Saturday, February 16, 2008

MEMANAGE ORGANISASI PENJUALAN

Persaingan yang semakin terbuka dan pasar semakin tersegmentasi, terpecah-pecah, konsumen semakin pintar dan mempunyai banyak pilihan, harga semakin bersaing, kecepatan dan kepastian dari pasar adalah kondisi yang tidak dapat dihindari padasaat ini. Berbagai aktifitas perubahan dilakukan dalam tujuan proses perbaikan pada perusahaan yang mempunyai tujuan memberikan Output yang semakin baik dan mampu bersaing, termasuk didalamnya Organisasi Penjualan.






Organisasi penjualan merupakan bagian yang berinteraksi langsung dengan pasar, kesuksesan suatu produk dan jasa dari suatu perusahaan sangat besar dipengaruhi oleh bagian ini, Sinergi kantor pusat dan cabang dalam mendeliver "Value, Service dan Quality" dalam aktifitas Promosi, Sales Produk, Distribusi, After Sales Service kepada pasar adalah gambaran bagaimana Organisasi Penjualan pada perusahaan tersebut berjalan. Perusahaan harus mampu "Unggul dalam kualitas" baik produk, jasa, after sales service untuk mampu bersaing di dalam pasar.






Organisasi Penjualan harus dapat disusun :


1. Organisasi yang produktif yang dapat diukur dari productivity/man power yang juga berkaitan dengan unsur biaya (efektifitas). Orang sales ada untuk menjual !.


2.


















Thursday, February 14, 2008

JANGAN MEMBENCI ATASANMU


Dalam lingkungan kerja sangat mungkin terjadi hubungan kita dengan atasan tidak berjalan dengan baik, bahkan timbul kesan membenci atau memusuhi atasan kita.
Hindari sedapat mungkin situasi seperti ini ...., kecuali memang kita sudah tidak berkeinginan lebih lama lagi di perusahaan tersebut.
--------------------------------------------------------------------------------
Bersahabat dengan Atasan jauh lebih baik ...dibanding sikap Membenci ...,

Kita berada dilingkungan pekerjaan, apa yang harus Anda lakukan untuk mengggalang kerjasama yang baik dengan atasan ? Pendekatan yang pertama kali harus dilakukan adalah tanyakanlah secara langsung apakah ada hal-hal spesifik yang ingin dibicarakan dengan Anda, sebelum Anda mulai bekerja. Dalam hal ini bersikaplah sopan dan jangan kelihatan terlampau gugup ketika berbicara dengan atasan.

Berusahalah untuk mempelajari dan mengenal pola kerja dan kebiasaan atasan Anda, karena secara langsung atau tidak langsung karier Anda dipengaruhi dan tergantung pada reaksinya terhadap pekerjaan yang Anda lakukan.
Penting dan perlu mengenal secara cepat mengenai kepribadiannya dan cara bekerja atasan Anda, sehingga Anda dapat menyesuaikan diri dengannya dan dapat membangun kerjasama yang baik. Anda perlu mengetahui sejauh mana wawasan dan pandangannya, pola kepemimpinan yang dikembangkan, kelebihannya, kelemahananya, dan sebagainya -- yang kesemuanya akan sangat membantu Anda untuk mampu menempatkan diri secara baik dan benar sekaligus membina hubungan kerja secara serasi dan berkualitas.

Dalam hal ini, Anda diharapkan untuk memperhatikan apa yang menjadi keinginan atasan Anda atau apa yang diharapkannya dari Anda. Misalnya ketika ia akan meninggalkan kantor, sempatkan diri Anda untuk berbicara dan katakanlah bahwa Anda senang bekerja untuknya, serta berharap ia juga senang dengan cara Anda menangani pekerjaan. Lain waktu, mungkin atasan Anda pulang agak larut dan mempersilakan Anda untuk pulang terlebih dahulu. Di sini, Anda sebaiknya melihat situasi dan kondisi yang ada: apakah aktivitasnya tidak lagi membutuhkan kehadiran Anda ataukah sebaliknya? Secara keseluruhan dapat dikatakan di sini, berupayalah agar senantiasa menimbulkan kesan yang baik melalui berbagai aktivitas untuk mendukung aktivitas atasan, tanpa melupakan perkembangan diri Anda sendiri.

Selain itu, bertanyalah pada rekan sekerja di dalam satu departemen, bagaimana caranya Anda dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dan mengapa dikerjakan demikian. Dengarkanlah saran-saran mereka. Barangkali memang bermanfaat untuk diterapkan, walaupun mungkin Anda mempunyai cara-cara lain. Juga, berupayalah untuk menerapkan cara kerja yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan Anda dan sesuaikanlah diri dengan prosedur selaras dengan tanggung jawab Anda.

Jika Anda telah bekerja dengan baik, maka memang sebaiknya atasan atau rekan kerja lain pun mengetahuinya. Anda dapat secara strategis memperlihatkannya secara nyata, tanpa maksud untuk sok pamer. Salah satu indikasi keberhasilan Anda terletak pada persepsi atasan dan rekan-rekan lain. Mungkin atasan Anda mengetahui dan memuji keberhasilan Anda dalam pekerjaan. Namun di sisi lain banyak atasan yang sama sekali tidak mau memperhatikan pekerjaan bawahannya dan sama sekali tidak menunjukkan kepedulian terhadap hasil yang telah dicapai bawahannya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan apabila Anda ingin atasan Anda mengetahui keberhasilan Anda, antara lain :

1. Meyakinkan atasan mengenai bagaimana Anda menjalankan suatu pekerjaan dan sejauh mana hasil yang telah dicapai.
2. Meminta adanya pertemuan rutin yang membahas dan mengevaluasi hal-ihwal pekerjaan departemen Anda.
3. Jika pekerjaan yang didelegasikan pada bawahan Anda dikerjakan dengan baik, lontarkanlah pujian dengan tulus.
4. Tunjukkan secara tidak langsung mengenai ambisi Anda pada atasan. Tunjukkan pula perhatian Anda pada ambisi tersebut sejauh Anda mampu mempelajarinya.
5. Bersikap jujur dan terbuka jika Anda melakukan kesalahan.
6. Senantiasa memberikan informasi kepada atasan. Apabila Anda memberi memo, tulislah secara singkat, jelas, dan tuntas.

Jika atasan Anda sudah mengetahui eksistensi Anda berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka sebaiknya eksistensi Anda perlu juga diketahui oleh rekan-rekannya. Dengan demikian, Anda tidak hanya dikenal pada satu departemen dan tidak bergantung hanya pada satu atasan, melainkan memiliki jalinan hubungan meluas di dalam lingkungan kerja.

Semoga bermanfaat .. dan mari kita mulai .....

Salam

MANAGER YANG BENAR


Menjadi Manager ......... Impianku,

James Burke, CEO Johnson & Johnson menceriterakan pengalamannnya pada saat awal bergabung di Johnson & Johnson sebelum menjadi CEO.
Ia membuat “prestasi” yang mengesankan ketika ia mengembangkan produk baru. Perusahaan rugi satu juta dolar !! Produk barunya gagal total di pasaran.
Ia merasa yakin, bahwa ia akan dipecat. Pimpinan perusahaan pada waktu itu, Jenderal Johnson, memanggilnya dan berkata,” Saya tahu anda kehilangan satu juta dolar, karena produk itu”. “Ya pak, itu benar” jawab Burke. Kemudian Jenderal Johnson bangkit dari duduknya dan menyalaminya, seraya berkata , “ Saya hanya ingin mengucapkan selamat. Bisnis penuh dengan pengambilan keputusan, dan jika anda tidak membuat kesalahan anda tidak pernah gagal.”
Dia kemudian mengatakan lebih lanjut kepada Burke, bahwa pekerjaan yang paling sulit yang pernah dialaminya adalah menyuruh orang membuat keputusan. Ia menambahkan , jika Burke mengulangi kesalahan yang sama tentu saj ia akan memecatnya. Kemudian ia berkata, “ Saya berharap anda membuat lebih banyak keputusan lagi, dan nanti anda menemukan, bahwa lebih banyak kegagalan dibanding sukses”.

Cerita di atas menggambarkan salah satu peran manajer yang sangat sulit adalah peran sebagai pengambil keputusan. Orang-orang yang menyadari bahwa mengambil keputusan merupakan peran yang diembannya akan menapak karir lebih tinggi.
Peran pengambil keputusan yang harus diemban seorang manajer mempunyai beberapa aspek.
Pertama adalah peran sebagi entrepreneur, yang mencari peluang dan inisiator untuk memulai program-program yang memberikan dampak perubahn positif bagi perusahaan.
Kedua, adalah peran sebagai disturbance handler, yang bertanggungjawab untuk melakukan tindakan koreksi pada saat perusahaan mengalami kesulitan, terutama dalam kondisi kritis dan tak terduga. Hal ini dilakukan Burke ketika Johnson & Johnson menghadapi krisis dalam tragedi Tylenol beracun.
Ketiga, peran sebagai resources allocator, yang bertanggungjawab mengalokasikan sumber daya untuk berbagi kepentingan.
Keempat, perannya sebagai negosiator, yang bertanggungjawab untuk mewakili perusahaan dalam berbagai proses negosiasi, baik dalam kaitannya dengan karyawan internal maupun dalam suatu negosiasi antar organisasi.

Peran lain dari seorang manajer adalah peran interpersonal dan peran informasional. Dalam peran interpersonal meliputi peran sebagai figurehead, sebagai leader, dan sebagai liasion. Peran sebagai figurehead menempatkannya sebagai pemimpin simbolis yang mewakili perusahaan dalam acara-acara resmi, sosial, dan legal.

Peran sebagai leader mengharuskannya untuk memimpin, mengarahkan, dan memotivasi bawahan. Sedangkan perannya sebagai liaison menuntutnya untuk membentuk jejaring (network) dengan pihak internal, maupun ekstrenal organisasi.

Peran informasional mensyaratkan manajer untuk melaksanakan tiga fungsi yaitu :
1. Memantau (monitoring),
2. Disseminator,
3. Spokesperson.

Dalam monitoring manajerdiharapkan untukmereview informasi dari kalangan internal maupun eksternal. Sebagai disseminator, manajer wajib untuk mendistribusikan informasi dari pihak eksternal maupun dari level manajemen yang lebih tinggi. Di samping itu manajer juga harus bertindak sebagai sopekes person yang menyampaikan informasi kepada pihak di luar perusahaan.

Berbagai peran untuk manajer di atas, tampaknya tidak mungkin dituangkan dalam job description. Tetapi peran tersebut harus tetap diemban dengan baik, sehingga dibutuhkan penghayatan peran (role awareness).

Salam

Thursday, February 7, 2008

AKU BANGGA JADI ORANG MARKETING

"Marketing affects almost every aspek of your daily life" .....

Terjaga dari tidur oleh alarm handphone Nokia, mengenakan kemaja Hugo Boss dan sepatu Carvil, tidak lupa mengenakan jam Rolex, meminum segelas susu Indomilk bersama sepotong roti breadtalk segera meluncur dengan mobil Toyota Fortuner , selama perjalanan ditemani alunan musik lembut penyanyi dari Audio CD Sony

Pernahkah kita berpikir tentang semua aktifitas kita dalam hidup tiada satupun terlepas dari adanya Merek atas benda yang kita gunakan. Bagaimana proses marketing telah bekerja dan dapat mempengaruhi setiap orang dalam setiap aspek kehidupannya sehari hari, banyak diantara kita tidak pernah memikirkannya.

"Marketing affects almost every aspek of your daily life"
1. Marketing lebih dari hanya sebuah kegiatan Penjualan dan Promosi ..., kita dapat melihat bahwa Kita telah melakukan pembayaran ataupun pembelian yang terus meningkat atas " Jasa dan Barang ", kita telah mengeluarkan uang untuk segala aktifitas marketing dari perusahaan yang memberikan Jasa dan memproduksi Barang yang kita beli.

2.

Tuesday, February 5, 2008

Good Day…all of you…

Hari ini aku mendapatkan kiriman email dari temanku ... thanks Linda ...

Setiap Hari Dalam Hidupmu adalah Istimewa.... .
Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan underwear.
Dia membuka bungkusan berbahan sutra " Ini, ......", dia berkata,
" Bukan bungkusan yang asing lagi....."

Dia membuka kotak itu Dan memandang underwear berbahan sutra serta kotaknya. "Istriku membeli ini ketika pertama kali kami pergi ke New York,
Kira-kira 8 atau 9 tahun yang lalu.
Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini apalagi mengenakannya.
Karena menurut dia, hanya akan dia gunakan untuk kesempatan yang istimewa."

Dia melangkah ke dekat tempat tidur Dan meletakkan bungkusan tersebut
Di dekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman.
Istrinya baru saja meninggal.
Dia menoleh padaku Dan berkata:
"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, KARENA SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH ISTIMEWA!"

Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku.
Sekarang aku lebih banyak membaca Dan mengurangi bersih-bersih.
Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun.
Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku
Dan mengurangi waktu bekerjaku.
Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman
Supaya bisa hidup, tidak semata-Mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja. Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu.
Aku menggunakan gelas-gelas kristal kesayanganku setiap Hari.
Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak akan menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemana pun aku menginginkannya.
Kata-kata "Suatu Hari ....." Dan "Suatu saat nanti....." sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar Dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang.
Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku itu apabila dia tahu
Dia tidak akan Ada di sana pagi berikutnya,
Ini yang tak seorangpun mampu mengatakannya.

Aku berpikir, jika mungkin dia tahu, malam sebelumnya dia pasti sedang mengenakan underwear kesayangannya itu. Atau sehari sebulumnya dia akan menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia akan menelpon teman lama untuk berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Mungkin dia akan pergi makan Martabak Spesial, makanan favoritnya bersama suaminya. Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan Kita sesali jika tak sempat Kita lakukan. Kita akan menyesalinya, karena Kita tidak akan lebih lama lagi melihat orang-orang yang Kita sayangi.

Aku teringat orang-orang yang aku kasihi
Aku akan menyesal Dan merasa sedih,
Jika aku tidak sempat mengatakan betapa aku sangat mencintai mereka.
Sekarang, aku akan mencoba untuk tidak menunda
Atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa
Dan bisa membuatku menikmati hidup.
Dan setiap pagi, aku akan berkata kepada diriku sendiri
Bahwa Hari ini adalah Hari yang istimewa bagiku.
Setiap Hari, setiap jam, setiap menit, adalah istimewa.


Apabila kamu mendapatkan pesan ini,
Itu karena seseorang peduli padamu
Dan mungkin karena Ada seseorang yang seharusnya kamu pedulikan.
Jika kamu terlalu sibuk untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain
Dan kamu berkata kepada dirimu sendiri
Bahwa kamu akan mengirimkannya "suatu saat nanti....."
Ingatlah bahwa "suatu saat nanti" itu sangat jauh.
Dan mungkin tidak akan pernah datang padamu.....

Salam ....

Perencanaan Masa Depan Karir

Merencanakan Karir kita didalam pekerjaan, adalah sesuatu yang sangat sering terlintas didalam pikiran kita, namun juga begitu cepatnya kita melupakan, hal tersebut suatu hal yang normal.

Kemarin, saya membaca sebuah tulisan di "Wall Street Journal" fenomena yang terjadi di hampir seluruh pekerja yang ada. Karir tidak datang sendiri namun harus dipersiapkan dengan baik, dengan terlebih dahulu kita paham bagaimana membuat sebuah Perencanaan yang baik. Membuat perencanaan semua kita pernah dan bisa melakukannya, perencanaan itu harus kita jalankan atau "action oriented" bila tidak, "kita hanya sedang merencanakan sebuah KEGAGALAN .... "

Wall Street Menuliskan :
PLANNING FOR A PORTFOLIO CAREER
1. Assess your financial needs: Make sure you've included health insurance and retirement savings among your living expenses.
2. Consider your opportunities: Identify your area of expertise and use it as a financial anchor as you pursue new interests.
3. Build career compliments: When possible, mix professions that work well together like writing, teaching and speaking.
4. Create an elevator pitch: Think about how you want to present yourself to the outside world both verbally in 30 seconds or less -- and digital and hard copy (Web site, business cards, etc.

Tulisan diatas meminta kita untuk membuat perencanaan pada 4 hal, yang menurut saya adalah kecerdasan.
1. Kecerdasan Financial, kemampuan kita didalam mengelola keuangan kita dan mampu mempersiapkan Masa depan kita (Jaminan hari tua), Asuransi kesehatan dan pendidikan dan kegiatan investasi lainnya dalam tujuan agar memberikan Nilai tambah terhadap uang kita. Agar kita siap menghadapi kondisi terburuk apapun, yang dapat terjadi, diluar kehendak dan kemampuan kita.

2. Membaca Peluang, Kesempatan sering sekali kita melihat hanya ada di luar perusahaan tempat kita bekerja, tanpa sadar, begitu banyaknya peluang yang ada di perusahaan kita sendiri, yang terlepas dari kita atau kita tidak mampu menangkapnya. Setiap tahun Perusahaan melakukan Promosi dan Mutasi, apakah anda selalu ikut tapi hanya di Mutasi .. kapan di promosikan ?.
Namun yang terpenting, adalah "Dimana letak kompetensi inti kita yang unggul, dibanding dengan yang lain" apakah di Sales, Marketing, People Development, Research, Komunikasi, Finance, Networking .. dll, kita harus mengetahuinya, dan menjadikannya, sebagai fondasi, di dalam menangkap peluang yang ada dan yang akan ada.
"Orang yang beruntung adalah Orang yang Siap pada saat peluang itu datang"

3. Pengembangan Diri, banyak kegiatan yang dapat kita lakukan dalam proses ini, dapat kita mulai dari hal yang kecil : Mulai menyenangi membaca, kursus bahasa asing, belajar multimedia, menulis di blog atau apapun bentuknya. Kegiatan pengembangan diri dari Perusahaan, seperti Training atau pelatihan, sangat sering kita ikuti dengan setengah hati.
Belajar adalah kuncinya, Saya sudah lelah bekerja, saya tidak punya waktu," wong 24 jam saja saya rasakan kurang", di dalam menyelesaikan pekerjaaan, .... banyak lagi pernyataan2 yang sering dilontarkan oleh kita,.
Kita semua sadar, bahwa keinginan itu ada, namun .... untuk melaksanakannya, itu yang teramat sulit.
"Menulis memaksa kita untuk membaca dan berpikir,"
"Diminta untuk menjadi Pengajar memaksa kita untuk Belajar,"
Pengalaman saya, menanyakan kepada salah seorang CEO di Astra group "Apa yang harus saya kembangkan, dalam kompetensi saya untuk menjadi lebih tinggi karir dan jabatan saya ..., Beliau mengatakan, "pahami Finance secara baik" .. pada saat itu yang ada dalam pikiran saya adalah "saya orang sales," saya punya finance manager", system sudah cukup baik, saya bisa baca laporan keuangan , apa itu perlu ?.

Selepas dari Astra ... dalam beberapa Test recruitment, Pengelolaan Keuangan dan mengerti dengan baik tentang "Prinsip Dasar Akuntansi", mendapat bobot perhatian dan penilaian yang cukup besar.
It's Show Time friend, let's go to change our mind "Knowledge Is Power"
Karir kita mentok atau kita hendak hengkang ke luar perusahaan, apakah kita sudah siap ? atau kita akan menerima saja kondisi seperti ini ? semua kembali kepada personnya.

4. Memanfaatkan dan menggunakan Alat Bantu yang dapat kita pergunakan untuk mendongkrak karier kita ... " oops " jangan langsung berpikir negatif ..., alat bantu tidak berarti KKN, Menjilat, Mengorbankan idealisme atau menjadi Bunglon ... yang dapat berubah sewaktu2 demi ... jabatan dan uang, Mengorbankan hubungan pertemanan .... dll,
Kejadian2 diatas sangat akrab dan dekat di lingkungan kerja kita, pekerja berperilaku layaknya politikus dengan partai dan gengnya bukan lagi aspek Kompetensi yand dikedepankan. Apa yang harus kita lakukan ?
Menjalin, membuka dan membina jaringan kita, dengan orang2 yang didalam maupun di luar perusahaan, baik sama maupun beda profesi,.
Gunakan nama besar perusahaan tempat anda bekerja, Jabatan yang anda miliki, untuk membina hubungan dan membuka jaringan dengan dunia luar.
Mengenal dan dikenal di lingkungan Organisasi dan luar Organisasi kita dengan baik, jauh lebih baik dari tidak melakukan apapun. Lepaskan dari jerat penyakit zona kenyamanan yang membuat kita malas dan tidak akan berkembang.
Dunia tanpa batas saat ini .... gunakan kemajuan teknologi untuk kemajuan anda dan dunia dapat mengenal anda.

Mari, ... susun langkah dalam menata kembali, rencana kita untuk Karir kita yang lebih cemerlang dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik.

dari alam kalimantan ....

BABI PERGI DATANG TIKUS

Kiong Hie Fat Chai "Semoga kesejahteraan terus berkembang dalam hidup kita"Selamat Imlek 2559/2008.
 

FREE HOT VIDEO 1 | HOT GIRL GALERRY 1

FREE HOT VIDEO 2 | HOT GIRL GALERRY 2

FREE HOT VIDEO 3 | HOT GIRL GALERRY 3

FREE HOT VIDEO 4 | HOT GIRL GALERRY 4

FREE HOT VIDEO 5 | HOT GIRL GALERRY 5

FREE HOT VIDEO 6 | HOT GIRL GALERRY 6

FREE HOT VIDEO 7 | HOT GIRL GALERRY 7

FREE HOT VIDEO 8 | HOT GIRL GALERRY 8

FREE HOT VIDEO 9 | HOT GIRL GALERRY 9

FREE HOT VIDEO 10|HOT GIRL GALERRY 10

FREE HOT VIDEO 11|HOT GIRL GALERRY 11