan sekaran.
- Selalu mencoba melakukan peningkatan dan perbaikan terhadap apa yang dilakukan untuk mendapatkan kesempurnaan.
Ciri lain yang dapat kita temukan dari seorang profesional adalah mereka lebih banyak "mengetahui" tentang apa dan mengapa yang mereka lakukan dari pada orang lain. Pemahaman dari "Apa yang diketahui" adalah sangat berhubungan dengan pemahaman yang mendetail tentang semua hal yang berkaitan dengan objek kegiatan tersebut. Kaum profesional juga selalu terlihat tidak mudah menyerah, senantiasa belajar dan berlatih lebih banyak dibandingkan dengan orang lain dalam tujuan untuk dapat "Menjadi lebih baik dalam apa yang mereka lakukan".
Menjadi seorang profesional sales dan selalu unggul serta dapat mengalahkan para pesaing anda (rekan penjual anda) anda perlu melakukan :
1. Memahami produk anda dan produk pesaing anda
Pelajari produk perusahaan anda, produk pesaing anda, pelanggan anda dan situasi lingkungan bisnis dimana anda berada. Kumpulkan informasi selengkap mungkin yang dapat anda lakukan kemudian pelajari dengan teliti dan terbaru. Informasi sekecil apapun sangat penting dan dapat menjadi faktor yang sangat menentukan di dalam kegiatan penjualan yang sedang kita lakukan.
2. Tetapkan tujuan dan susunlah rencana untuk mencapainya
Selalu menyusun dan membuat daftar prioritas, berikan peringkat sehingga anda dapat menentukan hal mana yang kita lakukan terlebih dahulu (Hal yang berkontribusi langsung kepada bidang penjualan memiliki peringkat lebih tinggi). Tegas dan konsisten untuk menjalankan apa yang telah anda susun, jangan menghabiskan waktu anda pada hal-hal yang kurang penting.
3. Berlatihlah sampai mencapai suatu kesempurnaan dan senantiasa melakukan peningkatan.
Seorang pemain sepakbola pada posisi striker selama karirnya (lebih kurang 17 tahun) selalu memainkan bola, berlatih dengan bola, menendang, umpan, heading dan berusaha mencetak gol. Ia selalu dengan peran tersebut " setiap waktu ia selalu berusaha untuk dapat lebih baik menjalankan perannya dari waktu sebelumnya". Menurut saya hal yang sama juga berlaku di bidang penjualan.
" Jika orang penjualan yang tidak sukses mulai melakukan apa yang juga dilakukan orang penjualan yang sukses, mereka akan menjadi sama suksesnya"
Selamat menjual ....,
Labels:
Marketing/Sales Skill
Subscribe to:
Comments (Atom)