Showing posts with label Perusahaan. Show all posts
Showing posts with label Perusahaan. Show all posts

Saturday, April 9, 2011

BUMN Berpendapatan Tertinggi 2010



Menteri BUMN Mustafa Abubakar membeberkan 26 perusahaan BUMN yang mencapai pendapatan tertinggi sepanjang 2010.

Pada ranking teratas diraih PT Pertamina (Persero) sebesar Rp 448,8 triliun. Disusul PLN Rp 163,7 triliun, Telkom Rp 68,62 triliun, BRI Rp 50,1 triliun, dan Bank Mandiri Rp 43,8 triliun.
BUMN yang disebut di atas merupakan lima BUMN teratas memperoleh pendapatan tahun lalu.


"Ini semua adalah BUMN dengan pendapatannya 26 BUMN teratas," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/4/2011).
Secara umum, ke-26 perusahaan BUMN ini memiliki andil 90,4 persen terhadap pendapatan BUMN tahun lalu. "Dari segi laba bersih 92,8 persen dan dari segi aset 92,5 persen," kata Mustafa.

"Ini adalah 26 perusahaan BUMN dari sekitar 141 perusahaan BUMN. "BUMN lainnya bukannya tidak penting, ada fungsi kepeloporan, agen development, pemerataan, PSO di situ. Semua penting, cuma volume kegiatannya tidak seperti yang 26 BUMN ini," kata Mustafa.
Berikut 26 perusahaan BUMN lainya yang mempunyai pendapatan terbesar: Pusri, BNI, Bulog, PGN, Garuda Indonesia, Krakatau Steel, Semen Gresik, Jamsostek, Taspen, Antam, Timah, Bukit Asam, Askes, BTN, PPA, Wijaya Karya, Adhikarya, PTPN III, PTPN IV, Perum Pegadaian, KA Indonesia

Thursday, January 13, 2011

Harga IPO Garuda harus di Atas 1.200


Silang pendapat seputaran besaran nilai IPO sebuah perusahaan Negara selalu terjadi, banyak pihak yang menyuarakan "berapa nilai Saham" dari perusahaan milik Negara yang akan Go Publik. Silang pendapat ini telah terjadi pada saat Harga Saham Krakatau Steel (KRAS) ditetapkan, banyak pihak menilainya terlalu rendah, begitu juga sepertinya akan terjadi pada saat IPO Perusahaan penerbangan Nasional "Garuda Indonesia Airways". 
Tarik menarik harga penawaran saham umum perdana PT Garuda Indonesia terjadi. Kendati sudah diputuskan di kisaran Rp750-1.100, konflik tampaknya akan tetap membayangi emiten pelat merah ini.
"Banyak alasan yang memperkuat pendapat seharusnya saham IPO Garuda itu bisa ditawarkan di atas 1.200 rupiah," tegasnya.
Namun mekanisme penawaran harga IPO Garuda Indonesia sama dengan mekanisme IPO Karakatau steel. Akibatnya dimungkinkan akan terjadi konflik penetapan harga IPO Garuda akan terjadi.

Arief menjelaskan Garuda Indonesia merupakan leader market untuk airlines nasional disektor penerbangan Domestik dan international. Garuda Indonesia adalah satu-satunya maskapai yang di ijinkan untuk mengangkut Jamaah haji oleh pemerintah. "Ini semua adalah merupakan pontensi bahwa harga IPO Garuda Indonesia bisa di atas kisaran 1.200," jelasnya.

Apalagi mulai satu demi satu maskapai swasta nasional mengalami bleeding yang pada akhirnya menyetop operasinya, seperti yang terjadi pada Mandala Airlines , sehingga pangsa pasar dari maskapai swasta yang tutup akan menjadi pangsa pasar Garuda yang pada akhirnya memberikan keuntungan bagi Garuda.

Lebih lanjut, Arief mengungkapkan konflik tampaknya akan tetap membayangi emiten pelat merah ini. Selama mekanisme penawaran harga IPO garuda Indonesia sama dengan mekanisme IPO Karakatau steel maka kemungkinan konflik penetapan harga IPO Garuda akan terjadi.

Pihaknya menilai tidak kemungkinan konflik penetapan harga IPO antara Menteri BUMN dan underwriter. Menteri menetapkan harga terbaik hingga Rp1.000. Sedangkan Underwriter hanya menetapkan harga harga IPO pada level Rp600 hingga Rp850 per saham. "Semuanya ini hanya akalan akalan saja untuk mengeruk keuntungan dari IPO Garuda," ucapnya.

Garuda memiliki prospek jangka panjang yang cerah dengan tumbuhnya investasi didaerah daerah. Ini akan memicu tingkat kenaikan jumlah penumpang pesawat udara. Tentu saja merupakan opportunity bagi Garuda Indonesia untuk lebih meningktkan labanya. [

Tuesday, January 11, 2011

Garuda Gelar Public Expose Dalam Rangka IPO



PT Garuda Indonesia menjadwalkan melakukan public expose (paparan publik) penawaran saham kepada publik (IPO) pada Rabu (12/1). "Besok kami akan menggelar public expose," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (11/1).

Menurut Emirsyah, setelah melakukan paparan publik, pihaknya siap roadshow (muhibah) IPO ke sejumlah negara. "Pekan ini kami akan roadshow, ke Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat (Boston, New York) dan London," katanya. 


Menurutnya, roadshow untuk menjaring minat investor terutama di pusat-pusat pasar dunia, terhadap saham Garuda. Adapun paparan publik dilakukan terkait dengan indikasi penetapan harga saham, jumlah target dana yang akan diperoleh, termasuk rencana penggunaan dana IPO.

Menurut catatan, Garuda akan menjadi BUMN pertama yang "go public" pada 2011. Pemerintah menargetkan melepas saham sebesar 30%, dengan target perolehan dana berkisar Rp 4 triliun.

Dari jumlah saham yang akan dilepas itu, 10% di antaranya adalah saham Bank Mandiri. Dalam IPO tersebut, perseroan telah menetapkan penjamin emisi (underwriter) yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan underwriter asing ditetapkan UBS dan Citibank.

Dalam rencana IPO tersebut, perseroan menggunakan laporan keuangan periode September 2010. Hingga kuartal III 2010, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 194 miliar.

Serahkan ke Bapepam
Sementara itu, secara bersamaan, Peraturan Pemerintah tentang Penawaran Saham Perdana PT Garuda Indonesia segera diserahkan kepada Badan Pengawas Pesar Modal dan Lembaga Keuangan hari ini juga.

"Dokumen Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) sudah ada di meja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sudah selesai (ditandatangani), dicek untuk selanjutnya diserahkan kepada Bapepam-LK hari ini," kata Deputi Menteri BUMN Sumaryanto Widayatin di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

PP tersebut merupakan dasar pelaksanaan IPO yang dijadwalkan terealisasi pada awal 2011.
Sejalan dengan itu, Sumaryanto menuturkan, jumlah saham Garuda yang akan dilepas kepada investor mencapai 30%. "Sebesar 10 persen di antaranya adalah saham milik PT Bank Mandiri," katanya.

Menurut catatan, jumlah saham yang akan diperoleh perusahaan penerbangan "plat merah" itu akan berkisar Rp 4 triliun. Meski begitu, Sumaryanto tidak bersedia menyebutkan indikasi harga per lembar saham Garuda tersebut. "Belum bisa disebutkan harga per sahamnya. Tunggu saja," katanya.

Ia hanya menjelaskan bahwa dalam pekan ini manajemen dan underwriter Garuda akan melakukan roadshow (muhibah bisnis) ke luar negeri. "Roadshow dilakukan 13-15 Januari 2010 ke Singapura, Hongkong, Amerika Serikat (Boston, New York), dan London," ujarnya.

Setelah menjaring calon investor, selanjutnya dapat ditetapkan harga IPO. "Pricing akan ditentukan kemudian. Tapi sejauh ini, hasil analisa menunjukkan bahwa harga saham Garuda cukup bagus karena sesuai dengan prospek bisnis perseroan ke depan," tegas Sumaryanto.

Tuesday, November 30, 2010

Bakrie Brothers Kantongi Utang Rp 26 Triliun


Total utang PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sepanjang triwulan III-2010 tercatat Rp 26,64 triliun, atau naik hampir 70% yakni tepatnya 69,68% dibanding periode yang saham tahun lalu, Rp 15,704 triliun. Peningkatan utang BNBR tersebut melengkapi kinerja keuangan perseroan, yang mencatat rugi Rp 565,986 miliar pada triwulan III-2010.


Seperti disebutkan dalam laporan keuangan BNBR yang dikutip detikFinance di Jakarta, Rabu (1/12/2010), total utang perseroan dari Januari-September 2010 mencapai Rp 26,64 triliun. Nilai utang perseroan meningkat drastis dari tahun lalu, Rp 15,704 triliun.
Hampir seluruh pos utang lancar atau tidak lancar mengalami peningkatan. Namun, pemicu kenaikan total utang BNBR yang paling signifikan terjadi pada pos beban yang masih harus dibayar. Dimana pada pos ini terjadi lonjakan nilai, dari Rp 397,827 miliar menjadi Rp 2,525 triliun.

Utang lancar perseroan pun meningkat 112,6% dari Rp 4,333 triliun menjadi Rp 9,212 triliun di triwulan III-2010. Dan pada utang tidak lancar juga terjadi kenaikan 53,26% dari Rp 11,371 triliun menjadi Rp 17,428 triliun. Akhirnya total utang perseroan mencapai Rp 26,64 triliun.

Beban bunga menjadi momok BNBR dari sisi kinerja laba/rugi. Dimana hingga September 2010, perseroan mencatat rugi bersih Rp 565,986 miliar, atau naik tujuh kali lipat dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, Rp 67,619 miliar. Rugi bersih perseroan juga meningkat signifikan, dibanding semester I-2010, yang sebesar Rp 302,78 miliar.

Memang pos pendapatan bersih induk usaha Bakrie 7 ini naik dari Rp 5,329 triliun menjadi RP 9,284 triliun. Laba kotorpun sejatinya meningkat dari Rp 2,672 triliun menjadi Rp 3,151 triliun. Namun akibat lonjakan beban bunga bersih, dari RP 270,392 miliar menjadi Rp 1,462 triliun menyebabkan kinerja perseroan langsung merugi.

"Beban bunga konsolidasi BNBR meningkat menjadi Rp1,46 triliun sehingga perseroan mencatatkan rugi bersih senilai Rp 565,9 miliar," ujar Bobby dalam siaran persnya pekan lalu.

Bobby menambahkan, beban keuangan BNBR juga mengalami kenaikan secara konsolidasi dari anak usaha, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Tercatat total utang BTEL naik tipis dari Rp 4,523 triliun menjadi Rp 5,35 triliun. Sedangkan utang UNSP naik 193% menjadi Rp 15,063 triliun, dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 5,12 triliun.

BNBR pada akhir pekan lalu mengumumkan kerugian Rp 565,9 miliar pada kuartal III-2010, padahal pada periode yang sama tahun lalu perusahaan ini tercatat masih untung Rp 40,48 miliar. Presiden Direktur BNBR Bobby Gafur Umar mengatakan, kerugian ini dialami karena beban bunga utang di kuartal III-2010 meningkat menjadi Rp 1,46 triliun. Namun dalam siaran pers pekan lalu, tidak disebutkan jelas berapa nilai utangnya.

Source : Detikfinance.com

Monday, November 29, 2010

Laba Bersih Bank Mandiri Mengalami Kenaikan 37,15% di Q3-2010


PT Bank Mandiri Tbk berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 37,15% menjadi Rp6,46 triliun pada kuartal 3-2010 (diaudit) dibanding periode serupa 2009 sebesar Rp4,72 triliun (tidak diaudit).
Dalam laporan keuangan Perseroan yang dipublikasikan ke BEI, Senin (29/11) dijelaskan kenaikan laba bersih Perseroan di kuartal 3-2010 ini dipicu naiknya laba operasional menjadi Rp8,54 triliun dari priode serupa 2009 sebesar Rp7,02 triliun. KOndisi ini memicu laba per saham juga naik menjadi Rp304,60 dari Rp223,83.

Perseroan juga mencatatkan kenaikan pendapatan bunga bersih menjadi Rp14,36 triliun pada kuartal 3-2010 dari periode serupa 2009 sebesar Rp12,49 triliun.
Perseroan memiliki ekuitas sebesar Rp39,03 triliun di kuartal 3-2010. Jumlah simpanan nasabah juga naik menjadi Rp321,19 triliun dari Rp295,49 triliun. ASet Perseroan tercatat mencapai Rp408,29 triliun di kuartal 3-2010. 

Cipaganti Berniat Untuk Go Publik


Cipaganti Group menyelenggarakan IPO, kelihatannya sudah bulat. Itu sebabnya, manajemen perusahaan transportasi ini belakangan giat menebar pesona.
Tujuannya, tentu saja, untuk menunjukan bahwa Cipaganti Group bukan perusahaan ecek-ecek. Sehingga, sahamnya layak dikoleksi investor. Kabar terakhir yang dihembuskan pemilik perusahaan bermarkas di Bandung ini adalah tentang rencananya terjun ke bisnis pertambangan batubara.
Melalui PT Cipaganti Inti Resources, perseroan kini telah memiliki lima tambang batubara di Kalimantan Timur. Total kelimanya diprediksi memiliki cadangan 223 juta ton. Tiga dari lima tambang tersebut, tahun depan akan mulai berproduksi.

Menurut Andianto Setiabudi, Presdir Cipaganti Group, pada 2015, lima tambang tersebut ditargetkan mampu berproduksi hingga 12 juta ton per tahun.
Bisnis pertambangan, bagi perusahaan ini, memang bukan barang baru. Sebab, sebelumnya, di samping usaha transportasi, Cipaganti juga telah bergelut di bisnis penyewaan alat-alat berat. Pelanggannya, banyak dari perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kalimantan .
Tapi, itu bukan berarti masuk ke bisnis pertambangan semudah membalikkan telapak tangan. Soalnya, modal yang dibutuhkan cukup besar. Untuk bisa berproduksi hingga 12 juta ton per tahun, sedikitnya dibutuhkan dana sebesar US$180 juta.
Nah, mungkin, itulah yang mendorong pemilik perusahaan ini begitu bersemangat untuk terjun ke bursa saham. Kalau tak ada aral melintang, Cipaganti akan melepas 30% sahamnya di bursa pada semester I-2011.
Seraya menggarap usaha tambang batubara, perseroan juga terus memompa usahanya di bisnis transportasi. Armadanya, yang kini mencapai 2.000 unit, akan terus ditambah menjadi 4.000 unit. Itu dilakukan untuk mencapai target pendapatan Rp1,2 triliun tahun ini atau dua kali lipat dari pendapatan tahun lalu.
Asal tahu saja, 60% pendapatan perusahaan saat ini berasal dari otojasa. Sedangkan sisanya diperoleh dari penyewaan alat-alat berat. Nah, jika usaha pertambangan berjalan mulus, lima tahun ke depan 70% pendapatan akan disumbangkan dari batubara. 
 

FREE HOT VIDEO 1 | HOT GIRL GALERRY 1

FREE HOT VIDEO 2 | HOT GIRL GALERRY 2

FREE HOT VIDEO 3 | HOT GIRL GALERRY 3

FREE HOT VIDEO 4 | HOT GIRL GALERRY 4

FREE HOT VIDEO 5 | HOT GIRL GALERRY 5

FREE HOT VIDEO 6 | HOT GIRL GALERRY 6

FREE HOT VIDEO 7 | HOT GIRL GALERRY 7

FREE HOT VIDEO 8 | HOT GIRL GALERRY 8

FREE HOT VIDEO 9 | HOT GIRL GALERRY 9

FREE HOT VIDEO 10|HOT GIRL GALERRY 10

FREE HOT VIDEO 11|HOT GIRL GALERRY 11