Showing posts with label Career. Show all posts
Showing posts with label Career. Show all posts

Thursday, December 2, 2010

5 Kunci Strategi jadi Karyawan Unggulan


DALAM
 dunia kerja yang kian kompetitif seperti saat ini, agaknya hanya sedikit orang yang merasa benar-benar aman berada di posisinya sekarang. Jika gagal membuktikan diri sebagai bibit unggulan, bisa-bisa Anda tersingkirkan. 

Untuknya, menurut Laurence Shatkin, Ph.D., penulis '2011 Career Plan,' ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan setiap orang untuk membuktikan diri sebagai karyawan andalan. 

''Cara terbaik untuk mempertahankan pekerjaan adalah dengan menjadi tidak tergantikan. Anda perlu menjadi sangat penting sehingga bisnis tersebut tidak dapat berjalan tanpamu,'' katanya seperti dikutip situs msn.careerbuilder.com. 
Nah, berikut ini adalah sejumlah strategi yang perlu Anda implementasikan: 

Fokus 
Kebanyakan bisnis mendiversifikasi dan melayani beberapa fungsi, tapi biasanya ada sebuah misi sentral yang menghasilkan uang dan menentukan apakah bisnis tersebut akan berhasil atau gagal. Identifikasi fungsi sentral tersebut dan mainkan peranan di dalamnya. Identifikasi keterampilan apa saja yang dibutuhkan bagi bisnis tersebut untuk mengembangkan fungsinya, dan kuasai keterampilan itu. 

Produktif 
Menjadi produktif bukan berarti Anda harus lembur setiap hari dan mengorbankan kehidupan personal demi kepentingan bisnis. Yang lebih penting adalah menemukan tugas atau peran yang dapat Anda tangani selain deskripsi pekerjaan Anda. Sekali lagi, keterampilan berperan penting di sini karena menjadi kunci produktivitas. 

Menonjol 
Cari jalan untuk membuat Anda dikenal dan menonjol di antara para rekan kerja lain. Cetak prestasi yang membuat Anda dilirik dan diakui. Jangan menunggu hingga tiba musim penilaian kinerja. 

Mentor 
Temukan seseorang yang benar-benar mengerti seluk-beluk bisnis yang Anda geluti, berikan bantuan dan tanyakan pertanyaan-pertanyaan spesifik termasuk bagaimana cara meningkatkan kinerja Anda. Berikan kredit kepada mentor tersebut atas saran yang Anda dapatkan. 

Menyenangkan 
Menusuk dari belakang bukan cara terbaik untuk maju dan mendapatkan apa yang Anda inginkan. Cara itu hanya akan menimbulkan kerugian dalam jangka panjang. Jika Anda tidak bisa bekerja sama dengan sejumlah orang tertentu dalam kelompok kerja, coba untuk minta ditransfer ke bagian lain yang membuat Anda merasa lebih cocok dan nyaman. 

Sumber : Media Indonesia

Wednesday, December 1, 2010

Women in Business Conference 2010 "Power Your Dream: The Journey of Women Dreams"

Ilustrasi
Dalam dunia bisnis dan wirausaha, wanita mempunyai peranan yang sangat penting. Banyak sekali dijumpai wanita-wanita yang sukses sebagai wanita karir dan entrepreneur. Untuk mencapai kesuksesan tersebut tentunya banyak hambatan dan rintangan yang harus dilalui.

"Di dalam keputusan-keputusan yang kita ambil dalam karier kita harus tetap melibatkan keluarga, karena dengan adanya keluarga, tantangan apapun dalam karier dapat kita atasi dengan adanya dukungan dengan keluarga," tukas Former CEO IBM Indonesia, Betti Alisjahbana, di Hotel Ritz Carlton PP, Jakarta, Kamis (2/12/2010).
Berangkat dari hal ini, Majalah Marketing dan Twibless menggelar acara bertajuk Women in Business Conference 2010 "Power Your Dream: The Journey of Women Dreams" yang dikemas dengan berbagai topik yaitu: dreams-passion-action-success, financial, career development, innovation and creativity, happy at work, serta happy at home.

Dalam acara ini dihadirkan para wanita yang sangat menginspirasi dan tentunya sukses dalam dunia bisnis dan wirausaha. Mereka di antaranya Aviliani (economist), Anne Avantie (Designer n Social artist), Cynthia Wihardja (Action Coach), Rene Suhardono (career coach), Safir Senduk (finacial planner), Avanti Fontana (book author: innovate we can), dan Nia Dinata (movie director n producer).

Sekadar informasi, majalah marketing adalah majalah bisnis khusus marketing yang membahas tren aktual di bidang marketing. Sementara Twibless adalah lembaga yang banyak berkecimpung dalam event-event yang menyangkut komunitas wanita di Indonesia.

Sukses Dalam Komunikasi di Kantor


Kata-kata merupakan bagian terpenting dari sebuah aktivitas berkomunikasi. Lewat kata-kata yang terangkum menjadi kalimat-kalimat, komunikasi bisa terjalin dua arah atau lebih.

Namun banyak orang mengakui, tak mudah melakukan aktivitas ini, terutama di tempat kerja. Masalahnya, jika terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi, alias miskomunikasi, tentunya bisa mengganggu proses kerja. Bagaimana mengatasi miskomunikasi seperti ini? Berikut tipsnya :

1. Hargai lawan bicara 

Menghormati dan menghargai orang yang diajak bicara akan membuat kita cenderung berhati-hati dalam mengungkapkan setiap kata. Termasuk, ketika menegur anggota tim yang melakukan kesalahan, sehingga apa yang ingin kita sampaikan dapat dimengerti, dipahami, dan tidak membuat yang diajak bicara atau ditegur menjadi marah. 

Pakar komunikasi, Dale Carnegie, dalam buku ‘How to Win Friends and Influence People’ bahkan mengatakan, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus kepada orang tersebut.

2. Empati 
Kemampuan untuk dapat menempatkan diri pada situasi dan kondisi yang dihadapi lawan bicara akan menciptakan komunikasi lancar. Salah satu syarat untuk dapat memiliki empati adalah memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan memahami terlebih dahulu apa yang dikatakan orang yang kita ajak bicara. Dalam buku ‘The 7 Habits of Highly Effective People’, pakar manajemen Stephen R. Covey bahkan menempatkan kemampuan mendengarkan sebagai satu dari 7 kebiasaan tersebut.

3. Jelas dan transparan
Terkadang, karena suatu alasan, kita merasa perlu untuk menyampaikan pesan. Pesan yang baik adalah pesan yang jelas, transparan, dan dapat dimengerti sehingga tidak menimbulkan multi-interpretasi atau salah tafsir.

Sikap seperti ini juga akan membuat lawan bicara percaya bahwa memang apa yang kita katakan adalah benar dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Sunday, April 11, 2010

Jakarta Career Fair "20-22 April 2010"

Acara Bursa Tenaga Kerja di Jakarta kembali diadakan, kegiatan ini diselenggarakan oleh situs karir.com bekerjasama dengan Cos Organaizer, kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari dan diikuti oleh banyak perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Acara ini akan dikemas dalam nama, " Jakarta Career Fair 2010".

Event "Jakarta Career Fair 2010" akan memberikan kemudahaan bertemunya langsung antara penyedia tenaga kerja dengan pencari kerja. Perusahaan dapat mudah untuk interview kandidat potensial.

Kunjungi Jakarta Career Fair 2010, pameran bursa kerja terbesar di Jakarta yang diikuti oleh berbagai perusahaan terkemuka. Ribuan lowongan kerja di berbagai bidang tersedia bagi lulusan SMA, D1, D3 hingga S1. Acara ini diselenggarakan oleh Cos Organizer, sekaligus sebagai penanggung-jawab kegiatan, bekerja sama dengan karir.com

Waktu & Tempat :

Selasa-Kamis, 20-22 April 2010
Pukul 09.00-17.00 WIB
Glow & Glory Hall Lt.2
Thamrin City
Jln Raya Kebon Kacang
Jakarta Pusat

Perusahaan Peserta

Akses Plus
Anugrah Argon Medic

ANZ Bank
AFT Engineering
Astra Credit Company
Asahimas Flat Glass, Tbk.
Bank BTPN
Bank Bukopin, Tbk.
Century Healthcare
CNI
Chang Jui Fang
Dagsap
Dakari Samitra
Dipa Pharmalab Intersains
DRTV Indonesia
Experd
Fitness First
Garudafood
Geely
Graha 165, Tbk.
Hiba Utama
Hutchinson CP Telecommunication
Holcim Indonesia, Tbk.
Indosat
Indoagung Multiceramics
Inni Ceragem
karir.com
Kahar Duta Sarana
Kawasaki Motorave
Kao Indonesia
KK Indonesia
Kaji Inova Media
Kawan Lama Sejahtera
K-24 Indonesia
Labora Duta Anugrah
Nav Jaya Mandiri
Nusantara Surya Sakti
Optik Tunggal, Tbk.
Parastar Echorindo
Para Multifinance
Prudential
Pindo Deli Pulp & Paper Mills
Rumah Sakit Global Medika
San Miguel Food and Beverages
Samator Gas
Sentra Boga Handal
Secure Parking
Smart, Tbk.
Soekartono Prawirodirjo
Sumanira Rekagraha Ciptatama
Salam Pacific Indonesia Lines
Tigaraksa Satria, Tbk.
Triyakom

Seminar :
Smart Way To Get a Job

Acara ini terselenggara berkat kerja sama Cos Organizer sebagai penanggung-jawab kegiatan dengan karir.com.

Informasi & pendaftaran
Cos Organizer: (021) 9124 0329, (021) 3412 2308, 0813 25240225, 0857 31716827
karir.com (021) 5290 3980



Monday, February 22, 2010

Job Fair UNS 2010



Pameran IPTEKS dan Job Fair UNS 2010 merupakan event Job Fair disertai dengan Pameran Teknologi berkualitas yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (BEM FT UNS) bekerjasama dengan Jobstreet.com.

Kegiatan ini selain untuk memperingati Dies Natalis ke 34 UNS, acara ini juga bertujuan untuk merekrut sebanyak-banyaknya jobseeker yang ada di Solo Raya pada khususnya, serta Jawa Tengah dan DIY pada umumnya.

TEMPAT DAN WAKTU
Tanggal : 17 – 19 Maret 2010
Waktu : 09.00 – 16.00 WIB
Tempat : Auditorium UNS, Jl. Ir.Sutami No.36A Kentingan Surakarta

Kesempatan ini semoga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pencari kerja yang berada disekitar Solo. Selamat Mencoba.

ACARA
Penerimaan CV
Walk In Interview
Presentasi
Talk Show Iptek
Indonesian go to Open Source (IGOS)

PARTISIPANT
Para HRD / Recruitment perusahaan yang sedang melakukan program Recruitment

BIAYA PARTISIPASI PERUSAHAAN
Rp.1.500.000,- / Stand Perusahaan Ukuran 3x2 m

SASARAN PENGUNJUNG
Fresh Graduate dari Univ. Dan Akademi ternama di Surakarta ( UNS, UMS, STIE, ATMI, USB, UNSRI, POLITAMA, UNISBA, dll)
Berpengalaman, Ingin peningkatan karir
Jobseeker se-Jawa Tengah dan DIY

Informasi lebih lanjut & pemesanan, silahkan menghubungi :
Sekretariat Kantor BEM FT UNS, Kompleks Fakultas Teknik UNS
Jl. Ir. Sutami no.36A , Surakarta, 57126

Contact Person:
Nur Aziz ( 081329402311 / 085647553336 )
Anang ( 085233920392 / 085728134979 )

Monday, April 6, 2009

Do Great Sales People Make Good Sales Managers ?



“Good sales people make good sales managers.” It went on to ask the characteristics of good sales managers. The question struck a chord, a dissonant one, provoking me to respond. I’m sure I have missed a lot of characteristics of great sales managers, and would ask for your addition, deletions, edits. Here’s my response and the list I started with:

Great sales people are sometimes the worst sales managers. Likewise, some mediocre sales people end up being stellar sales managers.


There is a long list of leadership skills/traits that are important for managers. I will stay away from repeating these.

Some specific areas that I think are often overlooked for sales managers:

1. Very process oriented. Today's sales manager cannot be involved in every deal, issue or transaction. They have to have a strong process in place, make certain their people understand and are executing the process. The sales manager has to continually monitor the process, taking deep dives in problem areas to help their people address them.

2. Disciplined and performance oriented. Closely tied to the previous point, the sales manager must have a strong focus on performance and performance improvement. This requires having the right metrics in place, making sure people understand what they are accountable for, giving them the opportunity to perform, being there to coach them when they have problems, and being prepared to take the appropriate actions if performance problems are not resolved.

3. Loyalty to the organization and their people. The sales manager is often caught between a rock and a hard place---the objectives of the organization sometimes come into conflict with what is best for the team. Effective sales managers are actively involved in setting organizational strategies and priorities (at least in terms of sales) and engage the sales people in executing them--though they may resist---which requires strong engagement and coaching. At the same time, sometimes the "organization" is insensitive to the sales people. The sales manager needs to defend the sales people to the organization, making sure they are heard.

3. Strong business orientation and focus. Make the right business decisions—both for the customer, for the sales organization, and for the business. Understanding how businesses work and what drives them.

4. Incessantly customer focused. If I have to say more, then we really don’t understand the point of professional selling.

5. Incessantly curious---driven to learn and improve. Incessantly curious about solving customer problems. Incessantly curious about the art and science of professional selling—driven to improve the performance of each individual in the organization, the organization as a whole, his own personal performance, and the business. This means they probably spend much more time asking questions and listening then they do talking.

6. Appropriately compassionate. Understand what drives people—customers, sales people, support people, others in the organization. Able to understand their points of view and what drives them. Able to communicate and work with them in a matter that demonstrates respect and trust. At the same time, able to make tough decisions—but with compassion based on the impact on individuals.

7. Able to sublimate their egos. Sales management is about leadership, growing and developing people, growing and developing the organization, growing and developing the business. It is not about how great you are and your past victories. It requires admitting you are wrong when you are. It requires being able to change your point of view.

8. Problem solvers. Driven by solving problems, finding ways to overcome obstacles, not being wed to the past. Creative and innovative in adapting new approaches to address issues and improve the business.

9. High energy. Constantly moving forward, setting strong examples for everyone around. Note, I am not saying high activity, high meeting orientation. High energy is different than meaningless activities.

10. Value, principle driven. Without a strong value system, a manager has no context in which to make decisions and drive the organization. Without sticking to the values and principles, the organization will wander and not produce results.

11. Thoughtful, reflective, good sense of humor. Self explanatory.

12. Able to leap tall buildings without tripping. Sales managers don’t need to have a big “S” on their chests, but they need to inspire and motivate others.

I’m sure I’ve missed some and could go into much more detail on each item. But I look for all of these in hiring great sales managers!

What would you add ? Are there any you would eliminate ?

Source : Sales Management 2.0

Wednesday, April 1, 2009

Membangun Komunikasi Efektif dalam Kantor



Di dalam organisasi Anda terdapat aturan-aturan tertulis dan tidak tertulis tentang bagaimana individu berkomunikasi dengan kolega, karyawan dan atasan. Dalam organisasi lain, ada keluwesan yang lebih besar dan Anda bisa berkomunikasi dengan seseorang yang lebih tinggi kedudukan atau hirarkinya dibanding atasan langsung Anda sepanjang Anda mengirim kopi pesan Anda kepada atasan tersebut.

Anda harus tahu siapa yang dapat tersinggung dan siapa yang akan marah ketika Anda mengirimkan sebuah pesan yang melampaui satu level diatas anda. Pada semua kasusnya pentinglah untuk memahami bagaimana kekuasaan mempengaruhi sistem aliran informasinya. Orang dengan kedudukannya memiliki kekuasaan dan bisa mempengaruhi kebijaksanaan, perencanaan dan operasi-operasinya perusahaan

I. Komunikasi dengan Kolega

Komunikasi yang baik diantara kolega-kolega selalu penting dan terutama sekali dalam organisasi-organisasi yang berorientasi tim. Itu penting untuk mengkoordinasikan proyek-proyek, menghasilkan pekerjaan berkualitas yang dilaksanakan dengan baik, memecahkan kesalahpahaman, membagi gagasan-gagasan dan dukungan.

Sangatlah baik untuk mengansumsikan bahwa komunikasi jujur dan terbuka diantara kolega-kolega adalah bermanfaat bagi Anda dan organisasi Anda.

10 Tips Membangun Komunikasi Efektif dengan Kolega

1. Belajarlah tentang masing-masing kolega dengan siapa Anda membagi informasi. Pahamilah sikap-sikap mereka dan level kemampuannya.
2. Terapkanlah kepercayaan. Jangan menghianati kepercayaan atau membuat kolega-kolega secara suka rela menangani proyek-proyek yang tidak diinginkan, misalnya.
3. Bermainlah dengan jujur. Ini akan berlangsung disepanjang jalan ke arah pemberian hak kepada Anda untuk mengharapkan permainan yang adil sebagai pengembaliannya.
4. Temukanlah persoalan-persoalan dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan yang menyenangkan Anda berdua. Temukanlah pokok-pokok persetujuan tentang prosedur-prosedur operasi. Bagikanlah ide-ide yang baik.
5. Tunjukanlah penghargaan.
6. Bersedialah berbicara dan jangan menimbun informasi pada saat Anda menerapkan kepercayaan.
7. Berikanlah kontribusi yang solid dan produktif untuk proyek-proyek kelompok.
8. Bantulah orang lain mencapai tujuan-tujuannya.
9. Bantulah orang lain mengembangkan kecakapan-kecakapannya.
10. Berikanlah umpan-balik konstruktif bilamana diperlukan.

II. Berkomunikasi dengan Orang yang Bekerja untuk Anda

Kemampuan Anda untuk berhubungan dengan orang yang melaporkan hal-hal yang krusial untuk kesuksesan Anda dan kesuksesan mereka. Anda bertanggungjawab untuk menghasilkan yang paling baik buat mereka dan mereka mereka mendukung Anda dalam memenuhu tanggungjawab Anda. Dimulai dengan apa yang diinginkan oleh kebanyakan orang dari atasan meraka.

1. Informasi tentang bagaimana menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
2. informasi tentang perusahaan.
3. Penjelasan tentang proyek-proyek tim dan bagaimana proyrk-proyek tim berhubungan dengan tujuan-tujuan organisasi.
4. Umpan-balik konstruktif tentang kinerja.
5. Satu kadar kemandirian.
6. Penghargaan ketika mereka mendapatkannya dan tanpa meminta.
7. Kesan ikut memiliki.
8. Pekalah pada pengaruh yang dimiliki pesan Anda.
9 Cara Mengembangkan Otorisasi

Untuk menjadikan komunikasi yang lebih efektif dengan para anggota tim yang lapor kepada Anda :

1. Adil dan jangan pilih kasih.
2. Hargailah.
3. Berusahalah sejujur mungkin dan arahkanlah sekuat mungkin.
4. Etislah tentang bisnis perusahaan dan luweslah dengan masalah-masalah individual.
5. Perjelaslah tentang siapa yang bertanggungjawab untuk apa.
6. Bersifat empatilah dan berusahalah memahami situasi-situasi dari pandangan-pandangan mereka.
7. Sadarlah atas keadaan emosinya.
8. Pekalah pada pengaruh yang dimiliki pesan Anda.
9. Monitorlah komunikasi monverbal Anda, terutama sekali nada suara Anda.



III. Berkomunikasi dengan Atasan

Ketika Anda ingin berkomunikasi secara efektif dengan sesorang yang mempunyai tanggungjawab dan posisi yang lebih tinggi didalam organisasi Anda, mulailah dengan mengambil petunjuk-petunjuk Anda dari praktek yang mapan. Kalau atasan Anda benar-benar mempunyai pintu yang terbuka, maka pergunakanlah itu. Kalau tidak, pelajarilah cara yang bisa diterima untuk mendekatinya.

Apa yang Harus Anda Katakan ?

Komunikasi dengan atasan Anda sebaiknya lebih formal dibanding komunikasi Anda dengan orang lain. Anda bisa berkomunikasi tentang persoalan-persoalan berikut ini dengan atasan Anda :

1. Informasi yang secara langsung melayani tugas-tugas pembuatan keputusan atasan Anda.
2. Ide-ide tentang proyek-proyek spesifik.
3. Keluhan-keluhan dan masalah-masalah penting yang akan menguntungkan dari perhatian atasan Anda.
4. Usulan-usulan yang dipikirkan dengan baik untuk memperbaiki prosedur-prosedur.
5. Informasi laporan yang mapan.

Hindarilah berkomunikasi tentang persoalan-persoalan lain yang tidak mempengaruhi kinerja Anda, seperti hubungan pribadi Anda.

Bagaimana Mengembangkan Otoritas dengan Atasan

Tentunya, langkah pertama untuk menetapkan reputasi yang berharga adalah dengan berkinerja secara baik dan dapat dipercaya. Namun itu hanyalah langkah pertama. Anda harus juga :

1. Belajar apa saja yang Anda bisa tentang pekerjaan Anda, departemen Anda, perusahaan Anda dan industri Anda.
2. Simpanlah catatan-catatan baik dalam rapat-rapat dan reviewlah catatan-catatan tersebut. Anda akan bermanfaat kalau Anda bisa membantu orang lain mengingat apa yang meraka capai dan rencanakan dalam rapat-rapat.
3. Janganlah malu untuk menyajikan ide-ide paling baik Anda dalam setting berprofil tinggi, ketika Anda mendapatkan perhatian atasan Anda.
4. Bersedialah dan siaplah untuk membuat Anda terlihat baik oleh atasan Anda atau membantunya ketika tim atau departemen Anda dalam sorotan.
5. Temukanlah apa yang dipikirkan oleh atasan Anda dan apa yang dia butuhkan untuk membuat keputusan-keputusan.
6. Pertajam pemilihan waktu Anda sehingga Anda bisa mewaspadakan atasan Anda atas masalah-masalah yang berkembang tanpa beresiko menyampaikan berita buruk ketika ia inginkan.

Tuesday, March 3, 2009

Rasa Malu

Changing LINKS


Ada orang yang berhasil dan banyak juga orang yang belum mencapai keberhasilan dalam hidupnya dan lebih banyak lagi orang-orang yang merasa gagal di dalam kehidupannya. Sering tanpa kita sadari bahwasanya banyak sekali peluang yang diberikan di dalam hidup kita da saya sangat yakin "orang yang berhasil dan mencapai suatu taraf kesuksesan dalam hidupnya", adalah orang-orang yang berusaha dan berjuang dalam mendapatkannya. Salah satu faktor yang menjadi penghambat bagi banyak orang di dalam berusaha dan berjuang untuk mendapatkan peluang yang ada adalah "rasa malu" dari diri kita, bahkan banyak orang yang men label dirinya sebagai "pemalu".

Mari kita refleksi sejenak akan waktu yang telah kita lalui, berapa banyak peluang dan kesempatan yang terbuang percuma atau mungkin tidak memberikan hasil seperti yang kita harapkan ... hanya dikarenakan rasa malu. Misalnya ... seorang salesman malu untuk memberitahukan orang-orang dekatnya atau di lingkungannya sebagai seorang tenaga penjualan dari sebuah perusahaan automotif, sehingga ada tetangga atau keluarga dekatnya yang membeli produk yang sama pada orang lain. Why ...???, ya karena yang bersangkutan di rantai oleh rasa malu ... untuk mengakui sebagai seorang Salesman.



Memang tidak mudah untuk dapat mengubah "rasa malu" saya tidak menyarankan kita untuk dapat menghilangkannya ... (ini juga tidak baik lho ... karena bagaimanapun rasa malu harus tetap ada di dalam diri kita) ntar dikatakan "Urat Malunya udah putus".

Mengapa kita harus memelihara dan tidak berusaha untuk mengurangi rasa malu yang tumbuh dan hidup di dalam diri kita. Ambil waktu sejenak untuk merenungkannya dan mendapatkan jawabannya ..."apa hal yang menyebabkan anda malu", percayalah bahwa selalu ada alasan dibalik semua itu. Anda harus terlebih dahulu mengenali hal apa yang dapat memicu timbulnya rasa malu itu.

Misalnya : kita takut atau khawatir orang akan mencemooh, memandang rendah pekerjaan kita > pernahkan anda berpikir dan melihat langsung "bahwasanya kunci kesuksesan dan keberhasilan seseorang itu bukan hanya sematan dilihat dari jenis/bentuk pekerjaannya tapi adalah bagaimana seseorang tersebut dapat mencintai dan bangga akan perkerjannya, mau bekerja keras dan selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik. Tidak mempunyai pekerjaan jauh lebih menyakitkan atau bahkan yang teramat pantas adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan yang bertentangan dengan nilai agama dan hukum.

Rasa malu yang ada dan timbul pada diri kita akan menyebabkan hambatan-hambatan lain di kehidupan kita, anda akan menjadi ragu-ragu, tidak percaya diri, bahkan menjadi seorang yang penakut ... dan banyak lagi, peluang terbuang dan belum tentu akan datang untuk kedua kalinya pada diri anda.

Sadarilah rasa malu yang senantiasa timbul adalah rantai pengekang atau penghambat kesuksesan untuk mencapai tingkatan keberhasilan dalam kehidupan. So ... hilangkan rasa malu tersebut ... putuskan rantai tersebut dan keberhasilan ditangan anda. Latihlah keberanian anda dan coba terus menerus untuk mengambil sikap yang berbeda dikala rasa malu anda timbul.

Hargailah diri anda, karena orang lain tidak akan mencintai diri anda sebaik anda mencintai diri anda sendiri, bagaimana orang lain dapat percaya bila anda sendiri ragu akan hal tersebut.

Semoga bermanfaat.






Saturday, February 28, 2009

Komunikasi Skill Mr Obama

Sesuatu yang dapat kita pelajari dari seorang Barack Obama, benar-benar tidak ada pertanyaan bahwa dia memiliki semua tanda-tanda dari seorang pemimpin. Ia tidak hanya telah meningkat ke peringkat tertinggi di posisi politik di dunia dalam waktu yang sangat singkat , ia juga terkenal di seluruh dunia dan seluruh duniamemperhatikan dan mempelajari setiap keputusan dan kebijakan yang dibuatnya. Yang menjadi perhatian saya dalam tulisan ringan ini adalah dari aspek kualitas Komunikasi skill dari Mr Obama.

Jadi, bagaimana kita dapat mengembangkan keterampilan yang dipunyai oleh seorang Barack Obama agar kita mampu memiliki nilai plus dalam ke-pemimpinan kita ? Bagaimana kita dapat menggabungkan kemampuan dan kualitas ini dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita menjadi pemimpin dalam komunitas, atau usaha atau rumah dalam organisasi yang terkecil ?

Mari kita mulai melihat beberapa karakteristik ini dan bagaimana Kita dapat menerapkannya untuk diri sendiri.

1. 1. Dinamis - kemampuan berbicara : Orang-orang senang dan bersedia untuk mendengarkan ketika Barack Obama berbicara. Bahkan orang-orang yang cenderung tidak setuju dengan dia. Dia memiliki cara bicara yang dinamis. Bukan saja ia sangat fasih dalam keterampilan berbahasa (pemilihan kosa-kata dan intonasi), tiada kata-kata yang diucapkan tanpa mempunyai suatu kekuatan yang mampu mempengaruhi para pendengarnya.

2. 2. Sikap - Pemimpin memiliki kepercayaan diri yang sangat baik. Dia terlihat santai dan selalu berdiri tegak ketika berbicara. Setiap pertanyaan orang seakan terjawab dari keyakinan dimulai dari berjalan dan ketika ia berdiri di podium dan mampu memberikan suatu ketenangan dan kepastian kepada para pendengarnya.

3. 3. Kata-katan Nya yang stabil dan konstan mengalir dengan baik kepada mereka – Dalam setiap pidato selalu melaporkan fakta atau statistik dengan ringan (speak by data) bagaimana dia mampu meramu dan menyusun setiap kata sehingga tidak membosankan, dia mampu menyampakan dengan baik setiap informasi (seakan2 seperti sebuah percakapan biasa yang mudah dicerna dan dipahami setiap orang). Begitu banyak politisi dan pembicara publik cenderung tersandung ketika mulai berbicara tentang angka2 statistik dan informasi ekonomi, tetapi tidak denganMr Obama

Sekarang, bagaimana kita dapat berhubungan ini untuk diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Cobalah untuk model ini kualitas. Praktik di depan cermin dan melihat bahasa tubuh Anda. Apakah anda dapat bergerak dengan penuh keyakinan (percaya diri) serta mampu menghilangkan rasa khawatir ?, pasti bias bila kita mau dan selalu melatihnya ….

Bila Anda sedang berbicara, menonton untuk melihat apakah Anda memiliki perhatian pada semua orang atau jika setiap orang cenderung untuk memfokuskan pada sesuatu selain dari apa yang anda katakana (kurang mendapat respon positif atau banyak yang cuek dan sibuk sendiri). Mengembangkan dan selalu melatih kualitas kepemimpinan di saat Anda di tempat kerja atau di rumah dan masyarakat dan kita akan mendapatkan sebuah penilaian dan kepercayaan sebagai seorang pemimpin.

Menjadi Pemimpin adalah sebuah kepercayaan dan wajib untuknya kita memberikan hasil yang terbaik dari kepercayaan yang telah kita terima. Jangan pernah takut membuat kesalahan, yang terpenting adalah kita mampu belajar dan melakukan perbaikan atas setiap kesalahan yang telah terjadi.

Tuesday, February 24, 2009

"Love What You Do Do What You Love"


Kita seringkali dihadapkan pada situasi dimana kita harus bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan pengharapan, background pendidikan atau lokasi yang strategis. Banyak peluang yang tersedia jauh dari impian kita namun karena desakan kebutuhan hidup seringkali membuat kita terpaksa menelan itu semua, terpaksa bekerja di tempat/profesi yang tidak kita inginkan. Apakah anda pernah mengalaminya atau saat ini sedang mengalaminya.

Mengutip dari pernyataan Roger Hamilton : "Bahwa orang sukses hanya pada satu karakter apakah Creator, Supporter, Deal Maker dan lain-lain, Karena itu, pastikan dahulu karakter anda maka anda akan mulai mengerjakan pekerjaan yang cocok dan anda sukai bahkan cintai.
Pada tahap selanjutnya karena anda mencintai apa yang dikerjakan kesuksesan akan anda raih.


Dan satu hal yang terpenting dapat saya sarikan bahwa kesuksesan akan pasti anda peroleh bila Anda harus memberi dahulu maka selanjutnya anda akan mendapatkan
yahhh ... ingat selalu : "Give and Take". Jangan pernah mengharapkan hasil penuh bilamana kita memberikan atau melakukannya setengah-setengah. Apa yang kita raih dan capai pada saat ini merupakan akumulasi dari hal apa yang telah kita lakukan sebelumnya.

dalam seminarnya Mr. James Gwee menganalogikan "kesuksesan" itu adalah "SUNGAI" dan uang itu adalah "AIR SUNGAI" tersebut jadi ..... dalam perjalanan kesuksesan seperti halnya sungai .... berkelok-kelok... melebar dan menyempit artinya ... ada kalanya kesuksesan anda besar/lebar .... ada kalanya kesuksesan anda kecil/sempit .... dan itu artinya ada kalanya uang anda besar/banyak ada kalanya uang anda kecil/sedikit.

Bila dilihat saat sungai melebar maka airnya pasti banyak, dan pada sungai yang dalam juga airnya pasti banyak berarti untuk bisa menampung/memiliki air yang BANYAK maka sungai harus LEBAR dan DALAM.

Dimana oleh Mr. James Gwee dianalogikan : untuk bisa memiliki air yang banyak
maka perlu 'wadah' yang 'dalam' dan 'lebar' (catatan : wadah=kesuksesan, air = uang)

2 Hal yang akan sangat mempengaruhi : luas dan sempitnya 'wadah' = KESUKSESAN yaitu 'dalam' = VALUE dan "lebar" = LAVERAGE

Jadi harus selalu meningkatkan value = nilai diri maka kehadiran diri harus berguna/bernilai bagi banyak orang karena itu ingat selalu 'memberi' GIVE FIRST AND THAN YOU TAKE

Kemudian me-laverage diri yaitu keberadaan diri harus diketahui makin banyak orang serta nilai diri sangat berguna bagi banyak orang karena itu harus selalu 'melayani' dan share dengan banyak orang. Kita harus mampu membangun dan menciptakan pada benak setiap orang yang di sekeliling kita, "bahwasanya keberadaan kita sangat penting" bagi sekeliling kita dan akan memberikan hasil yang berbeda.

Rasa cinta harus ditumbuhkan, dijaga dan senantiasa dirawat, cinta merupakan kekuatan yang luar biasa di dalam mempengaruhi perjalanan karir dan bisnis kita.

Friday, August 22, 2008

14 CARA INTELEK MEREBUT SIMPATI BOS ‘Mengejar’ promosi karier


Kompetisi dalam mengejar promosi sudah lumrah terjadi di lingkungan kerja.

Beragam cara kerap dilakukan seseorang demi meraih posisi atau jabatan yang meningkatkan karir profesionalnya. Namun kini, bagaimana agar karir Anda melesat maju ?

Berikut 14 cara jitu lagi profesional yang mudah dilakukan. Siapa tahu bos menjadi simpati dengan Anda. Dan kemungkinan menjadi `tangan kanan` pun terbuka luas.

1. Datang ke kantor jauh lebih awal
Lakukan ini setiap hari dan sesekali telepon bos Anda dari kantor pada jam 8 pagi. Artinya 30 menit lebih awal dari jam kerja yang semestinya. Kalau perlu, kirim memo singkat lewat fax atau email. Sebab PC Anda akan menulis waktu pengiriman. Hebat, bukan? Bos pasti langsung berangkat kantor.

2. Kerjakan segala yang terbaik
Pokoknya, selalu berprestasi sebaik-baiknya di kantor. Jangan pernah memberi kesan seolah Anda tak mampu mengerjakan tugas yang diberikan bos, atau Anda sendiri tak tahu kapan untuk memulainya.

3. Sesuaikan diri dengan kepentingan bos
Utamakan kepentingan bos di atas kepentingan Anda sendiri. Misalnya ia memanggil Anda, yang kebetulan sedang bicara di telepon. Putuskan hubungan itu segera dan katakan Anda akan segera menghubungi kembali bila urusan Anda dengan bos selesai.

4. Memelihara citra baik bos
Buat bos Anda selalu kelihatan baik, tanpa cela senila pun. Sebab, apabila dia memiliki kesan yang baik di mata publik, Anda pun akan dinilai baik pula. Misalnya, kalau bos memberikan presentasi, pastikan data dan informasi yang disampaikannya itu akurat. Perhatikan juga peralatan audio-visual yang akan digunakannya tidak ngadat. Cek dan ricek segala sesuatunya. Ibaratnya, Anda sedang bercermin, bagaimana Anda, bagaimana dia pula?

5. Sesuaikan pakaian dengan situasi dan lingkungan
Kemajuan karir, berdasarkan penelitian para ahli, ditunjang oleh cara berpakaian seseorang, sama pentingnya dengan menjaga kebugaran fisik, kerapian rambut dan kebersihan diri.

6. Bersikap tenang
Pribadi yang tetap tenang, stabil dan tak terusik oleh situasi seberat dan serumit apa pun, pasti disukai bos dan karyawan lain di tempat kerja. Bos, klien, dan orang lain menghargai seseorang yang tetap berotak cemerlang dan jernih bila menghadapi krisis.
Anda sendiri pasti merasa lebih tenang dan percaya diri. Sekaligus berkemungkinan meraih promosi, kalau secara mental Anda selalu tanggap pada masalah, bukan?

7. Siapkan rencana cadangan
Di dunia ini tak ada yang pasti. Ada kalanya rencana yang telah disusun matang-matang, ternyata sebaliknya yang terjadi. Makanya, dalam mengantisipasi sesuatu, jangan hanya maju dengan satu rencana. Selalu siapkan rencana alternatif yang kalau saja situasi yang ada menyeleweng ke arah berlawanan.

8. Gesit
Supaya bos memperhatikan keberadaan Anda, maka bertindaklah lebih cepat dan gesit, baik dalam bekerja maupun berinisiatif. Dan, jangan lupa bekerjalah berdasarkan skala prioritas.

9.Tegas
Sekali Anda di posisi atas dan menjadi pengambil keputusan, belajarlah bersikap tegas. Dalam berpikir dan bertindak pun harus cepat. Seorang peragu, pasti lambat dalam mengambil keputusan. Sebab ia kelewat banyak menimbang visi yang jelas. Sifat seperti ini tentu buruk akibatnya bagi perusahaan. Makanya, supaya menjadi eksekutif sukses yang efektif, Anda harus mempelajari persoalan dengan seksama, kemungkinan solusi yang rasional, dan yang pasti jangan bertele-tele.

10. Perluas pengetahuan umum Anda
Dumbing down (membodohkan diri) adalah istilah yang dicap para ilmuwan pada orang yang malas membaca surat kabar. Mereka mengandalkan `informasi` tentang dunia lewat film dan program hiburan yang ditayangkan teve. Apakah Anda termasuk mereka?. Jika ya, ubah kebiasaan ini, perluas pengetahuan Anda dan buat atasan terkesima dengan apa yang Anda ketahui mengenai isu-isu global yang sedang terjadi.

11. Ringan tangan dalam menerima tugas tambahan
Setiap pekerjaan pasti memiliki job descriptionnya. Tapi tidak mustahil Anda-anda kejatuhan bonus pekerjaan tambahan. Bila suatu ketika bos `berbaik hati` memberikan itu pada Anda, jangan langsung menolak dan mengandalkan berbagai alasan keluarga. Karena, siapa tahu ia sedang mengetes kesiapan Anda dalam menerima tanggung jawab baru?

12. Kupas persoalan kritis dengan atasanBila Anda menghadapi persoalan, atau sedang menangani krisis, lakukanlah secara cermat. Pelajari situasinya, pikirkan tindakan penanggulangannya, lalu temui langsung bos dan membahas masalah tersebut hingga tuntas. Bos pasti menghargai kepekaan dan kejelian Anda.

13. Cerialah
Jujur saja, semua orang pasti benci wajah cemberut dan ekspresi murung. Perusahaan pun sebisa mungkin menghindari orang yang berwajah kelabu yang selalu terlihat bagaikan sedang sakit gigi. Wajar,bukan? Supaya Anda dihargai, tunjukkan karakter plus Anda yang periang itu, bahkan saat Anda sedang tertekan sekalipun.

14. Kuasailah seni berbicaraUntuk maju, Anda harus menguasai seni berbicara dan menuangkan pikiran dalam suatu pertemuan atau rapat. Bos menilai tinggi karyawan yang mampu berkomunikasi secara jelas dan efektif. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Semakin intelek Anda dan semakin profesional Anda dalam beraksi, akan semakin baik, bukan ?

Selamat mencoba dan sukses untuk Anda!

Sumber : http://www.boleh.com/?mn=dtnews&s=lifes&id=97



Wednesday, August 20, 2008

5 Tips Menjadi Seorang Pemimpin

Kamis, 21 Agustus 2008 - 11:02 wib
Dewi Arta - Okezone


SUNGGUH menyenangkan rasanya bila berada di posisi puncak dalam sebuah perusahaan. Memang bukan sebuah hal yang mudah dan bisa diperoleh dalam waktu sekejap, tetapi butuh banyak perjuangan dan kerja keras yang harus dilewati.

Seperti yang dilansir dari career builder, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan terlebih dahulu sebelum menuju posisi puncak.




Apa saja?
Bisa mengatasi seluruh risiko dari permasalahan yang ada di kantor

Orang yang ingin maju cenderung lebih berani untuk mengambil risiko dan menekannya sekecil mungkin. Jika Anda bisa melewati tahap ini, tentunya banyak pihak yang akan mengagumi kemampuan Anda.

Keahlian berbisnis

Setiap orang memang memiliki keahlian yang berbeda-beda, jika Anda termasuk salah satu orang yang memiliki keahlian lebih dalam berbisnis, tentunya keahlian Anda akan diperhitungkan oleh perusahaan.

Menjadi motivator

Seorang motivator adalah orang yang memberikan motivasi kepada anak buahnya untuk selalu bisa mencari ide-ide baru yang menarik dan tidak patah semangat dalam bekerja. Bukan menjadi hal mudah untuk menjadi seorang motivator karena setiap tidak tanduk Anda pasti dicontoh oleh anak buah. Jika Anda ingin menjadi sang motivator, belajarlah terlebih dahulu untuk memotivasi diri sendiri.

Stamina yang selalu terjaga

Bekerja atau menghasilkan sebuah ide cemerlang tentunya banyak menguras tenaga. Ketika tenaga dan staminamu menurun, tentunya ini akan berhubungan dengan kinerjamu. Karena itu, tetaplah menjaga stamina dan jangan biarkan staminamu berkurang agar kamu bisa menghasilkan kembali ide-ide yang cemerlang.

Mengambil keputusan yang tepat

Dalam mengambil keputusan yang tepat tentunya banyak yang harus kamu perhatikan. Selain itu banyak juga masukan yang harus kamu tampung. Untuk itu, hal yang pertama harus kamu lakukan adalah, fokus terhadap permasalahannya dan mulailah berpikir jernih dan pikirkan risiko yang harus kamu hadapi. Jangan sampai keputusanmu merugikan banyak pihak. �


Thursday, February 21, 2008

SUKSES DI TEMPAT KERJA BARU - Career


Bagaimana menampilkan Kesan baik kepada atasan dan rekan sekerja Anda berawal dari minggu-minggu pertama Anda mulai bekerja di suatu tempat, atau pada saat mulai mendapatkan bos baru.



  • Istirahat : Sebaiknya Anda betul-betul beristirahat beberapa hari sebelum memulai pekerjaan baru agar Anda tampil prima di hari pertama.

  • Catatan , Periksa ulang catatan Baca dan hafalkan nama-nama dan posisi orang yang Anda temui pada saat Anda di wawancara. Ini penting, agar Anda dapat menyapa dengan menyebutkan nama mereka dengan tepat.

  • Informasi Perusahaan :Pelajari dan hafalkan Kumpulkan kembali informasi penting serta latar belakang perusahaan tersebut baik dari brosur ataupun kumpulan kliping koran. Cari tahu tentang kompetitor perusahaan tersebut agar Anda mendapat gambaran secara umum.

  • Bekerja : Bekerja sehari penuh Anda perlu mengetahui ke mana dan kepada siapa Anda bertemu di hari pertama. Tiba 30 menit lebih awal sebelum jam kerja dimulai dan pulang tidak melebihi jam kerja dan usahakan bersama-sama dengan rekan sekerja yang lain.

  • Perasaan Senang : Tampil dengan energi yang positif Tampil dan perlihatkan sikap bahwa Anda senang bergabung dengan tim kerja dari perusahaan tersebut.

  • Penampilan yang Baik : Jaga penampilan Ingat, Anda orang baru dan semua mata akan tertuju pada Anda oleh karena itu perhatikan penampilan Anda. Berpakaianlah yang sopan, tidak berlebihan tetapi tetap menarik.

  • Belajar dengan Cepat : Buat catatan Catat semua prosedur, nama-nama dari para penentu di perusahaan tersebut serta nomer teleponnya agar Anda tampak sebagai pekerja yang dapat belajar dengan cepat.

  • Sikap Fleksibel : Bersikap fleksibel Siap dengan tantangan yang tak terhindarkan. Sikap yang fleksibel dapat mengurangi stres bagi Anda maupun rekan sekerja lainnya. Perlihatkan sikap menghargai Bersikap baik dan menghargai rekan sekerja yang membantu Anda.

  • Pendengar yang Baik : Jadi pendengar yang baik 80 persen mendengar, 20 persen berbicara. sebaiknya Anda tidak memberikan pendapat atau pun penilaian Anda bila tidak diperlukan, karena akan membahayakan diri Anda. Anda akan lebih dihargai bila lebih banyak bersikap sebagai pendengar dan menyerap apa yang dikatakan atau diajarkan oleh rekan sekerja Anda. Jangan bersikap sombong dan mempelihatkan Anda lebih tahu.

  • Kenal dan pahami atasan anda : Kenali atasan Anda Teliti kepribadian dan gaya kerja atasan serta sesuaikan interasi Anda dengannya berdasarkan pilihannya. Cari informasi Perjelas apa yang diharapkan dari Anda. Pastikan Anda dan atasan memiliki sisi pandang yang sama.

  • Berbaur dan beradaptasi : Membaur dengan rekan sekerja lain Sedapat mungkin berkenalan dengan sebanyak orang di perusahaan tersebut terutama rekan sekerja dari tim kerja Anda dan rekan sekerja dengan siapa Anda bekerja secara tetap. Jalin hubungan baik dan dari sini akan timbul kepercayaan. 12. Identifikasi Pemain Kunci

  • Identifikasi pemain kunci : Cari tahu siapa penentu keputusan, siapa yang berpengaruh, siapa yang disayang. Perhatikan dan contoh kebiasaan mereka.

  • Bongkar Agenda tersembunyi : Bongkar agenda yang tersembunyi Tandai setiap ada masalah politis di tempat kerja Anda. Jangan libatkan diri pada masalah tersebut.

  • Inisiatif : Berinisiatif Bila anda sudah selesai mengerjakan tugas Anda beritahu atasan dan tanyakan apa ada tugas yang lebih besar.

  • Perubahan Besar : Jangan melakukan perubahan yang besar Walaupun pada saat diwawancara pewawancara mengatakan kepada Anda bahwa perusahaan tersebut mencari pekerja yang penuh dengan ide yang segar, Anda perlu berhati-hati merealisirnya.

  • Hormati rekan sekerja yang telah bekerja keras untuk proyeknya atau sistem prosedur untuk suatu atau lebih dari pekerjaan tertentu sebelum Anda mencoba untuk mengubahnya. Sangat mungkin ada hambatan yang mungkin Anda tidak sadari.

  • Bersedia menjadi pemain tim Jangan terlibat gosip, dan jangan menjelekkan atasan Anda. Puji sesama rekan kerja.

Semoga bermanfaat ... dan sukses di tempat kerja yang baru.


Salam


http://igoman.blogspot.com/

Sumber : http://www.kompas.com/wanita/news/0611/21/160852.htm

Thursday, February 14, 2008

JANGAN MEMBENCI ATASANMU


Dalam lingkungan kerja sangat mungkin terjadi hubungan kita dengan atasan tidak berjalan dengan baik, bahkan timbul kesan membenci atau memusuhi atasan kita.
Hindari sedapat mungkin situasi seperti ini ...., kecuali memang kita sudah tidak berkeinginan lebih lama lagi di perusahaan tersebut.
--------------------------------------------------------------------------------
Bersahabat dengan Atasan jauh lebih baik ...dibanding sikap Membenci ...,

Kita berada dilingkungan pekerjaan, apa yang harus Anda lakukan untuk mengggalang kerjasama yang baik dengan atasan ? Pendekatan yang pertama kali harus dilakukan adalah tanyakanlah secara langsung apakah ada hal-hal spesifik yang ingin dibicarakan dengan Anda, sebelum Anda mulai bekerja. Dalam hal ini bersikaplah sopan dan jangan kelihatan terlampau gugup ketika berbicara dengan atasan.

Berusahalah untuk mempelajari dan mengenal pola kerja dan kebiasaan atasan Anda, karena secara langsung atau tidak langsung karier Anda dipengaruhi dan tergantung pada reaksinya terhadap pekerjaan yang Anda lakukan.
Penting dan perlu mengenal secara cepat mengenai kepribadiannya dan cara bekerja atasan Anda, sehingga Anda dapat menyesuaikan diri dengannya dan dapat membangun kerjasama yang baik. Anda perlu mengetahui sejauh mana wawasan dan pandangannya, pola kepemimpinan yang dikembangkan, kelebihannya, kelemahananya, dan sebagainya -- yang kesemuanya akan sangat membantu Anda untuk mampu menempatkan diri secara baik dan benar sekaligus membina hubungan kerja secara serasi dan berkualitas.

Dalam hal ini, Anda diharapkan untuk memperhatikan apa yang menjadi keinginan atasan Anda atau apa yang diharapkannya dari Anda. Misalnya ketika ia akan meninggalkan kantor, sempatkan diri Anda untuk berbicara dan katakanlah bahwa Anda senang bekerja untuknya, serta berharap ia juga senang dengan cara Anda menangani pekerjaan. Lain waktu, mungkin atasan Anda pulang agak larut dan mempersilakan Anda untuk pulang terlebih dahulu. Di sini, Anda sebaiknya melihat situasi dan kondisi yang ada: apakah aktivitasnya tidak lagi membutuhkan kehadiran Anda ataukah sebaliknya? Secara keseluruhan dapat dikatakan di sini, berupayalah agar senantiasa menimbulkan kesan yang baik melalui berbagai aktivitas untuk mendukung aktivitas atasan, tanpa melupakan perkembangan diri Anda sendiri.

Selain itu, bertanyalah pada rekan sekerja di dalam satu departemen, bagaimana caranya Anda dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dan mengapa dikerjakan demikian. Dengarkanlah saran-saran mereka. Barangkali memang bermanfaat untuk diterapkan, walaupun mungkin Anda mempunyai cara-cara lain. Juga, berupayalah untuk menerapkan cara kerja yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan Anda dan sesuaikanlah diri dengan prosedur selaras dengan tanggung jawab Anda.

Jika Anda telah bekerja dengan baik, maka memang sebaiknya atasan atau rekan kerja lain pun mengetahuinya. Anda dapat secara strategis memperlihatkannya secara nyata, tanpa maksud untuk sok pamer. Salah satu indikasi keberhasilan Anda terletak pada persepsi atasan dan rekan-rekan lain. Mungkin atasan Anda mengetahui dan memuji keberhasilan Anda dalam pekerjaan. Namun di sisi lain banyak atasan yang sama sekali tidak mau memperhatikan pekerjaan bawahannya dan sama sekali tidak menunjukkan kepedulian terhadap hasil yang telah dicapai bawahannya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan apabila Anda ingin atasan Anda mengetahui keberhasilan Anda, antara lain :

1. Meyakinkan atasan mengenai bagaimana Anda menjalankan suatu pekerjaan dan sejauh mana hasil yang telah dicapai.
2. Meminta adanya pertemuan rutin yang membahas dan mengevaluasi hal-ihwal pekerjaan departemen Anda.
3. Jika pekerjaan yang didelegasikan pada bawahan Anda dikerjakan dengan baik, lontarkanlah pujian dengan tulus.
4. Tunjukkan secara tidak langsung mengenai ambisi Anda pada atasan. Tunjukkan pula perhatian Anda pada ambisi tersebut sejauh Anda mampu mempelajarinya.
5. Bersikap jujur dan terbuka jika Anda melakukan kesalahan.
6. Senantiasa memberikan informasi kepada atasan. Apabila Anda memberi memo, tulislah secara singkat, jelas, dan tuntas.

Jika atasan Anda sudah mengetahui eksistensi Anda berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka sebaiknya eksistensi Anda perlu juga diketahui oleh rekan-rekannya. Dengan demikian, Anda tidak hanya dikenal pada satu departemen dan tidak bergantung hanya pada satu atasan, melainkan memiliki jalinan hubungan meluas di dalam lingkungan kerja.

Semoga bermanfaat .. dan mari kita mulai .....

Salam

Tuesday, February 5, 2008

Perencanaan Masa Depan Karir

Merencanakan Karir kita didalam pekerjaan, adalah sesuatu yang sangat sering terlintas didalam pikiran kita, namun juga begitu cepatnya kita melupakan, hal tersebut suatu hal yang normal.

Kemarin, saya membaca sebuah tulisan di "Wall Street Journal" fenomena yang terjadi di hampir seluruh pekerja yang ada. Karir tidak datang sendiri namun harus dipersiapkan dengan baik, dengan terlebih dahulu kita paham bagaimana membuat sebuah Perencanaan yang baik. Membuat perencanaan semua kita pernah dan bisa melakukannya, perencanaan itu harus kita jalankan atau "action oriented" bila tidak, "kita hanya sedang merencanakan sebuah KEGAGALAN .... "

Wall Street Menuliskan :
PLANNING FOR A PORTFOLIO CAREER
1. Assess your financial needs: Make sure you've included health insurance and retirement savings among your living expenses.
2. Consider your opportunities: Identify your area of expertise and use it as a financial anchor as you pursue new interests.
3. Build career compliments: When possible, mix professions that work well together like writing, teaching and speaking.
4. Create an elevator pitch: Think about how you want to present yourself to the outside world both verbally in 30 seconds or less -- and digital and hard copy (Web site, business cards, etc.

Tulisan diatas meminta kita untuk membuat perencanaan pada 4 hal, yang menurut saya adalah kecerdasan.
1. Kecerdasan Financial, kemampuan kita didalam mengelola keuangan kita dan mampu mempersiapkan Masa depan kita (Jaminan hari tua), Asuransi kesehatan dan pendidikan dan kegiatan investasi lainnya dalam tujuan agar memberikan Nilai tambah terhadap uang kita. Agar kita siap menghadapi kondisi terburuk apapun, yang dapat terjadi, diluar kehendak dan kemampuan kita.

2. Membaca Peluang, Kesempatan sering sekali kita melihat hanya ada di luar perusahaan tempat kita bekerja, tanpa sadar, begitu banyaknya peluang yang ada di perusahaan kita sendiri, yang terlepas dari kita atau kita tidak mampu menangkapnya. Setiap tahun Perusahaan melakukan Promosi dan Mutasi, apakah anda selalu ikut tapi hanya di Mutasi .. kapan di promosikan ?.
Namun yang terpenting, adalah "Dimana letak kompetensi inti kita yang unggul, dibanding dengan yang lain" apakah di Sales, Marketing, People Development, Research, Komunikasi, Finance, Networking .. dll, kita harus mengetahuinya, dan menjadikannya, sebagai fondasi, di dalam menangkap peluang yang ada dan yang akan ada.
"Orang yang beruntung adalah Orang yang Siap pada saat peluang itu datang"

3. Pengembangan Diri, banyak kegiatan yang dapat kita lakukan dalam proses ini, dapat kita mulai dari hal yang kecil : Mulai menyenangi membaca, kursus bahasa asing, belajar multimedia, menulis di blog atau apapun bentuknya. Kegiatan pengembangan diri dari Perusahaan, seperti Training atau pelatihan, sangat sering kita ikuti dengan setengah hati.
Belajar adalah kuncinya, Saya sudah lelah bekerja, saya tidak punya waktu," wong 24 jam saja saya rasakan kurang", di dalam menyelesaikan pekerjaaan, .... banyak lagi pernyataan2 yang sering dilontarkan oleh kita,.
Kita semua sadar, bahwa keinginan itu ada, namun .... untuk melaksanakannya, itu yang teramat sulit.
"Menulis memaksa kita untuk membaca dan berpikir,"
"Diminta untuk menjadi Pengajar memaksa kita untuk Belajar,"
Pengalaman saya, menanyakan kepada salah seorang CEO di Astra group "Apa yang harus saya kembangkan, dalam kompetensi saya untuk menjadi lebih tinggi karir dan jabatan saya ..., Beliau mengatakan, "pahami Finance secara baik" .. pada saat itu yang ada dalam pikiran saya adalah "saya orang sales," saya punya finance manager", system sudah cukup baik, saya bisa baca laporan keuangan , apa itu perlu ?.

Selepas dari Astra ... dalam beberapa Test recruitment, Pengelolaan Keuangan dan mengerti dengan baik tentang "Prinsip Dasar Akuntansi", mendapat bobot perhatian dan penilaian yang cukup besar.
It's Show Time friend, let's go to change our mind "Knowledge Is Power"
Karir kita mentok atau kita hendak hengkang ke luar perusahaan, apakah kita sudah siap ? atau kita akan menerima saja kondisi seperti ini ? semua kembali kepada personnya.

4. Memanfaatkan dan menggunakan Alat Bantu yang dapat kita pergunakan untuk mendongkrak karier kita ... " oops " jangan langsung berpikir negatif ..., alat bantu tidak berarti KKN, Menjilat, Mengorbankan idealisme atau menjadi Bunglon ... yang dapat berubah sewaktu2 demi ... jabatan dan uang, Mengorbankan hubungan pertemanan .... dll,
Kejadian2 diatas sangat akrab dan dekat di lingkungan kerja kita, pekerja berperilaku layaknya politikus dengan partai dan gengnya bukan lagi aspek Kompetensi yand dikedepankan. Apa yang harus kita lakukan ?
Menjalin, membuka dan membina jaringan kita, dengan orang2 yang didalam maupun di luar perusahaan, baik sama maupun beda profesi,.
Gunakan nama besar perusahaan tempat anda bekerja, Jabatan yang anda miliki, untuk membina hubungan dan membuka jaringan dengan dunia luar.
Mengenal dan dikenal di lingkungan Organisasi dan luar Organisasi kita dengan baik, jauh lebih baik dari tidak melakukan apapun. Lepaskan dari jerat penyakit zona kenyamanan yang membuat kita malas dan tidak akan berkembang.
Dunia tanpa batas saat ini .... gunakan kemajuan teknologi untuk kemajuan anda dan dunia dapat mengenal anda.

Mari, ... susun langkah dalam menata kembali, rencana kita untuk Karir kita yang lebih cemerlang dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik.

dari alam kalimantan ....
 

FREE HOT VIDEO 1 | HOT GIRL GALERRY 1

FREE HOT VIDEO 2 | HOT GIRL GALERRY 2

FREE HOT VIDEO 3 | HOT GIRL GALERRY 3

FREE HOT VIDEO 4 | HOT GIRL GALERRY 4

FREE HOT VIDEO 5 | HOT GIRL GALERRY 5

FREE HOT VIDEO 6 | HOT GIRL GALERRY 6

FREE HOT VIDEO 7 | HOT GIRL GALERRY 7

FREE HOT VIDEO 8 | HOT GIRL GALERRY 8

FREE HOT VIDEO 9 | HOT GIRL GALERRY 9

FREE HOT VIDEO 10|HOT GIRL GALERRY 10

FREE HOT VIDEO 11|HOT GIRL GALERRY 11